Tari Bedhaya Surya Nareswari Hidupkan Semangat Bung Karno, Karya Seniman Muda Blitar Sarat Makna Kepemimpinan

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:00 WIB
SENIMAN MUDA: Sejumlah penari besutan Sanggar Patria Loka usai pementasan di pelataran kompleks Makam Bung Karno.
SENIMAN MUDA: Sejumlah penari besutan Sanggar Patria Loka usai pementasan di pelataran kompleks Makam Bung Karno.

BLITAR KAWENTAR – Tarian penyambutan tamu kenegaraan di kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar, bukan sekadar pertunjukan seni. Di balik setiap gerakan Tari Bedhaya Surya Nareswari, tersimpan pesan tentang ketegasan, kebijaksanaan, dan semangat kepemimpinan Bung Karno yang dipadukan dengan keagungan Ratu Majapahit, Tribhuwana Tunggadewi.

Tari kreasi tersebut merupakan karya koreografer asal Kecamatan Wlingi, Devita Sekar Amanda. Perempuan berusia 31 tahun itu menciptakan Bedhaya Surya Nareswari pada 2019 sebagai persembahan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan yang berkunjung ke Bumi Bung Karno.

Nama Surya Nareswari diambil dari sosok Tribhuwana Tunggadewi, Ratu Majapahit yang dikenal bijaksana dan berhasil membawa kerajaan menuju masa kejayaan. Meski tidak memiliki hubungan sejarah secara langsung dengan Bung Karno, Devita menilai keduanya memiliki benang merah berupa semangat nasionalisme dan persatuan Nusantara.

Baca Juga: KPPN Blitar Gelar FKP dan Apresiasi Kinerja Anggaran 2026, Tegaskan Komitmen Anti-Gratifikasi

Menurut Devita, proses menciptakan tarian tersebut tidak hanya mengandalkan kemampuan teknik tari, tetapi juga riset mendalam mengenai karakter Bung Karno. Tantangan terbesar justru terletak pada proses eksplorasi gerak agar mampu menggambarkan sosok sang proklamator secara utuh.

"Kami riset dan cari tahu, ternyata sifat Bung Karno seperti ini. Akhirnya kami formulasikan ke dalam gerakan yang tegas sekaligus lemah lembut," ujarnya.

Gerakan tegas dalam tarian melambangkan keberanian Bung Karno dalam memimpin bangsa dan mempertahankan kedaulatan Indonesia. Sementara unsur kelembutan mencerminkan kebijaksanaan, kepekaan sosial, serta keluhuran budi yang dimiliki Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.

Baca Juga: Kuliner Legendaris Blitar yang Selalu Dirindukan, Pecel Mbok Bari hingga Es Pleret Penuh Nostalgia

Meski telah diciptakan sejak 2019, Devita mengaku terus melakukan penyempurnaan pada sejumlah bagian koreografi. Penyesuaian dilakukan agar pertunjukan tetap relevan dengan kebutuhan artistik di lapangan, termasuk penggunaan properti yang dibawa para penari.

Tarian berdurasi sekitar sembilan menit tersebut dibawakan sedikitnya tujuh penari dari Sanggar Patria Loka. Para penari yang sebagian besar merupakan pelajar SMP dan SMA itu rutin tampil menyambut tamu negara maupun pejabat yang berziarah ke Makam Bung Karno.

Bagi Devita, Bedhaya Surya Nareswari bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan media untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda. Ia berharap anak-anak muda tidak melupakan keteladanan para pahlawan bangsa dan mampu menerapkan karakter tegas sekaligus bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Kuliner Legendaris Blitar Ini Wajib Dicoba Ada Tahu Bumbu hingga Es Pleret yang Masih Bertahan

"Harapannya, generasi sekarang tidak melupakan keteladanan para pahlawan. Lewat tarian ini, kami ingin generasi muda bisa belajar untuk bersikap tegas dalam prinsip, namun tetap bijaksana dan tidak semaunya sendiri," katanya.

Melalui Tari Bedhaya Surya Nareswari, semangat Bung Karno terus dihidupkan dalam balutan seni tradisi. Bukan hanya menjadi hiburan bagi tamu kehormatan, tarian ini juga menjadi pengingat bahwa nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap bangsa tetap relevan diwariskan kepada generasi penerus. (*/ady)

Editor : Azahra Meilisani Salma
Tari Bedhaya Surya Nareswari Devita Sekar Amanda Sanggar Patria Loka Bung Karno makam bung karno