Sejarah Kerajaan Kediri: Berdiri dari Pembagian Kerajaan Airlangga hingga Runtuh oleh Ken Arok

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:44 WIB
Jejak kejayaan Kerajaan Kediri masih dikenang melalui perjalanan panjang para rajanya, dari Sri Samarawijaya hingga Kertajaya. Warisan sejarah ini menjadi bukti penting perkembangan peradaban Hindu di Nusantara dan terus dipelajari hingga kini.
Jejak kejayaan Kerajaan Kediri masih dikenang melalui perjalanan panjang para rajanya, dari Sri Samarawijaya hingga Kertajaya. Warisan sejarah ini menjadi bukti penting perkembangan peradaban Hindu di Nusantara dan terus dipelajari hingga kini.

JAKARTA – Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu merupakan salah satu kerajaan Hindu terbesar di Jawa Timur yang lahir dari pembagian Kerajaan Kahuripan oleh Raja Airlangga. Berdiri pada pertengahan abad ke-11, kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa Raja Jayabaya sebelum akhirnya runtuh akibat pemberontakan Ken Arok pada 1222 Masehi.

Kerajaan Kediri dikenal sebagai pusat pemerintahan, sastra, dan kebudayaan Hindu di Nusantara. Sejumlah raja silih berganti memimpin kerajaan ini, meninggalkan prasasti serta karya sastra yang menjadi sumber penting sejarah Indonesia.

Menurut isi transkrip, Kerajaan Kediri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang yang sebelumnya dipindahkan Mpu Sindok dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Setelah Kerajaan Kahuripan dipimpin Airlangga, muncul persaingan perebutan takhta di antara kedua putranya.

Baca Juga: Kerajaan Kediri Mencapai Puncak Kejayaan di Era Jayabaya, Ini 11 Peninggalan Bersejarah yang Masih Dikenal hingga Kini

Untuk menghindari perang saudara, Airlangga membagi wilayah kekuasaannya menjadi dua. Kerajaan Jenggala berpusat di Kahuripan diberikan kepada Mapanji Garasakan, sedangkan Kerajaan Panjalu yang berpusat di Daha diserahkan kepada Sri Samarawijaya.

Pembagian wilayah tersebut dilakukan dengan bantuan Mpu Bharada yang, menurut kisah dalam Serat Calon Arang, menetapkan batas kedua kerajaan. Meski demikian, persaingan antara Jenggala dan Panjalu tetap berlanjut setelah Airlangga turun takhta menjadi pertapa.

Dalam perkembangannya, Panjalu berhasil menguasai Jenggala sehingga kerajaan ini lebih dikenal sebagai Kerajaan Kediri.

Baca Juga: Pidato Soekarno di PBB: Gagasan Pancasila yang Memukau Dunia dan Diusulkan Jadi Dasar Piagam PBB

Sri Samarawijaya menjadi raja pertama Kerajaan Kediri. Setelah beberapa pergantian penguasa, kerajaan mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Jayabaya sekitar 1135–1157 Masehi.

Pada masa Jayabaya, Panjalu berhasil memenangkan persaingan dengan Jenggala. Hal tersebut tercatat dalam Prasasti Ngantang melalui semboyan "Panjalu Jayati" yang berarti Panjalu menang.

Selain memperluas wilayah kekuasaan, era Jayabaya juga dikenal sebagai masa berkembangnya sastra Jawa Kuno. Kakawin Bharatayudha yang digubah oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh selesai disusun pada 1157 Masehi.

Dalam masyarakat Jawa, nama Jayabaya juga lekat dengan berbagai ramalan yang berkembang hingga sekarang. Namun, menurut isi transkrip, sebagian besar naskah mengenai ramalan tersebut berasal dari masa yang jauh setelah pemerintahan Jayabaya sehingga masih menjadi bahan kajian sejarah.

Setelah Jayabaya, Kerajaan Kediri dipimpin oleh sejumlah raja, di antaranya Sri Sarweswara, Sri Aryeswara, Sri Gandra, Sri Kameswara, hingga Kertajaya.

Masa akhir Kerajaan Kediri terjadi ketika Kertajaya menjadi raja terakhir. Berdasarkan isi transkrip, hubungan Panjalu dan Jenggala kembali memanas hingga kedua wilayah kembali dipersatukan di bawah kekuasaan Kertajaya.

Baca Juga: Airlangga Membagi Kerajaan Medang Jadi Dua, Begini Asal Usul Kerajaan Kediri dan Jenggala Menurut Kisah Legenda

Namun, kekuasaan tersebut tidak bertahan lama. Pada 1222 Masehi, Kertajaya berhasil dikalahkan oleh Ken Arok dari Tumapel. Kekalahan itu menandai berakhirnya Kerajaan Kediri sekaligus menjadi awal berdirinya Kerajaan Tumapel atau Singasari.

Meski kerajaannya runtuh, peninggalan sejarah Kerajaan Kediri tetap menjadi bagian penting perjalanan Nusantara. Berbagai prasasti, candi, dan karya sastra dari masa kerajaan tersebut masih menjadi rujukan utama dalam mempelajari sejarah Jawa Timur pada era Hindu-Buddha.

Kerajaan Kediri juga dikenang sebagai salah satu kerajaan yang berperan besar dalam perkembangan pemerintahan, kebudayaan, dan sastra klasik di Indonesia.

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
Raja Jayabaya Sejarah Kerajaan Kediri kerajaan kediri Ken Arok airlangga