BLITAR KAWENTAR – Penyelenggaraan BEN Carnival 2026 di Kota Blitar bakal tampil berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar memastikan agenda budaya tahunan tersebut akan digelar pada malam hari.
Konsep baru itu dipilih untuk menghadirkan suasana yang lebih segar sekaligus memaksimalkan permainan tata cahaya atau lighting selama parade berlangsung.
Perubahan waktu pelaksanaan BEN Carnival 2026 diharapkan mampu meningkatkan daya tarik acara sekaligus memberikan pengalaman baru bagi masyarakat.
Baca Juga: Tak Kalah Dengan Pesona Gondanglegi, Pasirharjo Carnival Suguhkan Drama Kolosal Hingga Sound Horeg
Meski berlangsung pada malam hari, rute pawai budaya dipastikan tetap sama seperti penyelenggaraan sebelumnya, yakni dimulai dari depan Alun-Alun Kota Blitar atau Kantor Pemerintah Kota Blitar dan berakhir di depan Gedung DPRD Kota Blitar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kota Blitar Rike Rochmawati mengatakan, konsep malam dipilih sebagai bentuk inovasi agar masyarakat tidak merasa jenuh dengan format penyelenggaraan yang sama setiap tahun. Menurutnya, permainan lighting akan menjadi salah satu daya tarik utama tanpa mengurangi esensi budaya yang ditampilkan.
Hadirkan Pengalaman Baru
Rike menjelaskan, BEN Carnival tetap mempertahankan identitasnya sebagai festival budaya yang menampilkan keberagaman tradisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Disbudpar Kota Blitar Siap Evaluasi Kesalahan Teknis-Nonteknis pada BEN Carnival 2025
Seluruh peserta akan menampilkan kekayaan budaya Nusantara mulai dari Sabang hingga Merauke melalui kostum, tarian, hingga atraksi seni.
Perbedaannya, penyelenggara akan memanfaatkan pencahayaan malam untuk memperkuat penampilan para peserta. Tata lighting diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih dramatis sehingga parade budaya terlihat semakin menarik di mata penonton.
Menurutnya, konsep tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan inovasi tanpa mengubah karakter utama BEN Carnival sebagai ajang pelestarian budaya.
Pembukaan Diupayakan Tepat Waktu
Selain konsep baru, Disbudpar juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan BEN Carnival tahun sebelumnya. Salah satu yang menjadi perhatian ialah jadwal pembukaan yang sempat molor sehingga rangkaian acara berakhir cukup larut malam.
Untuk itu, panitia berkomitmen memulai seremoni pembukaan sesuai waktu yang telah ditentukan. Pengalaman dari beberapa kegiatan besar sebelumnya menjadi modal agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lebih tertib dan selesai sesuai target.
Dengan pengaturan waktu yang lebih disiplin, masyarakat diharapkan dapat menikmati seluruh pertunjukan tanpa harus menunggu terlalu lama sebelum parade dimulai.
Baca Juga: Disebut Tak Kantongi Izin, Belasan Truk Sound Horeg Diamankan Jajaran Polisi Polres Blitar Kota
Sound Horeg Dilarang
Panitia juga menetapkan aturan baru terkait penggunaan pengeras suara selama parade berlangsung. Disbudpar secara tegas melarang peserta menggunakan sound horeg karena dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.
Sebagai alternatif, peserta dianjurkan menggunakan musik tradisional secara langsung, seperti kendang maupun alat musik daerah lainnya. Jika tetap menggunakan pengeras suara, volumenya harus berada dalam batas yang wajar.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga nuansa budaya yang menjadi ciri khas BEN Carnival sekaligus menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi seluruh penonton.
Rencananya, BEN Carnival 2026 akan diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, hingga perguruan tinggi.
Pemerintah Kota Blitar berharap konsep baru yang dihadirkan tahun ini mampu meningkatkan antusiasme masyarakat sekaligus memperkuat posisi BEN Carnival sebagai salah satu agenda wisata budaya unggulan di Kota Blitar. (mg1/c1/ady)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan