BLITAR KAWENTAR – Bus sekolah Kota Blitar kembali menjadi andalan pelajar untuk pulang sekolah.
Namun, tingginya jumlah penumpang pada jam kepulangan membuat kapasitas angkut kerap melebihi batas ideal.
Kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan permukiman yang memiliki banyak jalan sempit sehingga membutuhkan layanan angkutan yang fleksibel.
Meski permintaan layanan terus meningkat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar mengaku belum dapat melakukan pengadaan armada baru.
Keterbatasan anggaran menjadi alasan utama sehingga pemerintah daerah memilih memaksimalkan armada yang telah tersedia agar pelayanan kepada pelajar tetap berjalan optimal.
Saat ini, Dishub Kota Blitar mengoperasikan sembilan armada yang terdiri atas tujuh unit bus sekolah dan dua kendaraan jenis Elf.
Baca Juga: Maling Spesialis Rumah Kosong di Srengat Dibekuk, Buruh Serabutan Sudah Empat Kali Beraksi
Seluruh armada tersebut disebar di sejumlah rute untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi pelajar dari berbagai wilayah di Kota Blitar.
Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Terminal Dishub Kota Blitar, Siswantoro, mengatakan lonjakan penumpang hampir selalu terjadi pada jam pulang sekolah.
Menurutnya, sebagian besar siswa berangkat ke sekolah diantar orang tua pada pagi hari, sedangkan saat pulang mereka memilih menggunakan layanan bus sekolah yang disediakan pemerintah.
"Kalau untuk kota yang gangnya sempit-sempit, makanya kebanyakan kita overload yang pas pulang. Pagi diantar, pulangnya naik bus," ujarnya.
Siswantoro menjelaskan, setiap bus reguler pada umumnya memiliki kapasitas sekitar 25 hingga 30 penumpang. Namun dalam praktiknya, jumlah tersebut sering kali bertambah hingga mencapai sekitar 40 siswa ketika jam pulang sekolah tiba.
Untuk mengakomodasi tingginya jumlah penumpang, sebagian siswa berdiri di lorong tengah bus. Selain itu, satu bangku penumpang juga kerap ditempati oleh dua orang siswa agar seluruh pelajar tetap dapat terangkut menuju rumah masing-masing.
"Satu bangku bus kerap diisi oleh dua anak guna memaksimalkan ruang. Kapasitasnya begitu," jelasnya.
Meski demikian, Dishub terus berupaya mengatur pola operasional armada agar pelayanan tetap berjalan efektif dan seluruh rute dapat terlayani dengan baik.
Dishub Kota Blitar sebenarnya telah mengusulkan penambahan armada bus sekolah sejak sekitar dua tahun lalu.
Baca Juga: Kawasaki Versys-X 250 2026 Resmi Hadir, Unit Pertama Langsung Sold Out, Side Box Kini Hilang
Akan tetapi, hingga kini usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena harus menyesuaikan kondisi kemampuan anggaran daerah yang masih terbatas.
Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah kota tetap berupaya meningkatkan pelayanan melalui optimalisasi armada yang ada.
Salah satunya dengan memanfaatkan kendaraan jenis Elf sebagai armada pendukung pada rute-rute yang mengalami kepadatan penumpang.
Baca Juga: Pengolahan Lahan Cabai Sebelum Tanam, Petani Milenial Ungkap Cara Tekan Layu dan Busuk Batang
Tahun lalu, Pemkot Blitar memperoleh tambahan satu unit Elf dari Kementerian Perhubungan.
Kendaraan tersebut kini dioperasikan dengan sistem mobiling atau penyisiran untuk membantu bus reguler yang mengalami kelebihan kapasitas.
"Misalnya, titik penjemputan di SMPN 3 masih banyak, pengemudi bus sekolah koordinasi dengan Elf agar melakukan mobiling atau penyisiran," terang Siswantoro.
Menurut Dishub, kendaraan jenis Elf justru dinilai lebih sesuai untuk karakteristik wilayah Kota Blitar yang memiliki banyak ruas jalan sempit dan lalu lintas padat.
Selain lebih lincah saat bermanuver, Elf juga lebih mudah berpindah lokasi untuk membantu rute yang mengalami lonjakan penumpang. Karena itu, kendaraan tersebut menjadi pelengkap penting bagi operasional bus sekolah yang sudah ada.
Seluruh armada yang digunakan saat ini merupakan aset daerah yang berasal dari berbagai sumber, mulai bantuan Kementerian Perhubungan, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) perbankan, hingga pengadaan mandiri oleh Pemerintah Kota Blitar.
"Sebenarnya Elf ya kalau untuk kota, karena manuvernya. Elf lebih efisien juga untuk mobiling dengan kondisi lalu lintas saat ini," pungkas Siswantoro.
Dengan kondisi tersebut, Dishub Kota Blitar berharap layanan bus sekolah tetap mampu menjadi pilihan transportasi yang aman dan nyaman bagi pelajar, sembari menunggu adanya peluang penambahan armada ketika kondisi anggaran daerah memungkinkan. (mg1/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari