BLITAR KAWENTAR – Sebanyak 26 kejadian kebakaran tercatat di Kota Blitar sepanjang Januari hingga 31 Juli 2026.
Dari berbagai kejadian tersebut, faktor manusia atau human error masih menjadi penyebab yang banyak ditemukan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Blitar Bayu Wijayanto mengatakan, sebagian besar kejadian kebakaran dipengaruhi kelalaian manusia. Sementara sebagian kecil lainnya dapat dipengaruhi faktor alam.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan masyarakat masih menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran.
Terlebih, sejumlah kejadian juga berkaitan dengan aktivitas warga yang sebenarnya dapat dicegah apabila dilakukan dengan pengawasan dan kehati-hatian.
Berdasarkan catatan Damkar Kota Blitar, kejadian kebakaran tersebar di sejumlah bulan sepanjang Januari hingga Juli 2026. Maret menjadi bulan dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni mencapai empat kasus.
Sementara itu, pada Januari dan Juni masing-masing tercatat tiga kejadian kebakaran.
Kebakaran yang ditangani petugas tidak seluruhnya terjadi pada bangunan.
Damkar Kota Blitar juga mencatat adanya kejadian kebakaran lahan selama periode tersebut.
Terdapat empat kejadian kebakaran lahan yang tercatat hingga akhir Juli. Kebakaran lahan tersebut diduga bermula dari aktivitas warga yang membakar sampah.
Kondisi lahan yang kering membuat api berpotensi lebih mudah merembet ke area sekitar. Terlebih apabila aktivitas pembakaran dilakukan tanpa pengawasan hingga api benar-benar padam.
Bayu mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran sampah. Api tidak boleh ditinggalkan sebelum dipastikan benar-benar padam.
Imbauan tersebut semakin penting ketika kondisi lingkungan cenderung kering.
Pembakaran sampah secara terbuka yang tidak diawasi dapat memicu api menjalar ke lahan maupun lingkungan di sekitarnya.
Masyarakat diminta memastikan lokasi pembakaran aman dan tetap melakukan pengawasan selama proses berlangsung.
Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat mencegah api membesar dan menyebabkan kebakaran.
Faktor kelalaian manusia sendiri menjadi perhatian karena berdasarkan catatan Damkar, human error masih menjadi penyebab dominan dalam kejadian kebakaran di Kota Blitar.
Selain kelalaian manusia, faktor alam juga disebut dapat menjadi penyebab sebagian kecil kejadian. Namun, secara umum, faktor manusia masih menjadi penyumbang terbesar.
Tidak hanya menangani kebakaran, Damkar Kota Blitar juga menerima berbagai laporan kejadian lain yang membutuhkan respons petugas.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat sekitar 300 kejadian yang membutuhkan penanganan Damkar Kota Blitar.
Namun, angka tersebut tidak seluruhnya merupakan peristiwa kebakaran. Petugas juga menerima permintaan bantuan masyarakat untuk berbagai kejadian lain yang membutuhkan penanganan dari tim pemadam kebakaran.
Baca Juga: Kebakaran Kandang Ayam KUB di Gandusari, 450 Ekor Ayam Mati Terpanggang, Kerugian Capai Rp100 Juta
Menurut Bayu, masyarakat saat ini memang semakin banyak meminta bantuan kepada Damkar.
Karena itu, tugas petugas tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran.
Berbagai laporan yang masuk membutuhkan respons petugas sesuai jenis kejadian yang dihadapi masyarakat.
Dengan demikian, angka sekitar 300 kejadian tersebut merupakan keseluruhan kejadian yang membutuhkan bantuan Damkar selama periode Januari hingga Juli 2026.
Sementara untuk kasus kebakaran sendiri, jumlah yang tercatat mencapai 26 kejadian hingga 31 Juli.
Dengan masih dominannya faktor kelalaian manusia sebagai penyebab kebakaran, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Terutama ketika melakukan aktivitas yang melibatkan api seperti membakar sampah. (bud/c1/ady)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari