Dua Hari Tak Terlihat, Pria di Talun Ditemukan Meninggal Membusuk dalam Kamar, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 09:23 WIB
TAK ADA TANDA KEKERASAN: Polisi melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah AA dari dalam kamar rumahnya.
TAK ADA TANDA KEKERASAN: Polisi melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah AA dari dalam kamar rumahnya.

BLITAR KAWENTAR – Warga Kecamatan Talun digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Minggu (2/8) sore. Peristiwa pria di Talun ditemukan meninggal ini sontak mengundang perhatian warga sekitar setelah korban diketahui tidak terlihat beraktivitas selama dua hari terakhir.

Korban berinisial AA ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di atas kasur di kamar tidurnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal polisi dan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat riwayat penyakit kronis yang telah lama dideritanya.

Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Syaiful Muheni menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB oleh tetangganya berinisial J. Rasa curiga muncul karena korban yang biasanya beraktivitas di sekitar rumah tidak terlihat selama dua hari.

Saat mendatangi rumah korban, saksi melihat sepeda motor korban masih terparkir di teras. Namun pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Kondisi tersebut membuat saksi semakin penasaran hingga akhirnya mengintip melalui jendela kamar.

Baca Juga: Dana Pilkada 2029 Mulai Disiapkan Pemkot Blitar, Rp 10 Miliar Diusulkan Masuk APBD 2027 tapi Terganjal Aturan

Dari balik jendela, saksi mendapati korban sudah terbaring kaku di atas tempat tidur. Wajah korban dilaporkan membengkak dan menghitam, diduga akibat telah meninggal beberapa waktu sebelumnya.

Saksi kemudian segera memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa serta Polsek Talun. Tak lama berselang, petugas gabungan dari SPKT, Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar, Polsek Talun, dan tenaga kesehatan dari puskesmas datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas juga mengevakuasi jenazah korban untuk dilakukan pemeriksaan medis luar guna memastikan penyebab kematian.

Baca Juga: Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, Sebanyak 6.059 debitur BRI Ikuti Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP Nasional

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan luka ataupun bekas kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.

Menurut Muheni, berdasarkan hasil pemeriksaan medis luar oleh tim Inafis bersama tenaga kesehatan, tubuh korban tidak menunjukkan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan.

Keterangan tersebut diperkuat oleh hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan keluarga korban yang menyebut AA tinggal seorang diri serta memiliki riwayat penyakit kronis.

Adik korban juga mengungkapkan bahwa kakaknya telah menderita penyakit jantung selama kurang lebih empat tahun terakhir.

Selain itu, petugas menemukan sejumlah obat-obatan medis di dalam kamar korban, seperti aspilets dan digoxin yang diketahui merupakan obat terapi penyakit jantung.

Baca Juga: Retribusi Wisata Ngreco Blitar Siap Kembali Dipungut, Akses Bendungan Lahor Dibuka untuk Mobil

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk melengkapi administrasi penyelidikan. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Pihak keluarga pun menerima kejadian itu sebagai musibah yang diduga berkaitan dengan penyakit yang selama ini diderita korban.

Polres Blitar mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi tetangga, terutama mereka yang tinggal seorang diri. Kepedulian lingkungan dinilai penting agar kondisi darurat dapat segera diketahui dan mendapatkan penanganan lebih cepat. (jar/c1/sub)

Editor : Azahra Meilisani Salma
pria di talun ditemukan meninggal penyakit jantung polres blitar penemuan jenazah talun blitar