Makam Bung Karno Jadi Wisata Sejarah Favorit di Blitar, Museum Gratis hingga Gong Perdamaian Dunia Jadi Daya Tarik

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Makam Bung Karno di Blitar menawarkan wisata sejarah lengkap dengan museum gratis, perpustakaan, Gong Perdamaian Dunia, dan area ziarah sang Proklamator.(Pinterest)
Makam Bung Karno di Blitar menawarkan wisata sejarah lengkap dengan museum gratis, perpustakaan, Gong Perdamaian Dunia, dan area ziarah sang Proklamator.(Pinterest)

BLITARMakam Bung Karno masih menjadi destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Blitar yang tidak pernah kehilangan daya tarik. Kompleks peristirahatan terakhir Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, setiap hari dipadati peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah yang ingin mengenang jasa sang proklamator sekaligus mempelajari perjalanan hidupnya melalui museum dan perpustakaan yang berada dalam satu kawasan.

Terletak di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Makam Bung Karno berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Alun-Alun Kota Blitar. Lokasinya mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun rombongan wisata.

Tak hanya menjadi tempat ziarah, Makam Bung Karno juga berkembang sebagai wisata edukasi sejarah. Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi peninggalan Bung Karno, mulai dari benda pribadi, dokumentasi perjuangan, hingga mengenal perjalanan hidup sang proklamator sejak masa kecil hingga akhir hayatnya. 

Baca Juga: Situs Rambut Monte Blitar, Destinasi Wisata Bersejarah dengan Kolam Mata Air Jernih dan Ikan Dewa

Museum Bung Karno Simpan Ribuan Koleksi Bersejarah

Memasuki kawasan makam dari sisi barat, pengunjung akan disambut patung Bung Karno yang sedang duduk sambil memegang buku. Tak jauh dari lokasi tersebut berdiri Museum Bung Karno yang dapat dikunjungi secara gratis.

Museum ini menyimpan sekitar 2.200 koleksi yang berkaitan dengan Presiden pertama RI. Berbagai benda bersejarah dipamerkan, mulai dari pakaian, koper yang pernah digunakan Bung Karno, uang seri Soekarno, foto-foto dokumentasi, lukisan, hingga benda pusaka seperti keris Kiai Sekar Jagat dan Gong Kiai Jimat.

Selain itu terdapat pula peci, kacamata hitam, baju safari, jam tangan, parfum favorit Bung Karno, hingga meja kerja yang pernah digunakan semasa hidupnya.

Museum tersebut juga dilengkapi ruang multimedia yang memungkinkan pengunjung menyaksikan film biografi Bung Karno melalui layar sentuh.

Wisata Edukasi Sejarah dalam Satu Kawasan

Di kompleks yang sama terdapat Rumah Pintar Pemilu Nasional Bung Karno. Area ini menampilkan sejarah perkembangan pemilu di Indonesia sejak Pemilu 1955 hingga Pemilu 2024.

Pengunjung juga dapat melihat miniatur rumah pengasingan Bung Karno di berbagai daerah, seperti Ende, Bengkulu, Berastagi, hingga Parapat. Seluruh koleksi disertai penjelasan yang memudahkan masyarakat memahami perjalanan perjuangan sang proklamator.

Museum Bung Karno sendiri diresmikan pada 3 Juli 2004 oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan hingga kini menjadi salah satu tujuan utama pelajar maupun wisatawan yang ingin mempelajari sejarah bangsa.

Gong Perdamaian Dunia Jadi Daya Tarik Tambahan

Selain museum, kompleks ini memiliki area amphitheater yang kerap digunakan untuk berbagai kegiatan budaya. Di bagian atasnya berdiri Gong Perdamaian Dunia berukuran besar.

Monumen tersebut dihiasi simbol berbagai agama serta bendera dari lebih dari 200 negara sebagai lambang perdamaian dunia. Lokasi ini menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto.

Di sepanjang jalur menuju area makam juga terdapat relief perjuangan Bung Karno, kolam ikan, hingga deretan pedagang yang menjual aneka suvenir khas Blitar.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Kediri: Berdiri dari Pembagian Kerajaan Airlangga, Berjaya di Era Jayabaya hingga Runtuh oleh Ken Arok

Tiket Murah, Sudah Termasuk Istana Gebang

Untuk memasuki area makam, pengunjung dikenakan tiket sebesar Rp4.000 per orang. Tiket tersebut sekaligus dapat digunakan untuk mengunjungi Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno yang lokasinya masih berada di Kota Blitar.

Kompleks Makam Bung Karno memiliki luas sekitar 1,8 hektare dan dibagi menjadi tiga bagian, yakni halaman, teras, dan pendopo yang mengadopsi filosofi kehidupan dalam budaya Jawa.

Pusat kawasan berada di Pendopo Astono Mulyo yang dibangun bergaya arsitektur Joglo dengan atap tembaga bertingkat. Di bawah pendopo inilah Bung Karno dimakamkan berdampingan dengan ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo, dan ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai.

Di sisi lain kawasan juga berdiri Masjid Raden Soekemi Sosrodihardjo yang menjadi fasilitas ibadah bagi para peziarah.

Selalu Ramai Menjelang Hari Besar

Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga berbagai daerah di Indonesia hingga wisatawan mancanegara.

Jumlah peziarah biasanya meningkat saat bulan Ramadan, peringatan Hari Lahir Bung Karno setiap 6 Juni, hari wafat Bung Karno pada 21 Juni, serta menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Usai berziarah, wisatawan diarahkan melewati sentra UMKM yang menjual batik, kerajinan tangan, gantungan kunci, makanan khas, hingga berbagai cendera mata khas Kota Blitar.

Dengan perpaduan wisata religi, sejarah, edukasi, dan budaya dalam satu kawasan, Makam Bung Karno tetap menjadi ikon wisata Kota Blitar yang terus menarik minat masyarakat untuk mengenang jasa sang Proklamator sekaligus mempelajari sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Dewi Novala
museum bung karno gong perdamaian dunia blitar makam bung karno wisata sejarah blitar