BLITAR - Legenda Gunung Kelud menjadi salah satu cerita rakyat paling terkenal di Jawa Timur yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Kisah ini menceritakan perseteruan antara Lembu Suro dan Dewi Kilisuci yang berakhir tragis hingga dipercaya menjadi asal-usul kutukan serta aktivitas vulkanik Gunung Kelud.
Cerita bermula dari Kerajaan Jenggala yang dipimpin seorang raja bijaksana. Sang raja memiliki putri cantik bernama Dewi Kilisuci yang dikenal memiliki kecantikan luar biasa. Parasnya membuat banyak pangeran, kesatria, hingga makhluk sakti dari berbagai penjuru datang untuk meminangnya.
Banyaknya pelamar justru membuat Raja Jenggala kebingungan. Ia khawatir penolakan terhadap salah satu pelamar akan memicu permusuhan bahkan peperangan. Demi mencari solusi, sang raja bersama para penasihat akhirnya menggelar sebuah sayembara yang diyakini hanya dapat ditaklukkan oleh sosok paling sakti.
Baca Juga: Cara Cek Saldo BRImo Praktis Lewat HP, Cuma Klik Ikon Mata Saldo Rekening Langsung Terlihat
Sayembara Dua Sumur di Gunung Kelud
Syarat sayembara yang diumumkan kepada seluruh pelamar tergolong sangat berat. Siapa pun yang ingin mempersunting Dewi Kilisuci harus mampu membuat dua sumur di puncak Gunung Kelud hanya dalam waktu satu malam.
Tak hanya selesai sebelum fajar, kedua sumur juga harus memiliki keunikan. Sumur pertama wajib mengeluarkan air beraroma harum, sedangkan sumur kedua harus memancarkan bau amis yang menyengat.
Sebagian besar pelamar langsung menyerah. Mereka menilai syarat tersebut mustahil dipenuhi karena medan Gunung Kelud yang keras dan dikenal angker.
Namun seorang pelamar justru menerima tantangan itu tanpa keraguan. Dialah Lembu Suro, makhluk sakti berkepala lembu yang dikenal sebagai penguasa gaib di kawasan Gunung Kelud.
Lembu Suro Berhasil Menyelesaikan Tantangan
Saat malam tiba, Lembu Suro langsung menuju puncak Gunung Kelud. Dengan kekuatan luar biasa, ia menghancurkan bebatuan menggunakan tanduknya, sementara kedua tangannya menggali tanah hingga membentuk dua sumur raksasa.
Konon, kesaktian Lembu Suro dibantu para makhluk gaib sehingga pekerjaan yang dianggap mustahil itu dapat diselesaikan hanya dalam semalam.
Menjelang matahari terbit, dua sumur telah selesai sesuai syarat kerajaan. Satu mengeluarkan aroma harum, sedangkan satunya lagi berbau amis seperti yang diminta dalam sayembara.
Keberhasilan tersebut membuat seluruh utusan Kerajaan Jenggala tercengang. Tidak ada yang menyangka Lembu Suro benar-benar mampu menaklukkan tantangan tersebut.
Dewi Kilisuci Menjalankan Muslihat
Meski Lembu Suro dinyatakan berhasil, Dewi Kilisuci justru merasa ketakutan. Ia tidak ingin menikah dengan sosok berkepala lembu meskipun mengakui kesaktian yang dimiliki pelamar tersebut.
Sang putri kemudian menyusun rencana agar terhindar dari pernikahan. Dengan sikap ramah, ia meminta Lembu Suro menunjukkan langsung hasil pekerjaannya di puncak Gunung Kelud.
Setelah memberikan pujian, Dewi Kilisuci meminta Lembu Suro turun ke dasar sumur berbau amis agar dapat memastikan seluruh syarat benar-benar telah terpenuhi.
Tanpa menaruh curiga, Lembu Suro memenuhi permintaan itu. Begitu ia berada di dasar sumur, para prajurit yang telah bersiap segera menjatuhkan batu-batu besar dan tanah hingga menimbunnya hidup-hidup.
Baca Juga: Cara Cek Saldo BRImo Tanpa ke ATM, Begini Langkah Mudah Melihat Saldo Rekening BRI
Kutukan Gunung Kelud
Saat tubuhnya tertimbun dan menyadari dirinya telah dikhianati, Lembu Suro mengucapkan sumpah yang kemudian menjadi legenda di Jawa Timur.
Ia mengutuk wilayah Kediri, Blitar, dan Tulungagung agar kelak mengalami bencana sebagai balasan atas pengkhianatan yang diterimanya. Masyarakat kemudian mengaitkan kutukan tersebut dengan letusan Gunung Kelud yang berkali-kali membawa material vulkanik ke wilayah sekitarnya.
Legenda itu juga dipercaya menjadi asal-usul kawah Gunung Kelud, tempat Lembu Suro dikisahkan dikubur hidup-hidup oleh para prajurit Kerajaan Jenggala.
Hingga kini, kisah Gunung Kelud, Lembu Suro, dan Dewi Kilisuci masih hidup dalam tradisi lisan masyarakat Jawa Timur. Selain menjadi cerita asal-usul sebuah gunung berapi, legenda ini juga mengandung pesan moral tentang pentingnya menepati janji, menghindari tipu daya, serta mempertimbangkan setiap keputusan dengan bijaksana agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : Legenda Mania