Bahaya ODOL Mengintai di Musim Giling, Truk Muatan Tebu Terguling di Jalur Kesamben Blitar

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 09:34 WIB
Truk bermuatan tebu terguling di jalur nasional Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, saat musim giling tebu.
Truk bermuatan tebu terguling di jalur nasional Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, saat musim giling tebu.

BLITAR KAWENTAR – Bahaya ODOL kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya aktivitas angkutan tebu selama musim giling. Sebuah truk Mitsubishi Fuso bermuatan tebu terguling di jalur nasional Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Selasa (4/8) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kecelakaan tersebut menambah kekhawatiran terkait bahaya ODOL atau over dimension over loading yang kerap dikaitkan dengan kendaraan angkutan tebu. Meski dalam kejadian ini polisi menyebut faktor manusia sebagai penyebab utama, kondisi kendaraan dengan muatan berlebih juga dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih saat melintas di jalur yang memiliki banyak tikungan serta tanjakan dan turunan.

Bahaya ODOL menjadi semakin penting diperhatikan saat musim giling tebu. Sebab, peningkatan mobilitas truk pengangkut tebu membuat lalu lintas kendaraan berat di sejumlah jalur ikut meningkat. Jalur Kesamben, khususnya kawasan Pagergunung, disebut menjadi salah satu titik yang rawan kecelakaan.

Baca Juga: Ranting Pohon Ancam Korsleting PJU, Dishub Kabupaten Blitar Kerahkan Truk Skylift Lakukan Pemangkasan

Truk Tebu Terguling di Tikungan Pagergunung

Kasat Lantas Polres Blitar AKP Galih Yasir Mubaroq menjelaskan, kecelakaan tersebut melibatkan truk Mitsubishi Fuso yang dikemudikan DM, 37, warga Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), truk melaju dari arah Malang menuju Blitar. Saat memasuki tikungan ke kanan di Jalan Umum Desa Pagergunung, kendaraan diduga terlalu mengambil jalur kanan.

Baca Juga: Gagal Salip Truk Gandeng di Selorejo, Grand Max Ringsek Hantam Pagar Rumah Warga

Kondisi tersebut membuat kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling. Polisi menyebut faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan. Pengemudi diduga kurang berkonsentrasi sehingga kendaraan mengalami out of control.

Beruntung, kecelakaan tunggal itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp10 juta. Truk yang melintang di badan jalan juga sempat mengganggu arus lalu lintas.

Petugas Satlantas Polres Blitar bersama instansi terkait kemudian melakukan pengaturan lalu lintas menggunakan sistem buka tutup. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga arus kendaraan tetap berjalan sekaligus memberi ruang bagi proses evakuasi.

Truk baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah proses evakuasi selesai, arus lalu lintas di jalur tersebut kembali normal.

Musim Giling, Truk Angkutan Tebu Meningkat

Menurut Galih, jalur Kesamben terutama kawasan Pagergunung memang memiliki karakteristik yang membuat pengemudi harus ekstra waspada. Jalan yang berkelok serta terdapat tanjakan dan turunan cukup curam menjadi tantangan bagi kendaraan, terutama truk pengangkut tebu.

Polisi bahkan menyebut kejadian truk terguling di jalur tersebut hampir terjadi setiap tahun. Dugaan yang sering muncul antara lain kendaraan membawa muatan berlebih atau ODOL. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika kendaraan harus melewati jalan berkelok dengan kontur menanjak maupun menurun.

Baca Juga: Pengendara Honda Scoopy Tabrak Truk Tebu yang Parkir di Badan Jalan, Pemuda Asal Binangun Alami Cedera Kepala

Karena itu, kepolisian mengingatkan pengusaha angkutan dan sopir untuk mematuhi ketentuan batas dimensi serta muatan kendaraan. Praktik ODOL bukan hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Selain persoalan muatan, kondisi fisik dan konsentrasi pengemudi juga menjadi faktor penting. Sopir diminta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum berangkat.

Pengemudi yang merasa lelah atau mengantuk juga diminta tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Istirahat di lokasi yang aman menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan.

Polres Blitar turut mengingatkan seluruh pengguna jalan agar berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Keselamatan, terutama di tengah meningkatnya aktivitas truk angkutan tebu selama musim giling, menjadi tanggung jawab bersama.

Editor : Regina Gavin Agata
Truk Tebu Musim Giling Kesamben odol polres blitar