Makam Bung Karno Jadi Destinasi Wisata Sejarah Favorit di Blitar, Museum Gratis hingga Surga Oleh-Oleh

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Makam Bung Karno di Blitar menawarkan wisata sejarah lengkap dengan museum gratis, area ziarah, tiket terusan ke Istana Gebang, serta pusat oleh-oleh khas yang selalu ramai dikunjungi. (Pinterest)
Makam Bung Karno di Blitar menawarkan wisata sejarah lengkap dengan museum gratis, area ziarah, tiket terusan ke Istana Gebang, serta pusat oleh-oleh khas yang selalu ramai dikunjungi. (Pinterest)

BLITAR – Komplek Makam Bung Karno di Kota Blitar tetap menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang paling ramai dikunjungi wisatawan maupun peziarah dari berbagai daerah. Selain menjadi tempat peristirahatan Presiden pertama Republik Indonesia, kawasan ini juga menawarkan museum, perpustakaan, hingga pusat oleh-oleh yang membuat kunjungan terasa lebih lengkap.

Berlokasi di Jalan Ir. Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Makam Bung Karno mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan bantuan aplikasi navigasi digital. Kawasan tersebut juga dipenuhi pedagang kuliner dan oleh-oleh khas Blitar yang menjadi daya tarik tambahan bagi para pengunjung.

Area parkir di sekitar lokasi cukup luas dengan tarif parkir motor sekitar Rp5.000. Dari tempat parkir, pengunjung dapat langsung menuju kompleks wisata sejarah yang dibuka setiap hari.

Baca Juga: Makam Bung Karno Jadi Wisata Sejarah Favorit di Blitar, Museum Gratis hingga Gong Perdamaian Dunia Jadi Daya Tarik

Museum Bung Karno Bisa Dikunjungi Gratis

Sebelum menuju area makam, pengunjung dapat mampir ke Museum Bung Karno atau layanan memorabilia yang berada di dalam kompleks. Menariknya, museum ini dapat dikunjungi secara gratis.

Di dalam museum tersimpan berbagai koleksi bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan hidup Bung Karno. Mulai dari teks Proklamasi, paspor, koper pribadi, pakaian, keris pusaka, hingga koleksi uang kuno yang pernah beredar di Indonesia.

Museum juga menghadirkan miniatur rumah-rumah pengasingan Bung Karno di berbagai daerah, seperti Sumatera Utara, Bengkulu, hingga Flores. Setiap koleksi dilengkapi informasi yang membantu pengunjung mengenal lebih jauh perjalanan hidup sang proklamator.

Selain benda-benda bersejarah, tersedia pula fasilitas digital berupa layar interaktif yang menyajikan video dokumenter, foto, serta biografi Bung Karno sehingga pengalaman belajar sejarah menjadi lebih menarik.

Relief Perjuangan dan Suasana Edukatif

Keluar dari museum, pengunjung akan melewati kawasan yang dihiasi relief panjang mengenai perjalanan perjuangan Bung Karno. Relief tersebut menjadi salah satu spot favorit untuk berfoto sekaligus memahami kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui media visual.

Di area ini juga terdapat kolam, taman, serta sejumlah pedagang suvenir yang menjual berbagai aksesoris khas Blitar.

Meski ramai saat musim liburan, suasana kawasan tetap tertata sehingga pengunjung masih dapat menikmati wisata sejarah dengan nyaman.

Tiket Makam Sekaligus Berlaku ke Istana Gebang

Untuk memasuki area makam utama, pengunjung diwajibkan membeli tiket masuk di kantor sekretariat. Harga tiket sekitar Rp4.000 per orang.

Menariknya, tiket tersebut juga dapat digunakan untuk mengunjungi Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno yang kini menjadi destinasi wisata sejarah lain di Kota Blitar.

Sebelum memasuki area makam, banyak pedagang yang menjual bunga tabur sebagai perlengkapan ziarah.

Tempat Peristirahatan Sang Proklamator

Di dalam kompleks pemakaman berdiri pendopo yang menaungi makam Bung Karno. Sang proklamator dimakamkan berdampingan dengan kedua orang tuanya, yakni Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Suasana di area makam terasa tenang dan khidmat. Setiap hari selalu ada peziarah yang datang untuk memanjatkan doa sekaligus mengenang jasa Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Tak sedikit pengunjung yang memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak keluarga maupun anak-anak belajar sejarah secara langsung di lokasi yang menjadi saksi penghormatan terhadap tokoh bangsa tersebut.

Baca Juga: Legenda Rambut Monte Terungkap, Kisah Mbah Monte, Ikan Dewa, dan Naga Penjaga yang Masih Diyakini Warga

Pusat Oleh-Oleh Jadi Penutup Perjalanan

Usai berziarah, pengunjung diarahkan melewati jalur keluar yang dipenuhi deretan kios UMKM lokal. Beragam produk dijual di kawasan ini, mulai dari pakaian, gantungan kunci, gelang, batik, hingga aneka makanan khas Blitar.

Beberapa produk yang banyak diburu wisatawan antara lain dodol, pia, keripik, tape, buah segar, serta berbagai camilan lokal dengan harga yang relatif terjangkau.

Keberadaan pusat oleh-oleh tersebut membuat kunjungan ke Makam Bung Karno tidak hanya menjadi wisata religi dan sejarah, tetapi juga memberi kesempatan bagi wisatawan untuk membawa pulang produk khas daerah sebagai buah tangan.

Dengan perpaduan nilai sejarah, edukasi, wisata religi, dan dukungan UMKM lokal, Komplek Makam Bung Karno tetap menjadi salah satu destinasi unggulan Kota Blitar yang layak masuk dalam daftar kunjungan saat berlibur ke Jawa Timur.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Loyal Trip Adventure
museum bung karno makam bung karno oleh-oleh blitar Istana Gebang wisata sejarah blitar