Ramalan Zodiak dan Tarot Marak di Kalangan Gen Z, Praktisi Agama: Jadikan Nasihat Kebaikan sebagai Introspeksi, Bukan Penentu Nasib

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 13:45 WIB
Fenomena ramalan zodiak dan tarot semakin marak di media sosial, terutama di kalangan generasi muda. Praktisi agama mengingatkan agar konten semacam itu tidak dijadikan pedoman menentukan nasib. Jika mengandung nasihat kebaikan, cukup dijadikan bahan introspeksi diri, sementara keyakinan terhadap masa depan tetap disandarkan kepada Tuhan dan ikhtiar dalam menjalani kehidupan.
Fenomena ramalan zodiak dan tarot semakin marak di media sosial, terutama di kalangan generasi muda. Praktisi agama mengingatkan agar konten semacam itu tidak dijadikan pedoman menentukan nasib. Jika mengandung nasihat kebaikan, cukup dijadikan bahan introspeksi diri, sementara keyakinan terhadap masa depan tetap disandarkan kepada Tuhan dan ikhtiar dalam menjalani kehidupan.

BLITAR KAWENTAR – Fenomena ramalan zodiak dan kartu tarot semakin populer di kalangan Generasi Z. Melalui berbagai platform media sosial, konten-konten tersebut kini mudah ditemukan, mulai dari unggahan singkat hingga siaran langsung yang mengajak penonton mengetahui peruntungan dalam percintaan, pekerjaan, hingga kehidupan pribadi.

Popularitas ramalan zodiak tidak lepas dari tingginya penggunaan media sosial oleh anak muda. Berbagai kreator konten menghadirkan pembacaan zodiak maupun tarot dengan kemasan yang menarik sehingga mampu menarik perhatian jutaan pengguna internet. Meski sebagian menganggapnya sekadar hiburan, tidak sedikit pula yang menjadikannya sebagai acuan dalam mengambil keputusan.

Menanggapi fenomena tersebut, Praktisi Agama Poernomo mengingatkan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah mempercayai ramalan yang belum tentu memiliki dasar kebenaran. Menurutnya, setiap individu tetap harus mengedepankan akal sehat dan ajaran agama dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Selera Musik Gen Z Berubah Total Algoritma Streaming Bikin Semua Genre Masuk Satu Playlist Tanpa Sekat

Konten Hiburan Perlu Disikapi Bijak

Poernomo menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap ilmu memiliki ruang untuk dipelajari. Namun, apabila suatu praktik atau keyakinan bertentangan dengan syariat agama, maka hal tersebut sebaiknya dihindari.

Ia menilai ramalan zodiak maupun tarot bisa dipandang berbeda tergantung bagaimana seseorang memaknainya. Jika hanya dianggap sebagai hiburan atau sekadar berisi pesan-pesan positif yang mendorong seseorang melakukan introspeksi diri, maka tidak menjadi persoalan. Namun, apabila dipercaya sebagai penentu masa depan atau nasib seseorang, maka hal itu tidak sesuai dengan ajaran agama.

Baca Juga: PKB Bidik Suara Milenial dan Gen Z di Blitar, Target Tambah Kursi DPRD pada Pemilu 2029

"Sesuatu hal itu ada ilmunya. Namun, tatkala ilmu atau perbuatan yang dilakukan tersebut bertentangan atau menyelisihi syariat agama maka wajib dihindari," ujarnya.

Menurutnya, seseorang tetap harus memiliki kontrol terhadap dirinya sendiri sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk ramalan yang beredar di internet.

Takdir Tetap di Tangan Tuhan

Poernomo menegaskan bahwa masa depan manusia tidak ditentukan oleh ramalan, melainkan oleh kehendak Tuhan disertai usaha yang dilakukan setiap individu.

Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan zodiak ataupun tarot sebagai dasar dalam mengambil keputusan penting, baik yang berkaitan dengan pekerjaan, pendidikan, hubungan, maupun kehidupan sehari-hari.

"Takdir tetap berada di tangan Tuhan dan manusia tetap harus berikhtiar dalam jalan kebaikan," katanya.

Ia menilai fenomena yang berkembang di media sosial perlu disikapi secara kritis. Kemudahan mengakses berbagai konten digital memang memberikan banyak pilihan hiburan, tetapi pengguna juga harus mampu memilah informasi yang bermanfaat dan yang berpotensi menyesatkan.

Baca Juga: Gen Z Blitar Makin Kritis Memilah Informasi, Tak Asal Percaya Berita Viral dan Utamakan Sumber Kredibel

Jadikan Introspeksi, Bukan Pedoman Hidup

Lebih lanjut, Poernomo mengajak generasi muda memanfaatkan berbagai pesan positif yang ditemukan di media sosial sebagai bahan evaluasi diri, bukan sebagai kebenaran mutlak.

Menurutnya, apabila terdapat nasihat yang mengajak kepada kebaikan, meningkatkan semangat, atau mendorong seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, maka hal tersebut dapat dijadikan motivasi untuk berintrospeksi.

Baca Juga: Cepat Akses Berita Lewat Media Sosial, Gen Z Diingatkan Tetap Kritis agar Tak Mudah Terjebak Hoaks

Sebaliknya, apabila isi ramalan mengarahkan seseorang pada keyakinan yang bertentangan dengan ajaran agama atau membuatnya bergantung pada prediksi tertentu, maka konten tersebut sebaiknya ditinggalkan.

"Pesan kami kepada anak muda jangan mudah percaya dengan ramalan yang belum tentu kebenarannya. Jika memang ada nasihat-nasihat kebaikan bisa dijadikan bahan pembelajaran atau introspeksi diri. Jika menjerumuskan kepada keburukan harus dihindari," pungkasnya.

Fenomena ramalan zodiak dan tarot diperkirakan masih akan terus berkembang seiring meningkatnya konsumsi konten digital di kalangan anak muda. Oleh sebab itu, literasi digital dan pemahaman agama dinilai menjadi bekal penting agar masyarakat dapat menyaring informasi secara bijak. Dengan demikian, media sosial tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana hiburan maupun pembelajaran tanpa menggeser keyakinan bahwa masa depan seseorang ditentukan oleh Tuhan dan usaha yang dilakukan.

Editor : Regina Gavin Agata
ramalan zodiak tarot media sosial intropeksi diri Gen Z