Candi Penataran Blitar, Jejak Tiga Kerajaan Besar yang Diyakini Menangkal Letusan Gunung Kelud

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:55 WIB
Candi Penataran di Blitar menjadi saksi kejayaan Kediri, Singasari, dan Majapahit. Kompleks candi ini dipercaya sebagai pusat ritual untuk menangkal ancaman Gunung Kelud. (Pinterest)
Candi Penataran di Blitar menjadi saksi kejayaan Kediri, Singasari, dan Majapahit. Kompleks candi ini dipercaya sebagai pusat ritual untuk menangkal ancaman Gunung Kelud. (Pinterest)

BLITARCandi Penataran di Kabupaten Blitar menjadi salah satu peninggalan sejarah paling penting di Indonesia. Berada di lereng barat Gunung Kelud, kompleks candi bercorak Hindu ini bukan hanya dikenal sebagai kompleks candi terluas di Jawa Timur, tetapi juga dipercaya memiliki fungsi sebagai pusat ritual kerajaan untuk menangkal ancaman letusan Gunung Kelud pada masa lampau.

Keberadaan Candi Penataran menjadi bukti kejayaan tiga kerajaan besar Nusantara, yakni Kerajaan Kediri, Singasari, dan Majapahit. Selama berabad-abad, kawasan ini menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus tempat pelaksanaan ritual yang dilakukan para raja.

Terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, kompleks candi berdiri di ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut dengan luas mencapai sekitar 12.946 meter persegi. Kawasan ini terbagi menjadi tiga halaman utama, yakni halaman depan, tengah, dan belakang yang dipenuhi berbagai bangunan bersejarah.

Baca Juga: Hari Minggu untuk Potong Rambut dan Kuku: Benarkah Bisa Menghilangkan Keberkahan Menurut Tradisi?

Dibangun Sejak Era Kediri dan Dilanjutkan Majapahit

Sejarah mencatat pembangunan Candi Penataran dimulai pada masa Kerajaan Kediri sekitar tahun 1197 Masehi atau pada era pemerintahan Raja Srengga. Pembangunannya kemudian diteruskan pada masa Kerajaan Singasari hingga mencapai bentuk yang lebih lengkap ketika Kerajaan Majapahit berkuasa.

Nama Candi Penataran bahkan disebut dalam Kitab Negarakertagama yang ditulis pada 1365 Masehi. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa Raja Hayam Wuruk beberapa kali mengunjungi kawasan ini untuk melaksanakan ritual keagamaan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Candi Penataran memiliki kedudukan penting sebagai candi negara sekaligus pusat spiritual bagi Kerajaan Majapahit.

Dipercaya Menjadi Pelindung dari Letusan Gunung Kelud

Lokasi Candi Penataran yang berada tidak jauh dari Gunung Kelud diyakini bukan sebuah kebetulan. Gunung Kelud sejak dahulu dikenal sebagai gunung api aktif yang beberapa kali memicu bencana besar di wilayah sekitarnya.

Karena itu, kompleks candi dibangun sebagai tempat pelaksanaan ritual untuk memohon keselamatan serta meredam ancaman letusan gunung. Selain menjadi tempat pemujaan Dewa Siwa, kawasan ini dipercaya sebagai benteng spiritual kerajaan dari bencana alam.

Kepercayaan tersebut terus berkembang hingga kini dan menjadi bagian dari cerita sejarah yang melekat pada Candi Penataran.

Relief, Arca, dan Bangunan yang Masih Terawat

Saat memasuki kompleks candi, pengunjung akan disambut berbagai relief yang masih terlihat jelas di sejumlah bangunan. Relief tersebut menggambarkan kisah-kisah dalam ajaran Hindu serta berbagai simbol kehidupan masyarakat pada masa kerajaan.

Kompleks ini juga memiliki sejumlah arca, bangunan candi kecil, hingga candi induk yang menjadi pusat kawasan. Berbeda dengan candi di wilayah bekas Kerajaan Majapahit yang didominasi batu bata merah, sebagian besar bangunan Candi Penataran menggunakan batu andesit sebagai material utama.

Pemilihan batu andesit diduga disesuaikan dengan kondisi alam sekitar yang banyak menghasilkan material vulkanik dari aktivitas Gunung Kelud.

Petirtaan Masih Menjadi Tempat Ritual

Di bagian belakang kompleks terdapat petirtaan kuno yang hingga kini masih dialiri air jernih. Pada masa lalu, petirtaan digunakan sebagai tempat penyucian diri sebelum memasuki area utama candi.

Air di petirtaan dipercaya memiliki makna spiritual dan digunakan untuk membersihkan jasmani maupun batin sebelum mengikuti upacara keagamaan.

Hingga sekarang masih ada sebagian masyarakat yang datang untuk melakukan ritual maupun sekadar mengambil air sebagai bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Baca Juga: Hari Rabu untuk Potong Rambut dan Kuku: Benarkah Bisa Memengaruhi Sifat Menurut Tradisi?

Destinasi Wisata Sejarah Unggulan Blitar

Selain memiliki nilai sejarah tinggi, Candi Penataran juga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Blitar. Pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur candi, mempelajari sejarah kerajaan Nusantara, sekaligus melihat panorama alam di sekitar lereng Gunung Kelud.

Kawasan cagar budaya ini dikelola dengan baik sehingga tetap bersih dan terawat. Wisatawan diimbau menjaga kelestarian situs dengan tidak mencoret, merusak, maupun memindahkan bagian bangunan.

Dengan sejarah yang membentang sejak era Kediri hingga Majapahit serta kaitannya dengan Gunung Kelud, Candi Penataran menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang tidak hanya menyimpan nilai arkeologi, tetapi juga menggambarkan bagaimana masyarakat masa lampau memadukan kepercayaan, budaya, dan alam dalam kehidupan mereka.

Editor : M. Helmi Nurhisam
candi penataran blitar wisata sejarah gunung kelud kerajaan majapahit