BLITAR – Wisata Makam Bung Karno di Kota Blitar terus menjadi magnet bagi peziarah sekaligus pecinta sejarah dari berbagai penjuru Indonesia. Tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama Republik Indonesia, kawasan ini juga menghadirkan museum, perpustakaan, hingga berbagai fasilitas edukasi yang membuat kunjungan semakin bermakna.
Berada di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Wisata Makam Bung Karno dapat dijangkau hanya sekitar delapan menit dari Alun-Alun Kota Blitar. Lokasinya yang strategis membuat kawasan ini menjadi salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Kota Patria.
Selain menjadi lokasi ziarah, Wisata Makam Bung Karno juga menyuguhkan pengalaman mengenal lebih dekat sosok Ir Soekarno melalui beragam koleksi sejarah yang masih terawat hingga kini.
Baca Juga: Situs Rambut Monte Blitar, Destinasi Wisata Bersejarah dengan Kolam Mata Air Jernih dan Ikan Dewa
Museum Gratis dengan Ribuan Koleksi Bung Karno
Setelah memasuki kawasan utama, pengunjung akan menemukan Museum Bung Karno yang dapat dikunjungi tanpa biaya tambahan. Museum ini menjadi pusat informasi mengenai perjalanan hidup sang proklamator.
Lebih dari 2.200 koleksi tersimpan di dalam museum, mulai dari foto-foto dokumentasi perjuangan, pakaian pribadi, koper yang pernah digunakan Bung Karno, uang seri Soekarno, hingga berbagai benda bersejarah lainnya.
Tak hanya itu, museum juga memamerkan keris pusaka Kiai Sekar Jagat, Gong Kiai Jimat, peci, kacamata hitam, jam tangan, parfum favorit, baju safari, hingga meja kerja yang pernah digunakan Bung Karno semasa hidupnya.
Seluruh koleksi dilengkapi informasi sehingga memudahkan pengunjung memahami sejarah perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.
Mengenal Perjalanan Bung Karno Lewat Multimedia
Di dalam kompleks museum tersedia ruang multimedia yang memungkinkan pengunjung menyaksikan film dokumenter mengenai perjalanan hidup Bung Karno.
Terdapat pula miniatur rumah pengasingan Bung Karno di sejumlah daerah seperti Ende, Bengkulu, Parapat, dan Berastagi. Kehadiran miniatur tersebut memberikan gambaran mengenai masa-masa pengasingan yang dijalani Bung Karno sebelum Indonesia merdeka.
Tak jauh dari museum, tersedia Rumah Pintar Pemilu Nasional yang menyajikan perkembangan sejarah pemilu di Indonesia, mulai dari Pemilu 1955 hingga Pemilu 2024.
Gong Perdamaian Dunia Jadi Spot Favorit
Salah satu daya tarik lain di kawasan ini adalah Gong Perdamaian Dunia. Monumen berukuran besar tersebut dihiasi lambang berbagai agama dan bendera dari lebih dari 200 negara sebagai simbol persaudaraan dunia.
Di sekitar lokasi juga terdapat amphitheater yang sering dimanfaatkan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan budaya maupun pertunjukan seni.
Sementara di sepanjang jalur menuju makam, wisatawan dapat menikmati relief perjuangan Bung Karno, kolam ikan, hingga deretan kios yang menawarkan aneka suvenir khas Blitar.
Tiket Terjangkau dengan Fasilitas Lengkap
Untuk memasuki kawasan makam, pengunjung hanya dikenakan tiket sebesar Rp4.000 per orang. Tiket tersebut juga dapat digunakan untuk mengunjungi Istana Gebang yang menjadi rumah masa kecil Bung Karno.
Area makam berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,8 hektare yang dibagi menjadi tiga bagian, yakni halaman, teras, dan pendopo. Tata ruang tersebut mengadopsi filosofi kehidupan dalam budaya Jawa.
Pusat kawasan berada di Pendopo Astono Mulyo yang memiliki arsitektur Joglo dengan atap bertingkat. Di tempat inilah Bung Karno dimakamkan berdampingan dengan ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo, dan ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai.
Tak jauh dari lokasi makam berdiri Masjid Raden Soekemi Sosrodihardjo yang menjadi fasilitas ibadah bagi para peziarah.
Selalu Ramai Saat Momen Tertentu
Jumlah pengunjung biasanya meningkat menjelang Ramadan, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, Hari Wafat Bung Karno setiap 21 Juni, hingga peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Usai berziarah, pengunjung diarahkan melewati sentra UMKM yang menjual beragam oleh-oleh khas Blitar, mulai dari batik, kerajinan tangan, gantungan kunci, hingga makanan tradisional.
Dengan perpaduan wisata sejarah, edukasi, religi, dan budaya dalam satu kawasan, Wisata Makam Bung Karno tetap menjadi destinasi unggulan Kota Blitar yang tidak hanya mengenalkan sosok sang proklamator, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terus menghargai perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : Dewi Novala