Pekerja Bangunan di Kota Blitar Tewas Diduga Kesetrum Saat Plester Tembok, Polisi Selidiki Penyebab Pastinya

Noormalady Usman • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 10:22 WIB
ILUSTRASI: Seorang pekerja bangunan memplester tembok di lokasi proyek. Polisi masih menyelidiki dugaan kecelakaan kerja akibat sengatan listrik.
ILUSTRASI: Seorang pekerja bangunan memplester tembok di lokasi proyek. Polisi masih menyelidiki dugaan kecelakaan kerja akibat sengatan listrik.

 

BLITAR KAWENTAR – Kecelakaan kerja yang diduga dipicu sengatan listrik merenggut nyawa seorang pekerja bangunan di wilayah Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Rabu (29/7).

Korban berinisial HA, 40, warga Desa Kalipucung, Kabupaten Blitar, meninggal dunia setelah diduga menyentuh kabel listrik saat melakukan pekerjaan plester tembok di sebuah proyek bangunan.

Peristiwa nahas tersebut menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek konstruksi. Hingga kini, penyebab pasti pekerja bangunan tewas diduga kesetrum itu masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Baca Juga: Transformasi BRIvolution Reignite Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian Nasional hingga Ekonomi Kerakyatan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah menjalankan aktivitas memplester tembok bangunan.

 Di tengah pekerjaannya, korban diduga tanpa sengaja memegang kabel listrik yang masih bertegangan sehingga mengalami sengatan listrik.

Tak lama setelah kejadian, warga sekitar mengetahui kondisi korban dan segera memberikan pertolongan.

Baca Juga: Kecelakaan Tossa di Ponggok Blitar, Diduga Bergurau Saat Berkendara hingga Tabrak Dua Motor Parkir, Satu Penumpang Patah Kaki

 Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Dugaan sementara mengarah pada kecelakaan kerja akibat sengatan arus listrik saat korban menjalankan pekerjaannya sebagai tukang bangunan.

Kanit Reskrim Polsek Sukorejo Iptu Joni Iswanto mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan berbagai keterangan dari para saksi yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Menurut Joni, berdasarkan informasi awal yang diperoleh penyidik, korban diduga tersengat listrik ketika sedang melakukan pekerjaan plester bangunan. Dugaan tersebut masih akan didalami melalui proses penyelidikan lebih lanjut.

"Awalnya diduga memang korban tersengat listrik. Saat itu korban sedang melakukan pekerjaan plester bangunan, lalu memegang kabel listrik. Korban kemudian dibawa ke RS Mardi Waluyo," ujarnya.

Baca Juga: Kota Blitar Sabet Lima Penghargaan Harganas Jatim 2026, Bukti Komitmen Bangun Keluarga Berkualitas

Meski dugaan awal mengarah pada sengatan listrik, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban secara pasti.

Aparat masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa kondisi lokasi proyek, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan kronologi kejadian.

Penyelidikan juga dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja maupun kondisi instalasi listrik di lokasi proyek.

Baca Juga: Toko Cat Perdana Warna Blitar Hadirkan Cat Indowira Paint Berkualitas, Pilihan Lengkap untuk Hunian hingga Bangunan Komersial

Joni menegaskan, seluruh kemungkinan masih terbuka hingga proses penyelidikan selesai. Karena itu, masyarakat diminta menunggu hasil pemeriksaan resmi dari kepolisian.

"Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan lebih lanjut," tegasnya.

Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat pekerjaan konstruksi memiliki risiko tinggi, terutama ketika aktivitas dilakukan di dekat jaringan listrik.

Baca Juga: ⁠Arus Lalu Lintas Pagi Hari Rawan Kecelakaan, Polisi: Banyak Pelajar Berangkat Sekolah

 Penerapan prosedur keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pemeriksaan instalasi listrik sebelum pekerjaan dimulai menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan serupa.

Selain itu, koordinasi antara pekerja dan penanggung jawab proyek juga diperlukan agar potensi bahaya dapat diidentifikasi sejak awal.

 Dengan penerapan standar keselamatan yang baik, risiko kecelakaan kerja dapat ditekan sehingga aktivitas pembangunan berjalan lebih aman.

Baca Juga: Honda Stylo 160 ABS Special Resmi Meluncur, Warna Burgundy Eksklusif Bikin Harga Tembus Rp33,93 Juta

Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga penyebab pasti meninggalnya korban terungkap.

 Hasil penyelidikan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab insiden sekaligus menjadi bahan evaluasi agar kecelakaan kerja serupa tidak kembali terjadi. (bud/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
Pekerja Bangunan Polsek Sukorejo kesetrum Kecelakaan Kerja Blitar Kota Blitar