Festival Kucing di RTH Kanigoro Bikin Heboh, 130 Anabul Tampil Nyentrik hingga Ikut Fashion Show

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:34 WIB
BIKIN GEMAS : Peserta fashion show menggendong kucing kesayangannya yang sudah dipakaikan busana, kemarin.
BIKIN GEMAS : Peserta fashion show menggendong kucing kesayangannya yang sudah dipakaikan busana, kemarin di RTH Kaniogoro.

 

BLITAR KAWENTAR - Festival Kucing di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro, Kabupaten Blitar, berlangsung meriah, Minggu (2/8).

 Ratusan pencinta anabul dari berbagai wilayah Blitar Raya datang membawa kucing kesayangan mereka untuk mengikuti sejumlah perlombaan dan kegiatan edukatif.

Festival Kucing yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar itu menghadirkan berbagai kegiatan. Mulai dari fashion show kucing, lomba makan lahap, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga edukasi mengenai perawatan hewan.

Baca Juga: Sanggar Patrialoka Blitar Raih 5 Penampil Terbaik di Festival Garudeya Mahambara Lewat Dramatari Sang Garuda

Antusiasme pencinta kucing terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 130 pendaftar. Kucing-kucing dengan beragam jenis dan penampilan dibawa ke lokasi untuk menunjukkan kebolehan masing-masing di hadapan pengunjung.

Fashion Show Kucing Jadi Perhatian

Salah satu peserta, Sabia Khairania Skatristan, warga Kecamatan Kademangan, mengaku mengikuti fashion show kucing secara mendadak. Ia bahkan tidak melakukan persiapan khusus sebelum membawa hewan peliharaannya ke lokasi.

Sabia memiliki empat ekor kucing di rumah. Dalam Festival Kucing tersebut, tiga anabul dibawanya sekaligus. Dua kucing mengikuti kategori fashion show, sedangkan satu lainnya diikutkan dalam lomba kucing sehat.

Baca Juga: BRI Jazz Gunung 2026 Jadi Sorotan, Festival Musik di Tengah Pegunungan Ini Siap Hadirkan Pengalaman Konser yang Berbeda

Salah satu kucing yang tampil merupakan jenis Persia. Di tengah suasana festival yang ramai, kucing tersebut terlihat tenang ketika berada di pangkuan pemiliknya.

Bagi Sabia, festival tersebut tidak hanya menjadi tempat untuk mengejar hadiah maupun piala. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para pencinta kucing untuk bertemu, berinteraksi, serta bertukar pengetahuan mengenai berbagai jenis dan perawatan anabul.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan konsep yang semakin meriah. Selain menjadi hiburan, festival dinilai memberikan kesempatan kepada para cat lover untuk mendapatkan informasi baru mengenai hewan peliharaan.

Bukan Sekadar Kontes Kucing

Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Khusna Lindarti yang hadir meninjau kegiatan mengapresiasi antusiasme masyarakat. Menurutnya, keberadaan hewan peliharaan seperti kucing dapat memberikan dampak psikologis positif dan menghadirkan kegembiraan dalam keluarga.

Namun, memelihara kucing tidak cukup hanya dengan memberikan makanan dan menyediakan tempat tinggal. Pemilik juga memiliki tanggung jawab terhadap kesehatan serta kesejahteraan hewan.

Baca Juga: Dana Cadangan Pilkada 2029 Kota Blitar Belum Punya Payung Hukum, DPRD Minta Pemkot Segera Ajukan Perda

Pesan tersebut turut disampaikan melalui fasilitas pemeriksaan medis gratis yang disediakan Disnakkan Kabupaten Blitar. Warga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan peliharaan sekaligus mendapatkan edukasi perawatan.

Edukasi menjadi salah satu bagian penting dalam festival. Pemilik kucing diharapkan semakin memahami bahwa memelihara hewan membutuhkan komitmen dalam jangka panjang.

Kesehatan fisik menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan. Selain kebutuhan makanan, pemilik juga perlu memastikan hewan mendapatkan perawatan yang sesuai agar tetap sehat dan sejahtera.

Baca Juga: BRI Jazz Gunung 2026 Jadi Sorotan, Festival Musik di Tengah Pegunungan Ini Siap Hadirkan Pengalaman Konser yang Berbeda

Berpeluang Jadi Agenda Tahunan

Tingginya antusiasme masyarakat membuat Pemkab Blitar membuka peluang untuk menjadikan Festival Kucing sebagai agenda tahunan. Kegiatan tersebut berpotensi kembali digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Blitar pada tahun-tahun berikutnya.

Khusna menilai Festival Kucing dapat menjadi sarana hiburan positif bagi masyarakat. Hobi memelihara hewan juga dianggap dapat membantu menghadirkan kegembiraan serta keseimbangan emosi di lingkungan keluarga.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 130 orang, festival tahun ini menunjukkan bahwa komunitas pencinta kucing di Blitar Raya memiliki antusiasme cukup tinggi.

Baca Juga: Melihat Aktivitas Penampungan Ratusan Anabul Terlantar di Selter Bethkiel Familie Blitar, Seperti Apa Kisahnya?

Jika respons masyarakat terus positif, Pemkab Blitar mempertimbangkan untuk kembali menyelenggarakan kegiatan serupa tahun depan. Festival tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi tentang kesehatan, perawatan, dan kesejahteraan hewan peliharaan. (jar/c1/sub)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Festival Kucing blitar anabul RTH kanigoro kucing