BLITAR KAWENTAR – Hobi menyeduh kopi membawa Bagos Tri Handono menjadi seorang pelaku usaha di usia muda. Meski masih berstatus mahasiswa Fakultas Teknik Mesin di salah satu perguruan tinggi di Blitar, pemuda berusia 26 tahun itu berhasil membuka Kedai Satu Rasa di Jalan Cakraningrat, Kelurahan Bendo, Kota Blitar.
Kemampuan meracik kopi yang dimiliki Bagos tidak diperoleh dari pendidikan formal sebagai barista. Ia belajar secara otodidak dengan memanfaatkan berbagai referensi di internet, kemudian terus mencoba beragam teknik seduh hingga menemukan karakter rasa yang sesuai dengan keinginannya.
"Awalnya saya belajar menyeduh kopi sendiri dari berbagai referensi di internet. Setelah itu saya banyak mencoba sampai menemukan karakter rasa yang menurut saya pas. Prosesnya memang belajar terus, karena dunia kopi selalu berkembang," ujarnya.
Baca Juga: Primbon Jawa Ungkap Jadwal Jatingarang Nogo Tahun, Hindari Hari Ini untuk Memulai Pekerjaan Penting
Bagos mengaku, ilmu yang diperoleh selama kuliah di Fakultas Teknik Mesin turut membantunya dalam mengembangkan usaha. Ia terbiasa melakukan percobaan, menganalisis hasil, hingga mencari metode paling efektif, termasuk saat meracik kopi.
Menurutnya, pola berpikir sistematis yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan saat bereksperimen dengan berbagai racikan kopi hingga menghasilkan cita rasa yang konsisten.
"Di teknik mesin, kami terbiasa melakukan percobaan dan mencari hasil yang paling efektif. Pola itu saya terapkan saat belajar meracik kopi, jadi terus mencoba sampai menemukan hasil yang konsisten," katanya.
Berbekal pengalaman tersebut, Bagos akhirnya memberanikan diri membuka Kedai Satu Rasa. Ia ingin menghadirkan tempat yang bukan hanya menyajikan kopi hasil racikannya, tetapi juga menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat, khususnya kalangan anak muda.
"Dari mencoba membuat racikan, kemudian muncul keinginan ada tempat khusus yang bisa menyajikan kopi hasil racikan saya, jadi bisa dicoba oleh para penikmat kopi," ungkapnya.
Bagos berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi anak-anak muda di Blitar agar berani memulai usaha dari hobi yang dimiliki. Menurutnya, pengalaman hanya akan diperoleh jika seseorang berani mencoba dan terus belajar menghadapi dinamika usaha.
"Saya ingin menunjukkan kalau usaha bisa dimulai dari hobi. Harapannya, Kedai Satu Rasa bisa menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati kopi sekaligus berkumpul dan berdiskusi tentang segala hal," pungkasnya. (*/c1/ady)
Editor : Azahra Meilisani Salma