Legenda Gunung Kelut, Kisah Lembu Suro Dikubur Hidup-hidup hingga Lahir Kutukan Kediri dan Blitar

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 19:15 WIB
Legenda Gunung Kelut kembali menarik perhatian. Kisah Lembu Suro, Dewi Kilisuci, dan kutukan Kediri, Blitar, serta Tulungagung menjadi cerita rakyat yang terus dikenang.(Pinterest)
Legenda Gunung Kelut kembali menarik perhatian. Kisah Lembu Suro, Dewi Kilisuci, dan kutukan Kediri, Blitar, serta Tulungagung menjadi cerita rakyat yang terus dikenang.(Pinterest)

BLITAR - Legenda Gunung Kelut kembali menjadi perbincangan setelah kisah tentang Lembu Suro dan Dewi Kilisuci ramai diangkat dalam berbagai konten digital. Cerita rakyat yang telah diwariskan turun-temurun ini tidak hanya mengisahkan asal-usul Gunung Kelut, tetapi juga memuat pesan moral tentang janji, pengkhianatan, dan konsekuensi dari sebuah tipu muslihat.

Dalam kisah tersebut, Kerajaan Jenggala dipimpin seorang raja yang memiliki putri cantik bernama Dewi Kilisuci. Paras sang putri yang terkenal hingga ke berbagai negeri membuat banyak pangeran, kesatria, hingga makhluk sakti datang untuk meminangnya. Kondisi itu membuat sang raja khawatir karena khawatir penolakan terhadap salah satu pelamar dapat memicu peperangan.

Untuk menghindari konflik, Raja Jenggala menggelar sayembara sebagai syarat mempersunting Dewi Kilisuci. Sayembara itu dirancang sangat sulit sehingga hanya sosok yang benar-benar memiliki kesaktian luar biasa yang mampu menyelesaikannya.

Baca Juga: Cara Cek Saldo BRImo Paling Mudah, Cukup Klik Ikon Ini Saldo Rekening Langsung Muncul

Sayembara Mustahil di Puncak Gunung Kelut

Syarat yang diumumkan kepada seluruh pelamar adalah membuat dua sumur sangat dalam di puncak Gunung Kelut hanya dalam waktu satu malam. Sumur pertama harus mengeluarkan air beraroma harum, sedangkan sumur kedua mengeluarkan air berbau amis menyengat.

Bagi para pangeran dan kesatria manusia, syarat tersebut dianggap mustahil. Banyak di antara mereka memilih mundur karena menyadari pekerjaan itu berada di luar kemampuan manusia biasa.

Namun suasana berubah ketika muncul Lembu Suro, sosok sakti berkepala lembu yang dikenal sebagai penguasa gaib di kawasan Gunung Kelut. Dengan penuh keyakinan, ia menerima tantangan tersebut dan menyatakan sanggup menyelesaikan seluruh syarat sebelum matahari terbit.

Kesaktian Lembu Suro Tak Terbendung

Saat malam tiba, Lembu Suro langsung menuju puncak Gunung Kelut. Berbekal kesaktiannya, ia menghancurkan batu-batu vulkanik menggunakan tanduknya dan menggali tanah dengan kekuatan luar biasa.

Sepanjang malam, pekerjaan itu berlangsung tanpa henti. Konon, makhluk-makhluk gaib yang menjadi pengikutnya turut membantu mempercepat proses penggalian.

Menjelang fajar, dua sumur raksasa akhirnya berhasil diselesaikan sesuai syarat. Satu sumur memancarkan aroma harum, sedangkan satu lainnya mengeluarkan bau amis yang sangat menyengat.

Keberhasilan tersebut membuat seluruh Kerajaan Jenggala terkejut. Raja tak menyangka ada pelamar yang benar-benar mampu menyelesaikan tugas yang dianggap mustahil.

Dewi Kilisuci Menyusun Rencana

Meski syarat sayembara telah terpenuhi, Dewi Kilisuci justru diliputi rasa takut. Ia tidak ingin menikah dengan Lembu Suro yang berwujud menyeramkan meskipun mengakui kesaktian dan keberaniannya.

Sang putri kemudian menyusun rencana agar dapat menggagalkan kemenangan Lembu Suro tanpa harus membatalkan sayembara secara terang-terangan.

Dewi Kilisuci meminta untuk melihat langsung hasil pekerjaan di Gunung Kelut. Di hadapan Lembu Suro, ia memuji keberhasilan sang pelamar sebelum memintanya turun ke dasar sumur berbau amis untuk memastikan hasil pekerjaan benar-benar sesuai syarat.

Karena merasa telah dipercaya dan dipuji, Lembu Suro menerima permintaan itu tanpa sedikit pun rasa curiga.

Baca Juga: Rapel Pensiunan ASN Agustus 2026 Akhirnya Terungkap, Ini Alasan Pensiunan Baru Terima Bayaran Lebih Besar

Kutukan yang Menjadi Legenda Gunung Kelut

Begitu Lembu Suro berada di dasar sumur, Dewi Kilisuci memberi isyarat kepada para prajurit. Batu-batu besar dan tanah langsung dijatuhkan ke dalam sumur hingga menimbun tubuh Lembu Suro hidup-hidup.

Dalam kondisi sekarat, Lembu Suro mengeluarkan sumpah yang kemudian dipercaya menjadi legenda terkenal di Jawa Timur. Ia mengutuk wilayah Kediri, Blitar, dan Tulungagung sebagai balasan atas pengkhianatan yang diterimanya.

Masyarakat meyakini kutukan tersebut berkaitan dengan aktivitas Gunung Kelut yang berkali-kali mengalami letusan besar. Letusan itu dipercaya menjadi simbol amarah Lembu Suro yang terkubur di dalam gunung.

Hingga kini, legenda Gunung Kelut tetap hidup dalam budaya masyarakat Jawa sebagai cerita rakyat yang sarat makna. Selain menjadi kisah asal-usul Gunung Kelut, legenda tersebut juga mengajarkan pentingnya menepati janji, tidak mengkhianati kepercayaan orang lain, serta tidak menilai seseorang hanya berdasarkan penampilannya.

Cerita Lembu Suro dan Dewi Kilisuci terus dikenang sebagai salah satu legenda paling terkenal di Jawa Timur, sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang masih diceritakan dari generasi ke generasi.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Legenda Mania
Lembu Suro Legenda Gunung Kelut Kerajaan Jenggala Kutukan Gunung Kelut dewi kilisuci