Telaga Rambut Monte Simpan Legenda Mbah Monte dan Naga Penjaga, Kisah Ikan Dewa yang Tak Pernah Berkurang

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Telaga Rambut Monte di Blitar menyimpan legenda Mbah Monte, naga penjaga, dan ikan dewa yang dipercaya tak pernah berkurang. Simak kisah lengkapnya di sini. (Pinterest)
Telaga Rambut Monte di Blitar menyimpan legenda Mbah Monte, naga penjaga, dan ikan dewa yang dipercaya tak pernah berkurang. Simak kisah lengkapnya di sini. (Pinterest)

BLITAR - Telaga Rambut Monte di Kabupaten Blitar tak hanya dikenal karena kejernihan airnya, tetapi juga menyimpan legenda yang hingga kini masih dipercaya sebagian masyarakat. Cerita tentang Mbah Monte, ikan dewa, dan naga penjaga telaga menjadi kisah turun-temurun yang memperkuat citra kawasan tersebut sebagai destinasi wisata alam sekaligus wisata budaya.

Keberadaan Telaga Rambut Monte berada di kawasan lereng Gunung Kawi, Jawa Timur. Airnya yang berwarna biru kehijauan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Namun, di balik panorama alam yang menenangkan itu, berkembang sebuah legenda yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menjauhi sifat serakah.

Dalam cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi, Telaga Rambut Monte dipercaya sebagai tempat suci yang menjadi rumah bagi ikan dewa atau ikan sengkaring. Ikan-ikan tersebut diyakini bukan sekadar penghuni telaga biasa, melainkan simbol keseimbangan alam yang tidak boleh diganggu.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Kediri: Berdiri dari Pembagian Kerajaan Airlangga, Berjaya di Era Jayabaya hingga Runtuh oleh Ken Arok

Telaga Suci yang Dijaga Ikan Dewa

Konon, sejak dahulu masyarakat sekitar sangat menghormati Telaga Rambut Monte. Mereka memanfaatkan airnya untuk kebutuhan sehari-hari dengan penuh rasa hormat dan selalu menjaga kebersihan kawasan tersebut.

Kepercayaan terhadap ikan dewa menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Tidak ada warga yang berani menangkap atau menyakiti ikan-ikan tersebut karena dipercaya akan mendatangkan malapetaka.

Selain menjadi sumber kehidupan, telaga juga dianggap sebagai tempat yang memiliki nilai spiritual tinggi. Upacara adat dan doa syukur kepada Sang Pencipta disebut kerap dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap alam yang telah memberikan kehidupan.

Sosok Mbah Monte dalam Cerita Rakyat

Legenda Rambut Monte juga menghadirkan tokoh Mbah Monte, seorang pertapa yang dikenal bijaksana dan hidup sederhana di sekitar telaga. Ia digambarkan sebagai penjaga kawasan yang selalu mengajarkan masyarakat agar hidup selaras dengan alam.

Dalam kisah tersebut, Mbah Monte memiliki tongkat kayu yang dipercaya memiliki kekuatan luar biasa. Meski sakti, ia tidak pernah menggunakan kemampuannya untuk kepentingan pribadi, melainkan hanya untuk melindungi telaga beserta seluruh makhluk yang hidup di dalamnya.

Kebijaksanaan Mbah Monte membuat masyarakat menjadikannya panutan. Banyak warga datang meminta nasihat tentang kehidupan, pertanian, hingga cara menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan.

Keserakahan Jatasura Berujung Kehancuran

Konflik dalam legenda bermula ketika seorang saudagar kaya bernama Jatasura datang ke kawasan Rambut Monte. Berbeda dengan warga setempat, ia melihat ikan dewa sebagai komoditas yang dapat menghasilkan keuntungan besar.

Jatasura kemudian menyusun rencana menguras seluruh air telaga agar ikan-ikan tersebut mudah ditangkap. Meski telah diperingatkan oleh masyarakat dan Mbah Monte, ia tetap melanjutkan niatnya.

Menurut cerita, saat Jatasura mencoba menantang Mbah Monte dengan mencabut tongkat yang ditancapkan di tanah, muncul semburan air yang sangat deras. Air itu berubah menjadi banjir besar yang menelan Jatasura bersama para pengikutnya.

Baca Juga: Situs Rambut Monte Blitar, Wisata Cagar Budaya dengan Kolam Ikan Dewa dan Candi Kuno yang Sarat Misteri

Naga Penjaga Telaga Rambut Monte

Legenda menyebut tongkat milik Mbah Monte kemudian berubah menjadi seekor naga raksasa yang menetap di dasar Telaga Rambut Monte. Naga tersebut dipercaya menjadi penjaga abadi telaga sekaligus pelindung ikan dewa agar tidak diganggu manusia.

Sejak peristiwa itu, kawasan Rambut Monte diyakini semakin sakral. Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan telaga tetap menjaga sikap dan tidak berani mengganggu ikan-ikan yang hidup di dalamnya.

Hingga kini, Telaga Rambut Monte masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Blitar. Selain menawarkan panorama alam yang asri, tempat ini juga menarik perhatian wisatawan yang ingin mengetahui kisah legenda yang telah hidup selama ratusan tahun.

Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut sebagai fakta sejarah, legenda Rambut Monte tetap menjadi warisan budaya yang memiliki nilai moral. Kisah itu mengingatkan bahwa keserakahan hanya akan membawa kehancuran, sedangkan menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Top Histori
Legenda Mbah Monte Naga Penjaga telaga rambut monte blitar Ikan Dewa