Legenda Gunung Kelut, Pengkhianatan Dewi Kilisuci kepada Lembu Suro Berujung Kutukan yang Melegenda

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 19:20 WIB
Legenda Gunung Kelut mengisahkan pengkhianatan Dewi Kilisuci terhadap Lembu Suro setelah sayembara dimenangkan. Kisah ini dipercaya menjadi asal-usul kutukan Gunung Kelud.(Pinterest)
Legenda Gunung Kelud mengisahkan pengkhianatan Dewi Kilisuci terhadap Lembu Suro setelah sayembara dimenangkan. Kisah ini dipercaya menjadi asal-usul kutukan Gunung Kelud.(Pinterest)

BLITAR - Asal-usul Gunung Kelut kembali menjadi perhatian setelah legenda Lembu Suro dan Dewi Kilisuci banyak dibahas di berbagai platform digital. Cerita rakyat yang telah diwariskan secara turun-temurun ini mengisahkan bagaimana sebuah sayembara berubah menjadi tragedi yang melahirkan kutukan legendaris bagi wilayah Kediri, Blitar, dan Tulungagung.

Legenda tersebut bermula di Kerajaan Jenggala yang dipimpin oleh seorang raja bijaksana. Sang raja memiliki seorang putri bernama Dewi Kilisuci yang terkenal memiliki paras cantik dan kepribadian anggun. Kecantikannya membuat banyak pangeran, kesatria, hingga makhluk sakti dari berbagai penjuru datang untuk melamarnya.

Banyaknya pelamar justru membuat Raja Jenggala berada dalam posisi sulit. Ia khawatir jika salah memilih calon menantu atau menolak salah satu pelamar sakti, kerajaan akan terlibat peperangan. Demi mencari jalan tengah, sang raja akhirnya mengadakan sebuah sayembara yang diyakini hanya mampu diselesaikan oleh sosok dengan kesaktian luar biasa.

Baca Juga: Cara Cek Saldo BRImo Tanpa ke ATM, Begini Langkah Mudah Melihat Saldo Rekening BRI

Sayembara yang Sulit Ditaklukkan

Dalam pengumuman resmi kerajaan, seluruh pelamar diwajibkan membuat dua sumur sangat dalam di puncak Gunung Kelut hanya dalam waktu semalam. Tak hanya itu, satu sumur harus mengeluarkan air beraroma harum, sedangkan sumur lainnya harus mengeluarkan air berbau amis.

Persyaratan tersebut langsung membuat sebagian besar pelamar dari kalangan manusia mengundurkan diri. Mereka menganggap tugas itu mustahil dilakukan karena Gunung Kelut dipenuhi bebatuan keras dan berada di kawasan yang angker.

Namun suasana berubah ketika muncul Lembu Suro, sosok sakti berkepala lembu yang dikenal sebagai penguasa gaib di sekitar Gunung Kelut. Dengan penuh percaya diri, ia menyatakan sanggup menyelesaikan seluruh syarat sebelum fajar tiba.

Kesaktian Lembu Suro Mengalahkan Semua Pelamar

Begitu malam turun, Lembu Suro segera menuju puncak Gunung Kelut. Dengan tanduknya yang kokoh, ia menghancurkan batu-batu besar, sementara kedua tangannya menggali tanah hingga membentuk dua sumur raksasa.

Konon, kesaktiannya juga dibantu para makhluk gaib sehingga pekerjaan yang tampak mustahil itu dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Tepat sebelum matahari terbit, dua sumur telah selesai sesuai ketentuan sayembara.

Satu sumur memancarkan aroma harum, sedangkan satu lagi mengeluarkan bau amis yang sangat menyengat. Keberhasilan tersebut membuat seluruh utusan Kerajaan Jenggala terkejut karena tidak ada seorang pun yang menyangka syarat itu benar-benar dapat dipenuhi.

Dewi Kilisuci Menolak Menikah

Kemenangan Lembu Suro justru membuat Dewi Kilisuci diliputi kecemasan. Meski mengakui kesaktian sang pelamar, ia tidak sanggup membayangkan harus menikah dengan makhluk berkepala lembu.

Di sisi lain, Raja Jenggala juga berada dalam dilema. Ia harus menepati janji sayembara, tetapi tidak tega melihat putrinya dipaksa menikah dengan sosok yang tidak dicintainya.

Dewi Kilisuci kemudian menyusun rencana. Ia meminta agar Lembu Suro memperlihatkan langsung hasil pekerjaannya di puncak Gunung Kelut. Setelah memuji keberhasilan tersebut, sang putri memintanya turun ke dasar sumur yang berbau amis untuk memastikan seluruh syarat benar-benar telah terpenuhi.

Baca Juga: Cara Cek Saldo BRImo Paling Mudah, Cukup Klik Ikon Ini Saldo Rekening Langsung Muncul

Akhir Tragis Lembu Suro

Tanpa rasa curiga, Lembu Suro langsung melompat ke dasar sumur. Saat itulah Dewi Kilisuci memberi isyarat kepada para prajurit yang telah bersiap membawa batu dan tanah.

Dalam waktu singkat, sumur tersebut ditimbun hingga Lembu Suro terkubur hidup-hidup. Menyadari dirinya telah dikhianati, ia mengeluarkan sumpah yang dipercaya menjadi asal mula kutukan Gunung Kelut.

Lembu Suro mengutuk wilayah Kediri, Blitar, dan Tulungagung agar suatu saat mengalami bencana sebagai balasan atas pengkhianatan yang diterimanya. Kutukan itu kemudian dipercaya masyarakat berkaitan dengan letusan Gunung Kelut yang berkali-kali melanda kawasan tersebut.

Menjadi Legenda yang Terus Dikenang

Hingga sekarang, legenda Gunung Kelut masih menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Jawa Timur. Cerita ini tidak hanya menjelaskan asal-usul Gunung Kelut menurut kepercayaan rakyat, tetapi juga mengandung pesan moral tentang pentingnya menepati janji, menghindari tipu daya, serta tidak menilai seseorang hanya dari penampilan fisiknya.

Legenda Lembu Suro dan Dewi Kilisuci terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai salah satu cerita rakyat paling populer di Jawa Timur, sekaligus menjadi pengingat bahwa pengkhianatan dapat meninggalkan akibat panjang bagi banyak orang.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Legenda Mania
Lembu Suro Legenda Gunung Kelud Sayembara Jenggala Kutukan Gunung Kelud dewi kilisuci