Komplek Makam Bung Karno Jadi Ikon Wisata Sejarah Blitar, Museum Gratis hingga Istana Gebang Bisa Dikunjungi

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:40 WIB
Komplek Makam Bung Karno di Blitar menawarkan wisata sejarah lengkap dengan museum gratis, area ziarah, Gong Perdamaian Dunia, dan tiket yang juga berlaku ke Istana Gebang. (Pinterest)
Komplek Makam Bung Karno di Blitar menawarkan wisata sejarah lengkap dengan museum gratis, area ziarah, Gong Perdamaian Dunia, dan tiket yang juga berlaku ke Istana Gebang. (Pinterest)

BLITARKomplek Makam Bung Karno di Kota Blitar tak hanya menjadi lokasi ziarah Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata sejarah yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Keberadaan museum, perpustakaan, hingga berbagai fasilitas edukasi membuat kawasan ini menjadi tempat yang tepat untuk mengenal lebih dekat perjalanan hidup Sang Proklamator.

Berlokasi di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Komplek Makam Bung Karno dapat dijangkau sekitar delapan menit dari Alun-Alun Kota Blitar. Akses yang mudah serta fasilitas yang lengkap menjadikan kawasan ini sebagai salah satu ikon wisata sejarah di Jawa Timur.

Tak hanya peziarah, kawasan ini juga banyak dikunjungi pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan mancanegara yang ingin mempelajari sejarah perjuangan Bung Karno secara lebih mendalam.

Baca Juga: Situs Rambut Monte Blitar, Destinasi Wisata Bersejarah dengan Kolam Mata Air Jernih dan Ikan Dewa

Menyimpan Ribuan Koleksi Bersejarah

Sebelum menuju area makam, pengunjung akan melewati Museum Bung Karno yang menjadi salah satu daya tarik utama. Museum tersebut tidak memungut biaya masuk sehingga dapat dinikmati seluruh kalangan.

Di dalamnya tersimpan lebih dari 2.200 koleksi yang berkaitan dengan kehidupan Bung Karno. Mulai dari foto-foto dokumentasi, pakaian resmi, koper pribadi, meja kerja, peci, kacamata hitam, parfum favorit, hingga berbagai benda peninggalan bersejarah lainnya.

Tak hanya itu, terdapat pula koleksi uang bergambar Bung Karno, keris pusaka Kiai Sekar Jagat, Gong Kiai Jimat, serta berbagai benda filateli yang memperlihatkan perjalanan panjang sang proklamator.

Seluruh koleksi dilengkapi penjelasan sehingga pengunjung dapat memahami sejarah setiap benda yang dipamerkan.

Belajar Sejarah Lewat Multimedia

Museum Bung Karno juga menghadirkan fasilitas multimedia berupa layar sentuh yang memungkinkan pengunjung menyaksikan film dokumenter mengenai perjalanan hidup Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.

Selain itu, tersedia miniatur rumah pengasingan Bung Karno di beberapa daerah, seperti Ende, Bengkulu, Parapat, dan Berastagi. Miniatur tersebut menggambarkan masa-masa perjuangan Bung Karno saat menjalani pengasingan pada era penjajahan.

Di kawasan yang sama terdapat Rumah Pintar Pemilu Nasional yang menampilkan sejarah pemilu Indonesia sejak tahun 1955 hingga pelaksanaan Pemilu 2024.

Gong Perdamaian Dunia Jadi Ikon Tambahan

Setelah keluar dari museum, pengunjung dapat menikmati kawasan terbuka yang dihiasi relief perjuangan Bung Karno serta kolam ikan.

Tak jauh dari lokasi itu berdiri Gong Perdamaian Dunia, sebuah monumen besar yang dihiasi simbol berbagai agama dan bendera dari lebih dari 200 negara. Monumen tersebut menjadi simbol penting mengenai pesan perdamaian dan persatuan.

Di sekitar kawasan juga terdapat amphitheater yang kerap dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan pertunjukan seni maupun kegiatan budaya.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Kediri: Berdiri dari Pembagian Kerajaan Airlangga, Berjaya di Era Jayabaya hingga Runtuh oleh Ken Arok

Tiket Murah, Fasilitas Lengkap

Untuk memasuki area makam, pengunjung hanya dikenakan tiket sebesar Rp4.000 per orang. Tiket tersebut sekaligus dapat digunakan untuk mengunjungi Istana Gebang yang menjadi rumah masa kecil Bung Karno.

Komplek Makam Bung Karno memiliki luas sekitar 1,8 hektare yang dibagi menjadi tiga bagian, yakni halaman, teras, dan pendopo. Konsep tersebut mengadopsi filosofi perjalanan hidup dalam budaya Jawa.

Pusat kawasan berada di Pendopo Astono Mulyo yang dibangun menggunakan arsitektur Joglo beratap bertingkat. Di tempat inilah Bung Karno dimakamkan berdampingan dengan ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo, dan ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai.

Di sisi kompleks makam juga berdiri Masjid Raden Soekemi Sosrodihardjo yang menjadi fasilitas ibadah bagi para peziarah.

Selalu Ramai Saat Momen Bersejarah

Kunjungan ke Komplek Makam Bung Karno biasanya meningkat pada momen tertentu, seperti Hari Lahir Bung Karno setiap 6 Juni, Hari Wafat Bung Karno pada 21 Juni, bulan Ramadan, hingga menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Usai berziarah, pengunjung diarahkan melewati sentra UMKM yang menjual beragam suvenir khas Blitar, mulai dari batik, kerajinan tangan, gantungan kunci, hingga makanan tradisional.

Perpaduan antara wisata religi, edukasi, sejarah, dan budaya membuat Komplek Makam Bung Karno tetap menjadi destinasi unggulan Kota Blitar. Kawasan ini tidak hanya menjadi tempat mengenang jasa Sang Proklamator, tetapi juga ruang belajar sejarah yang terus menarik minat masyarakat dari berbagai generasi.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Dewi Novala
museum bung karno Makam Bung Karno Blitar Komplek Makam Bung Karno Istana Gebang wisata sejarah blitar