Mitos Kolam Petirtaan Candi Penataran Blitar, Air Tak Pernah Kering hingga Dipercaya Membawa Harapan Terkabul

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:35 WIB
Kolam Petirtaan Candi Penataran menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang masih terjaga hingga kini. Airnya yang jernih, relief Kisah Tantri, serta nilai budaya dan spiritual yang melekat menjadikan lokasi ini sebagai daya tarik wisata sejarah di Blitar.
Kolam Petirtaan Candi Penataran menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang masih terjaga hingga kini. Airnya yang jernih, relief Kisah Tantri, serta nilai budaya dan spiritual yang melekat menjadikan lokasi ini sebagai daya tarik wisata sejarah di Blitar.

BLITAR – Kolam Petirtaan Candi Penataran di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menjadi salah satu bagian menarik dari kompleks percandian Hindu peninggalan Kerajaan Kediri hingga Majapahit. Selain diyakini sebagai tempat penyucian diri para raja sebelum melakukan upacara pemujaan, kolam ini juga dikenal dengan berbagai mitos yang masih dipercaya sebagian masyarakat hingga kini.

Keberadaan petirtaan ini berada di bagian paling belakang kompleks Candi Penataran. Meski ukurannya tidak terlalu besar, kolam tersebut tetap menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan karena nilai sejarah, relief kuno, serta cerita yang menyertainya.

Air kolam yang jernih dan disebut tidak pernah mengering, bahkan saat musim kemarau, semakin menambah daya tarik petirtaan sebagai salah satu peninggalan bersejarah di Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Asal Usul Nama Tulungagung, Berawal dari Banjir hingga Menjadi Simbol Pertolongan Besar dari Tuhan

Menurut penjelasan dalam sumber, kolam petirtaan berada di belakang kompleks percandian dan dapat dicapai dengan menuruni beberapa undakan batu dari pelataran candi.

Para ahli sejarah yang dikutip dalam video menyebut petirtaan tersebut dahulu digunakan sebagai tempat mandi para raja beserta keluarganya. Prosesi itu dilakukan sebagai bentuk penyucian diri sebelum mengikuti upacara pemujaan di kawasan Candi Penataran.

Bangunan petirtaan berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 6 x 3 meter dan memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter.

Baca Juga: Kampung Coklat Blitar Punya Wahana hingga Feeding Hewan, Tiket Terusan Rp35 Ribu

Kolam dibangun menggunakan batu andesit dan bata merah yang membentuk lantai maupun dindingnya. Kondisi air yang sangat jernih membuat dasar kolam dan ikan-ikan di dalamnya masih dapat terlihat dengan jelas.

Salah satu keunikan Kolam Petirtaan Penataran adalah keberadaan relief yang menghiasi setiap sisi dindingnya.

Relief tersebut menggambarkan Kisah Tantri, yakni cerita tentang hewan-hewan yang mengandung pesan moral dan kebajikan. Kisah Tantri disebut berasal dari India dan telah dikenal sejak ribuan tahun lalu.

Salah satu relief menceritakan kisah seekor kerbau dan buaya di sungai. Dalam cerita itu, buaya berpura-pura sakit agar dapat menaiki punggung kerbau, kemudian berusaha memangsanya.

Selain kisah tersebut, masih terdapat berbagai relief lain yang menggambarkan filosofi kehidupan melalui tokoh-tokoh hewan. Relief-relief itu menjadi salah satu bukti kekayaan seni pahat pada masa pembangunan Candi Penataran.

Selain nilai sejarahnya, Kolam Petirtaan Penataran juga dikenal karena mitos yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Pantai Serang Blitar Tawarkan Wisata Pantai Lengkap dengan ATV, Kuliner, dan Area Camping

Menurut cerita yang disampaikan dalam sumber, seseorang yang ingin keinginannya terkabul dapat melakukan ritual dengan melempar uang koin ke dalam kolam sambil membelakangi air petirtaan.

Tidak dijelaskan kapan tradisi tersebut mulai dilakukan maupun siapa yang pertama kali memulainya. Namun, menurut sumber video, hingga kini masih ada pengunjung yang menjalankan ritual tersebut sebagai bentuk harapan agar keinginannya dapat terwujud.

Di sisi lain, kolam petirtaan juga masih digunakan sebagai lokasi pelaksanaan upacara keagamaan maupun ritual tertentu oleh umat Hindu.

Terlepas dari mitos yang berkembang, Kolam Petirtaan Candi Penataran tetap menjadi bagian penting dari kompleks percandian bersejarah di Blitar yang menyimpan nilai budaya, arsitektur, dan tradisi yang terus diwariskan hingga sekarang.

 

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
Kolam Petirtaan Penataran Kisah Tantri candi penataran blitar wisata sejarah blitar