Ratusan Calon Siswa Sekolah Rakyat Kota Blitar Jalani Cek Kesehatan, Cegah Penyakit Menular di Asrama

M. Luki Azhari • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 09:07 WIB
MOCH. LUKI AZHARI/RADAR BLITAR
TELITI: Seorang calon siswa SR Kota Blitar jalani pemeriksaan penglihatan saat cek kesehatan sebelum MPLS bulan depan, Kamis (30/7).
MOCH. LUKI AZHARI/RADAR BLITAR TELITI: Seorang calon siswa SR Kota Blitar jalani pemeriksaan penglihatan saat cek kesehatan sebelum MPLS bulan depan, Kamis (30/7).

BLITAR KAWENTAR – Ratusan calon peserta didik Sekolah Rakyat Kota Blitar menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebagai persiapan sebelum menempati asrama.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh siswa berada dalam kondisi sehat sekaligus mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan sekolah berasrama.

Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar.

Baca Juga: 85 Siswa Jalur Afirmasi Jadi Sasaran Sekolah Rakyat Kota Blitar, Orang Tua Tetap Bebas Menentukan Pilihan

Sebab, seluruh siswa nantinya akan tinggal bersama di asrama sehingga kondisi kesehatan setiap peserta harus dipastikan sejak awal. Pemeriksaan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kepanjenkidul dengan pendampingan Dinas Kesehatan Kota Blitar.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar Johan Argono mengatakan, pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk mitigasi awal agar seluruh peserta didik siap menjalani kehidupan di asrama.

Selain memantau kondisi kesehatan umum, pemeriksaan juga bertujuan mendeteksi lebih dini apabila terdapat penyakit yang memerlukan penanganan sebelum siswa mulai tinggal bersama.

Baca Juga: Angka Stunting Naik, Pemkab Blitar Evaluasi Program Tahunan Dengan Dinas Kesehatan

Deteksi Dini Penyakit Menular

Johan menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, hingga skrining kesehatan secara umum. Salah satu fokus utama dalam pemeriksaan tersebut adalah mendeteksi penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) yang berpotensi menyebar di lingkungan asrama apabila tidak diketahui sejak dini.

Apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan tertentu, pihak sekolah bersama tenaga medis akan segera berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan agar peserta didik memperoleh penanganan lebih lanjut.

Dengan demikian, proses pengobatan dapat dilakukan sebelum siswa mengikuti kegiatan belajar maupun tinggal bersama peserta didik lainnya.

Menurut Johan, langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan bagi seluruh penghuni asrama agar proses belajar berlangsung dalam lingkungan yang sehat dan aman.

Jumlah Peserta Masih Berubah

Selain pemeriksaan kesehatan, pihak sekolah juga masih melakukan pendataan calon peserta didik. Hingga saat ini, kuota siswa asal Kota Blitar tercatat sebanyak 122 orang yang tersebar mulai jenjang dasar hingga menengah.

Baca Juga: Kuota Sekolah Rakyat Kota Blitar Baru Terisi 100 Siswa, Pemkot Gencarkan Pendekatan ke Orang Tua Jelang MPLS

Namun jumlah tersebut masih bersifat dinamis. Penambahan peserta masih terus dilakukan melalui proses penjangkauan, sementara di sisi lain terdapat pula calon siswa yang memutuskan mengundurkan diri sehingga data peserta terus mengalami perubahan.

Pihak sekolah memastikan seluruh proses pendataan akan terus dilakukan hingga seluruh kuota terpenuhi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Persiapan Sekolah Terus Dimatangkan

Di samping pemeriksaan kesehatan, berbagai persiapan operasional sekolah juga terus dilakukan meski pembangunan fisik gedung masih berlangsung. Setelah tahapan kesehatan selesai, calon peserta didik akan mengikuti tes psikologi sebagai bagian dari rangkaian persiapan memasuki tahun ajaran baru.

Jadwal masuk asrama pun mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) direncanakan berlangsung pada akhir Juli, kini kegiatan tersebut dijadwalkan sekitar 13 atau 14 Agustus bersamaan dengan mulai ditempatkannya peserta didik di asrama.

Pihak sekolah berharap seluruh rangkaian persiapan dapat berjalan lancar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal. Dengan kondisi kesehatan yang telah dipastikan sejak awal, lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar diharapkan menjadi tempat belajar yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
sekolah rakyat kota blitar Johan Argono Cek Kesehatan Siswa Asrama Sekolah Rakyat Dinas Kesehatan Kota Blitar