Pasar Kuliner Jalan Ahmad Yani Kota Blitar Bakal Dirombak, Digelontor Rp288 Juta demi Dongkrak Pengunjung dan Omzet Pedagang

M. Luki Azhari • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 12:00 WIB
MOCH. LUKI AZHARI/RADAR BLITAR
DIPERBAIKI: Kawasan pasar kuliner di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sananwetan, dapat sentuhan revitalisasi agar tampak lebih menarik.
MOCH. LUKI AZHARI/RADAR BLITAR DIPERBAIKI: Kawasan pasar kuliner di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sananwetan, dapat sentuhan revitalisasi agar tampak lebih menarik.
 

BLITAR KAWENTAR – Pasar Kuliner Jalan Ahmad Yani Kota Blitar segera tampil dengan wajah baru.

Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tengah melakukan revitalisasi besar-besaran kawasan sentra kuliner tersebut dengan anggaran mencapai Rp288 juta.

Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan daya tarik pasar yang dinilai mulai menurun sehingga berdampak terhadap jumlah pengunjung maupun omzet pedagang.

Baca Juga: Primbon Jawa Ungkap Jadwal Jatingarang Nogo Tahun, Hindari Hari Ini untuk Memulai Pekerjaan Penting

Revitalisasi Pasar Kuliner Jalan Ahmad Yani Kota Blitar menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas fasilitas publik sekaligus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.

Selain mempercantik tampilan bangunan, proyek ini juga diharapkan mampu menghadirkan kawasan kuliner yang lebih nyaman, modern, dan representatif bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Blitar.

Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, menjelaskan bahwa pemeliharaan pasar rakyat tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus menyediakan ruang usaha yang lebih tertata bagi para pelaku UMKM kuliner.

Baca Juga: Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa: Perjalanan Hidup, Rezeki, Asmara, dan Fase Usia yang Perlu Diwaspadai

Menurutnya, keberadaan pasar kuliner memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.

Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan fasilitas yang lebih layak agar aktivitas perdagangan semakin ramai.

"Tujuannya meramaikan kembali roda perekonomian masyarakat sekaligus menyediakan pilihan tempat kuliner yang representatif di Kota Blitar," ujarnya.

Berdasarkan data Disperindag, kawasan pujasera tersebut memiliki total 46 kios. Namun, hanya 17 kios yang aktif beroperasi setiap hari. Sebanyak 11 kios tercatat jarang membuka usahanya, sedangkan 18 kios lainnya bahkan sudah tidak lagi beroperasi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama pemerintah melakukan penataan ulang kawasan pasar kuliner agar kembali hidup dan mampu menarik minat masyarakat.

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, para pedagang diharapkan memperoleh peluang peningkatan pendapatan.

Baca Juga: Mutasi Polri Juli 2026, 146 Perwira Dimutasi dan 105 Personel Raih Promosi Jabatan

Dalam proyek revitalisasi ini, dua kios di bagian depan akan dibongkar untuk memberikan ruang bagi pembangunan pintu masuk baru.

Akses menuju kawasan pasar juga akan diperlebar menjadi dua jalur dari sisi barat sehingga arus keluar masuk pengunjung menjadi lebih nyaman.

Selain itu, bangunan pos jaga yang selama ini menutupi tampilan depan pasar akan diratakan sehingga wajah bangunan dapat terlihat lebih terbuka dari jalan utama.

Baca Juga: 4 Jenderal Bintang Tiga Polri Resmi Naik Pangkat, Ini Rekam Jejak Lengkap Para Komisaris Jenderal Baru

Penataan tersebut diharapkan mampu memberikan kesan lebih menarik bagi masyarakat yang melintas.

Tidak hanya mengubah tata letak kawasan, pekerjaan revitalisasi juga mencakup berbagai pembaruan fisik bangunan.

Disperindag akan memasang dinding roster dekoratif, mengganti talang menggunakan material galvalum baru untuk mengatasi kebocoran, memasang keramik pada bekas area pembongkaran, hingga melakukan pengecatan ulang pada bagian interior, eksterior, serta permukaan baja IWF.

Baca Juga: Weton Sabtu Legi Punya Aura Tenang dan Berwibawa, Ini Rahasia Daya Tarik Menurut Primbon Jawa

Perbaikan juga dilakukan pada fasad depan dan sisi timur bangunan agar tampil lebih modern.

Beberapa elemen pendukung turut ditambahkan, termasuk pembenahan fasilitas sanitasi di area kamar mandi sehingga pengunjung memperoleh kenyamanan yang lebih baik saat berada di kawasan kuliner tersebut.

Proyek bertajuk Pemeliharaan Pasar Rakyat (Kuliner) ini menggunakan pagu anggaran sebesar Rp288.345.480.

Baca Juga: Kampung Coklat Blitar Punya Banyak Wahana, Tiket Mulai Rp20 Ribu Cocok untuk Liburan Keluarga

Pelaksanaan pekerjaan fisik dijadwalkan berlangsung selama 90 hari kalender, terhitung mulai 25 Juni hingga 23 September 2026.

Hingga pekan pertama Agustus 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 58 persen.

Pemerintah optimistis pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal sehingga kawasan kuliner dapat segera dimanfaatkan secara maksimal oleh para pedagang maupun masyarakat.

Baca Juga: Pengembangan TPA Ngegong Kota Blitar Terganjal eLSD, Pemkot Harus Ajukan ke Pemerintah Pusat

Melalui revitalisasi tersebut, Disperindag Kota Blitar menargetkan meningkatnya daya saing Pasar Kuliner Jalan Ahmad Yani sebagai salah satu pusat kuliner di Kota Blitar.

Penataan ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan barang milik daerah sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring bertambahnya jumlah pengunjung.

Apabila seluruh pekerjaan rampung sesuai target, kawasan Pasar Kuliner Jalan Ahmad Yani diproyeksikan menjadi destinasi kuliner yang lebih modern, nyaman, dan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kota Blitar dalam jangka panjang. (mg1/c1/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
Pasar Kuliner Jalan Ahmad Yani Revitalisasi Pasar Kuliner UMKM kuliner disperindag Kota Blitar Kota Blitar