Bus Sekolah Kota Blitar Overload saat Jam Pulang, Dishub Belum Bisa Tambah Armada karena Keterbatasan Anggaran

M. Luki Azhari • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 12:30 WIB
PADAT: Puluhan pelajar memanfaatkan layanan bus sekolah di Kota Blitar saat jam pulang. Tingginya jumlah penumpang membuat kapasitas angkut armada kerap mengalami overload.
PADAT: Puluhan pelajar memanfaatkan layanan bus sekolah di Kota Blitar saat jam pulang. Tingginya jumlah penumpang membuat kapasitas angkut armada kerap mengalami overload.

 

BLITAR KAWENTAR – Bus sekolah Kota Blitar kembali menjadi andalan pelajar untuk pulang sekolah.

Namun, tingginya jumlah penumpang pada jam kepulangan membuat kapasitas angkut kerap melebihi batas ideal.

Kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan permukiman yang memiliki banyak jalan sempit sehingga membutuhkan layanan angkutan yang fleksibel.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Kota Blitar Belum Mulai Belajar, Sekitar 200 Calon Siswa Masih Diverifikasi dan Masuk Tunggu Pembersihan Material

Meski permintaan layanan terus meningkat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar mengaku belum dapat melakukan pengadaan armada baru.

 Keterbatasan anggaran menjadi alasan utama sehingga pemerintah daerah memilih memaksimalkan armada yang telah tersedia agar pelayanan kepada pelajar tetap berjalan optimal.

Saat ini, Dishub Kota Blitar mengoperasikan sembilan armada yang terdiri atas tujuh unit bus sekolah dan dua kendaraan jenis Elf.

Baca Juga: Maling Spesialis Rumah Kosong di Srengat Dibekuk, Buruh Serabutan Sudah Empat Kali Beraksi

Seluruh armada tersebut disebar di sejumlah rute untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi pelajar dari berbagai wilayah di Kota Blitar.

Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Terminal Dishub Kota Blitar, Siswantoro, mengatakan lonjakan penumpang hampir selalu terjadi pada jam pulang sekolah.

 Menurutnya, sebagian besar siswa berangkat ke sekolah diantar orang tua pada pagi hari, sedangkan saat pulang mereka memilih menggunakan layanan bus sekolah yang disediakan pemerintah.

"Kalau untuk kota yang gangnya sempit-sempit, makanya kebanyakan kita overload yang pas pulang. Pagi diantar, pulangnya naik bus," ujarnya.

Siswantoro menjelaskan, setiap bus reguler pada umumnya memiliki kapasitas sekitar 25 hingga 30 penumpang. Namun dalam praktiknya, jumlah tersebut sering kali bertambah hingga mencapai sekitar 40 siswa ketika jam pulang sekolah tiba.

Untuk mengakomodasi tingginya jumlah penumpang, sebagian siswa berdiri di lorong tengah bus. Selain itu, satu bangku penumpang juga kerap ditempati oleh dua orang siswa agar seluruh pelajar tetap dapat terangkut menuju rumah masing-masing.

Baca Juga: SD Islam Kota Blitar Masuk Jajaran SD Terbaik Se-Jatim hingga Lima Siswa Lolos O2SN Jadi Kado Dies Maulidiyah Ke-26

"Satu bangku bus kerap diisi oleh dua anak guna memaksimalkan ruang. Kapasitasnya begitu," jelasnya.

Meski demikian, Dishub terus berupaya mengatur pola operasional armada agar pelayanan tetap berjalan efektif dan seluruh rute dapat terlayani dengan baik.

Dishub Kota Blitar sebenarnya telah mengusulkan penambahan armada bus sekolah sejak sekitar dua tahun lalu.

Baca Juga: Kawasaki Versys-X 250 2026 Resmi Hadir, Unit Pertama Langsung Sold Out, Side Box Kini Hilang

Akan tetapi, hingga kini usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena harus menyesuaikan kondisi kemampuan anggaran daerah yang masih terbatas.

Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah kota tetap berupaya meningkatkan pelayanan melalui optimalisasi armada yang ada.

Salah satunya dengan memanfaatkan kendaraan jenis Elf sebagai armada pendukung pada rute-rute yang mengalami kepadatan penumpang.

Baca Juga: Pengolahan Lahan Cabai Sebelum Tanam, Petani Milenial Ungkap Cara Tekan Layu dan Busuk Batang

Tahun lalu, Pemkot Blitar memperoleh tambahan satu unit Elf dari Kementerian Perhubungan.

 Kendaraan tersebut kini dioperasikan dengan sistem mobiling atau penyisiran untuk membantu bus reguler yang mengalami kelebihan kapasitas.

"Misalnya, titik penjemputan di SMPN 3 masih banyak, pengemudi bus sekolah koordinasi dengan Elf agar melakukan mobiling atau penyisiran," terang Siswantoro.

Baca Juga: Bus Sekolah Gratis di Kabupaten Blitar Nyaris Penuh, Dishub Usulkan Tambahan Armada ke Kemenhub demi Layani Ribuan Pelajar

Menurut Dishub, kendaraan jenis Elf justru dinilai lebih sesuai untuk karakteristik wilayah Kota Blitar yang memiliki banyak ruas jalan sempit dan lalu lintas padat.

Selain lebih lincah saat bermanuver, Elf juga lebih mudah berpindah lokasi untuk membantu rute yang mengalami lonjakan penumpang. Karena itu, kendaraan tersebut menjadi pelengkap penting bagi operasional bus sekolah yang sudah ada.

Seluruh armada yang digunakan saat ini merupakan aset daerah yang berasal dari berbagai sumber, mulai bantuan Kementerian Perhubungan, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) perbankan, hingga pengadaan mandiri oleh Pemerintah Kota Blitar.

Baca Juga: Karya Favorit Event Aku dan Bus Sekolah Dapat Doorprize Apresiasi Spesial dari Tim Bang Anjar Dishub Kabupaten Blitar

"Sebenarnya Elf ya kalau untuk kota, karena manuvernya. Elf lebih efisien juga untuk mobiling dengan kondisi lalu lintas saat ini," pungkas Siswantoro.

Dengan kondisi tersebut, Dishub Kota Blitar berharap layanan bus sekolah tetap mampu menjadi pilihan transportasi yang aman dan nyaman bagi pelajar, sembari menunggu adanya peluang penambahan armada ketika kondisi anggaran daerah memungkinkan. (mg1/c1/sub)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
bus sekolah kota blitar Overload Bus Sekolah Siswantoro transportasi pelajar dishub kota blitar