BLITAR KAWENTAR – Seragam gratis Kota Blitar untuk siswa baru belum dapat langsung dibagikan pada awal tahun ajaran. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar saat ini masih menyelesaikan proses pendataan penerima agar ukuran seragam dan sepatu yang diterima setiap siswa sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Pendataan tersebut menjadi tahapan penting sebelum pemerintah daerah memulai proses pengadaan. Dengan data yang akurat, pembagian seragam gratis diharapkan berjalan lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan akibat perbedaan ukuran pakaian maupun sepatu.
Program seragam gratis Kota Blitar menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk meringankan beban biaya pendidikan keluarga. Namun, Dispendik memastikan seluruh tahapan harus diselesaikan secara cermat agar bantuan benar-benar bermanfaat bagi para siswa.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Blitar, Iwan Nurdiyanto, mengatakan proses pendataan masih berlangsung karena setiap siswa memiliki ukuran seragam dan sepatu yang berbeda. Data tersebut nantinya menjadi acuan utama dalam proses pengadaan barang.
Menurutnya, pemerintah tidak ingin terburu-buru melakukan pembelian sebelum seluruh data penerima selesai diverifikasi. Langkah itu dilakukan agar seragam yang diterima siswa benar-benar sesuai sehingga tidak perlu dilakukan penukaran ukuran setelah dibagikan.
Pendataan juga mencakup jumlah penerima bantuan di setiap sekolah. Dengan demikian, proses distribusi dapat dilakukan lebih tertib sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Dispendik menilai akurasi data menjadi kunci keberhasilan program. Selain memastikan jumlah penerima sesuai, ukuran perlengkapan sekolah yang akan dibagikan juga harus tepat sehingga anggaran yang digunakan lebih efektif.
Baca Juga: Jadwal Moto3 2026 11 Seri Terakhir Resmi Dirilis, Veda Ega Pratama Masih Bertahan di Posisi Enam
Setelah seluruh data selesai dihimpun, tahapan berikutnya adalah proses pengadaan seragam dan sepatu. Pemerintah Kota Blitar akan menyiapkan seluruh perlengkapan sesuai hasil pendataan yang telah dilakukan.
Apabila proses pengadaan telah rampung, seluruh barang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima. Selanjutnya, pihak sekolah bertugas menyerahkan bantuan kepada siswa sesuai daftar dan ukuran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Mekanisme tersebut dinilai lebih efektif karena sekolah merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi peserta didik. Dengan begitu, pembagian seragam dapat berlangsung lebih tertib dan meminimalkan kesalahan distribusi.
Dispendik juga terus berkoordinasi dengan sekolah agar proses pendataan berjalan cepat tanpa mengurangi ketelitian. Semakin cepat data rampung, semakin cepat pula tahapan pengadaan dapat dimulai.
Baca Juga: Jadwal Moto3 Inggris 2026 Terbaru, Veda Ega Pratama Siap Hadapi Seri Silverstone
Pemerintah Kota Blitar menargetkan distribusi seragam gratis dapat dilakukan pada triwulan III tahun 2026 atau sekitar Juli hingga September. Meski demikian, target tersebut masih bergantung pada penyelesaian pendataan serta proses pengadaan barang.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, seragam akan dikirim ke masing-masing sekolah sebelum dibagikan kepada siswa. Pemerintah berharap tidak ada kendala berarti sehingga bantuan dapat segera diterima oleh seluruh penerima manfaat.
Dispendik optimistis target tersebut dapat tercapai apabila seluruh sekolah segera menyelesaikan proses pendataan ukuran siswa. Karena itu, koordinasi antara sekolah dan dinas terus dilakukan agar tidak terjadi keterlambatan.
Baca Juga: Kebakaran Kandang Ayam KUB di Gandusari, 450 Ekor Ayam Mati Terpanggang, Kerugian Capai Rp100 Juta
Dalam program ini, bantuan yang diberikan pemerintah terdiri atas seragam nasional, seragam pramuka, serta sepasang sepatu. Ketiga perlengkapan tersebut menjadi prioritas bantuan bagi siswa baru di Kota Blitar.
Sementara itu, seragam batik sekolah belum termasuk dalam program bantuan. Dispendik menjelaskan bahwa seragam batik masih menjadi kebijakan masing-masing sekolah karena setiap satuan pendidikan memiliki motif dan ciri khas yang berbeda.
Pemerintah berharap program seragam gratis mampu membantu orang tua mengurangi beban biaya pendidikan sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan bagi seluruh siswa di Kota Blitar.
Dengan proses pendataan yang dilakukan secara menyeluruh, Dispendik optimistis pembagian seragam gratis dapat berlangsung lebih tepat sasaran. Setelah seluruh tahapan selesai, sekolah akan menjadi ujung tombak dalam menyalurkan bantuan kepada siswa sehingga manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat. (bud/c1/ady)