BLITAR KAWENTAR – Kondisi jalan rusak di ruas penghubung Desa Kedawung dan Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, menjadi keluhan masyarakat.
Kerusakan yang terjadi di banyak titik membuat jalur tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas.
Jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer itu dipenuhi lubang dengan permukaan aspal yang mengelupas. Saat musim hujan, genangan air yang menutupi lubang membuat pengendara sulit memperkirakan kedalaman jalan sehingga risiko kecelakaan semakin tinggi.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh karena kondisi jalan rusak tersebut sudah berlangsung cukup lama dan terus memburuk.
Jalur Alternatif Menuju Kediri
Ruas jalan Kedawung–Sumberasri memiliki peran penting sebagai salah satu jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Kediri. Selain itu, jalan tersebut juga menjadi akses menuju kawasan lingkar Gunung Kelud yang cukup ramai dilalui masyarakat.
Meski menjadi jalur strategis, kondisi permukaan jalan kini dipenuhi lubang di berbagai titik. Pengendara terpaksa mengurangi kecepatan agar tidak kehilangan kendali saat melewati bagian jalan yang rusak.
Kerusakan yang terus meluas juga membuat perjalanan menjadi kurang nyaman, terutama bagi warga yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk bekerja, sekolah, maupun mengangkut hasil pertanian.
Lubang Tertutup Air Tingkatkan Risiko Kecelakaan
Salah seorang pengguna jalan, Ali Imron, mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah ketika hujan turun.
Menurutnya, genangan air sering menutupi lubang sehingga pengendara tidak dapat melihat kondisi jalan secara jelas. Akibatnya, banyak kendaraan roda dua terpaksa menerjang lubang yang sebenarnya cukup dalam.
Risiko menjadi lebih besar ketika sepeda motor harus berpapasan dengan kendaraan besar seperti truk. Ruang gerak pengendara menjadi terbatas sehingga mereka sulit menghindari lubang yang berada di tengah jalan.
Kondisi tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati setiap kali melintas demi menghindari kecelakaan lalu lintas.
Warga Minta Perbaikan Menyeluruh
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Husna. Ia menyebut jalan tersebut merupakan akses penting yang setiap hari dilalui masyarakat maupun kendaraan bertonase besar.
Di sejumlah titik, lapisan aspal telah mengelupas hingga menyisakan batu dasar. Lebar jalan yang relatif sempit membuat kendaraan besar harus melintas secara bergantian agar arus lalu lintas tetap berjalan lancar.
Baca Juga: Jalan Rusak, Warga Menanggung: Ketika Tambang Galian C Mengalahkan Kepentingan Publik
Menurut warga, penanganan sementara seperti tambal sulam tidak lagi cukup untuk mengatasi kerusakan yang terjadi. Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan rekonstruksi jalan agar kualitas permukaan kembali baik dan mampu bertahan lebih lama.
Perbaikan menyeluruh dinilai penting mengingat jalan tersebut menjadi salah satu akses utama mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi barang. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, aktivitas ekonomi maupun perjalanan warga diharapkan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Perbaikan Diharapkan Segera Direalisasikan
Masyarakat berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kerusakan jalan tersebut sebelum menimbulkan lebih banyak kecelakaan.
Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, perbaikan juga dinilai dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perdagangan antardaerah.
Warga berharap proses perbaikan dilakukan secara menyeluruh dengan peningkatan kualitas konstruksi, bukan sekadar menutup lubang yang rusak. Dengan demikian, jalan penghubung Kedawung–Sumberasri dapat kembali menjadi akses yang aman, nyaman, dan mendukung aktivitas masyarakat setiap hari. (kho/c1/sub)