Makam Bung Karno Selalu Ramai Dikunjungi, Wisata Sejarah di Blitar Ini Sajikan Museum Gratis dan Oleh-Oleh Lengkap

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Makam Bung Karno di Blitar menjadi destinasi wisata sejarah favorit dengan museum gratis, area ziarah yang khidmat, tiket terusan Istana Gebang, dan pusat oleh-oleh khas yang ramai dikunjungi. (Pinterest)
Makam Bung Karno di Blitar menjadi destinasi wisata sejarah favorit dengan museum gratis, area ziarah yang khidmat, tiket terusan Istana Gebang, dan pusat oleh-oleh khas yang ramai dikunjungi. (Pinterest)

BLITARMakam Bung Karno di Kota Blitar tidak hanya menjadi tempat ziarah Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata sejarah yang menawarkan pengalaman edukatif bagi pengunjung. Di dalam kompleks seluas lebih dari satu hektare itu, wisatawan dapat menikmati museum, perpustakaan, hingga kawasan belanja oleh-oleh yang menjadi favorit saat berkunjung ke Kota Blitar.

Terletak di Jalan Ir. Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Makam Bung Karno mudah diakses dari pusat kota. Lokasinya yang strategis membuat kawasan ini hampir tak pernah sepi, terutama saat akhir pekan, hari libur nasional, Ramadan, hingga peringatan hari lahir maupun wafat Bung Karno.

Setibanya di lokasi, pengunjung akan menemukan area parkir yang cukup luas. Sepanjang jalan menuju pintu masuk, deretan pedagang menawarkan bunga tabur, makanan ringan, hingga berbagai cendera mata khas Blitar yang menjadi pelengkap perjalanan wisata sejarah.

Baca Juga: Makam Bung Karno Jadi Wisata Sejarah Favorit di Blitar, Museum Gratis hingga Gong Perdamaian Dunia Jadi Daya Tarik

Museum Bung Karno Simpan Jejak Perjalanan Sang Proklamator

Sebelum memasuki area pemakaman, pengunjung dapat mengunjungi Museum Bung Karno yang berada di dalam kompleks. Museum ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Berbagai koleksi bersejarah tersimpan rapi di dalam museum. Mulai dari salinan teks Proklamasi, paspor Bung Karno, koper pribadi, pakaian, keris pusaka, hingga koleksi uang kuno yang pernah digunakan di Indonesia.

Tak hanya itu, museum juga menghadirkan miniatur rumah-rumah pengasingan Bung Karno di sejumlah daerah seperti Bengkulu, Sumatera Utara, dan Ende, Flores. Setiap koleksi dilengkapi informasi yang memudahkan pengunjung memahami perjalanan hidup sang proklamator.

Fasilitas digital berupa layar interaktif juga tersedia untuk menampilkan video dokumenter, foto-foto perjuangan, hingga biografi Bung Karno secara lengkap.

Relief Perjuangan Jadi Spot Favorit Pengunjung

Keluar dari museum, wisatawan akan melewati lorong dengan relief panjang yang menggambarkan perjalanan perjuangan Bung Karno sejak masa muda hingga Indonesia merdeka.

Area tersebut menjadi salah satu lokasi favorit untuk berfoto karena memiliki desain artistik dengan taman serta kolam yang menambah suasana nyaman.

Di sekitar kawasan juga terdapat pedagang suvenir yang menjual gelang, gantungan kunci, tasbih, hingga berbagai aksesoris bertema Bung Karno maupun Kota Blitar.

Tiket Terjangkau dan Berlaku ke Istana Gebang

Untuk memasuki area makam utama, pengunjung cukup membeli tiket masuk seharga sekitar Rp4.000 per orang di kantor sekretariat.

Menariknya, tiket tersebut juga dapat digunakan untuk mengunjungi Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno yang kini difungsikan sebagai objek wisata sejarah di lokasi berbeda.

Sebelum memasuki area makam, banyak wisatawan membeli bunga tabur sebagai bagian dari tradisi ziarah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Legenda Rambut Monte Terungkap, Kisah Mbah Monte, Ikan Dewa, dan Naga Penjaga yang Masih Diyakini Warga

Suasana Khidmat di Area Pemakaman

Di bawah pendopo utama, Bung Karno dimakamkan berdampingan dengan kedua orang tuanya, Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Suasana di dalam kompleks terasa tenang. Para peziarah datang silih berganti untuk memanjatkan doa sekaligus mengenang jasa sang proklamator dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Banyak rombongan keluarga, pelajar, hingga wisatawan dari berbagai daerah memanfaatkan kunjungan tersebut sebagai sarana belajar sejarah secara langsung.

Keberadaan musala dan area istirahat juga membuat pengunjung dapat beribadah maupun beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan.

Jalur Keluar Dipenuhi UMKM Lokal

Selesai berziarah, pengunjung diarahkan menuju pintu keluar melalui lorong yang dipenuhi kios UMKM. Berbagai produk khas Blitar dijajakan di sepanjang jalur tersebut.

Mulai dari batik, kaus, gantungan kunci, gelang, hingga aneka makanan seperti pia, dodol, keripik, tape, dan buah segar tersedia dengan harga yang relatif terjangkau.

Banyak wisatawan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli buah tangan sebelum meninggalkan kawasan Makam Bung Karno.

Perpaduan wisata religi, edukasi sejarah, dan dukungan terhadap pelaku UMKM membuat Makam Bung Karno tetap menjadi ikon wisata unggulan Kota Blitar. Tak hanya menghadirkan suasana khidmat untuk mengenang jasa Bung Karno, kawasan ini juga memberikan pengalaman wisata yang lengkap bagi setiap pengunjung dari berbagai kalangan.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Loyal Trip Adventure
museum bung karno wisata blitar makam bung karno Istana Gebang wisata sejarah blitar