Kemarau Rawan Karhutla Kabupaten Blitar, BPBD Larang Warga Buka Lahan dengan Cara Dibakar

Akhmad Nur Khoiri • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Petugas damkar memadamkan api yang membakar lahan milik warga di Kabupaten Blitar.
Petugas damkar memadamkan api yang membakar lahan milik warga di Kabupaten Blitar.

BLITAR KAWENTAR - Karhutla Kabupaten Blitar menjadi salah satu potensi bencana yang perlu diwaspadai selama musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan, lahan, dan perkebunan.

Cuaca panas yang disertai minimnya curah hujan membuat rumput, semak, ranting, serta vegetasi lainnya menjadi lebih kering dan mudah terbakar. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya karhutla Kabupaten Blitar, terutama di kawasan yang memiliki banyak vegetasi kering.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan, sebagian besar kejadian kebakaran lahan dipicu oleh aktivitas manusia. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan.

Baca Juga: Dana Cadangan Pilkada 2029 Kota Blitar Belum Punya Payung Hukum, DPRD Minta Pemkot Segera Ajukan Perda

Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Wahyudi menegaskan, pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan potensi kebakaran selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Menurut dia, kebiasaan tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar dan berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.

Baca Juga: Kisah Dibalik Hendi Budi Yuantoro, Anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Blitar Dua Periode Dilantik lewat PAW

Selain menghindari aktivitas yang dapat memicu api, warga juga diminta membersihkan lingkungan dari material yang mudah terbakar. Ranting, daun kering, dan rumput yang menumpuk di sekitar permukiman maupun lahan pertanian perlu dibersihkan secara berkala.

Pembersihan tersebut dapat mengurangi bahan yang berpotensi menjadi pemicu maupun media penyebaran api ketika terjadi kebakaran.

Firebreak Bisa Hambat Penyebaran Api

BPBD Kabupaten Blitar juga menyarankan pembuatan sekat bakar atau firebreak di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Sekat bakar dapat menjadi salah satu cara untuk menghambat penyebaran api apabila kebakaran terjadi.

Langkah pencegahan tidak hanya dilakukan sebelum munculnya api. Masyarakat juga diminta aktif memantau kondisi lingkungan sekitar. Apabila menemukan titik api atau kepulan asap, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas.

Kecepatan laporan dinilai sangat penting. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas ke area lainnya.

Wahyudi berharap masyarakat tidak ragu melapor apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Proyek Sirkuit Sentul Kota Blitar Diminta Ditunda, DPRD Nilai Kajian Belum Matang

Hubungi 112 Jika Kebakaran Terjadi

Apabila kebakaran sudah terjadi, masyarakat diimbau segera menghubungi layanan darurat 112 Kabupaten Blitar. Warga hanya disarankan melakukan pemadaman apabila api masih berukuran kecil dan kondisi di sekitar dinilai aman.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak melawan arah angin ketika berupaya memadamkan api. Jika kobaran semakin membesar atau menghasilkan asap pekat, warga diminta segera menjauh dari lokasi.

Baca Juga: Rapat KUA-PPAS Kota Blitar Diundur karena Tak Kuorum, Dana Cadangan Pilkada Rp10 Miliar Jadi Sorotan DPRD

Penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi paparan asap. Setelah api berhasil dipadamkan, kondisi lokasi tetap harus diperiksa untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala.

Hal tersebut penting karena bara yang tersisa dapat kembali memicu kebakaran, terlebih ketika berada di kawasan dengan vegetasi yang kering.

Wahyudi menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko kebakaran selama musim kemarau. Kesadaran dan kewaspadaan warga diperlukan agar potensi karhutla Kabupaten Blitar dapat dicegah sejak dini.

BPBD mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, terutama selama kondisi kemarau yang membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar. Pencegahan dari masyarakat diharapkan dapat mengurangi kejadian kebakaran sekaligus mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Editor : Regina Gavin Agata
Kebakaran Lahan karhutla kabupaten blitar buka lahan musim kemarau BPBD Kabupaten Blitar