Paket Wisata Blitar Raya Segera Terwujud, Kota dan Kabupaten Blitar Susun Rute Terintegrasi Hubungkan Destinasi Unggulan

Noormalady Usman • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:00 WIB
WISATA RELIGI: Suasana Masjid Ar-Rahman Kota Blitar yang diproyeksikan masuk dalam paket wisata terintegrasi Blitar Raya.
WISATA RELIGI: Suasana Masjid Ar-Rahman Kota Blitar yang diproyeksikan masuk dalam paket wisata terintegrasi Blitar Raya.

 

BLITAR KAWENTAR – Paket wisata Blitar Raya segera memasuki babak baru. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar bersama Pemerintah Kabupaten Blitar tengah menyusun rute wisata lintas daerah yang akan menghubungkan berbagai destinasi unggulan di dua wilayah.

Program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan di Blitar Raya.

Penyusunan paket wisata Blitar Raya menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata melalui kolaborasi antardaerah.

Baca Juga: Bahaya ODOL Mengintai di Musim Giling, Truk Muatan Tebu Terguling di Jalur Kesamben Blitar

 Konsep tersebut nantinya akan mengintegrasikan objek wisata sejarah, religi, edukasi, hingga wisata keluarga dalam satu jalur perjalanan sehingga wisatawan tidak hanya berkunjung ke satu lokasi, tetapi menikmati berbagai destinasi dalam satu paket.

Meski demikian, realisasi program tersebut masih menunggu penyelesaian administrasi berupa penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota Blitar dan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Selama proses tersebut belum rampung, implementasi paket wisata belum dapat dijalankan.

Baca Juga: 11 Jenderal Baru Polri Hasil Mutasi 25 Juni 2026, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Naik Pangkat

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengatakan penyusunan rute wisata dilakukan agar wisatawan memiliki pilihan perjalanan yang lebih terintegrasi ketika berkunjung ke Blitar Raya.

Menurutnya, konsep kerja sama tersebut menggabungkan paket wisata yang telah dimiliki masing-masing daerah sehingga menjadi satu rangkaian perjalanan yang saling melengkapi.

"Kita ada MoU dan PKS dengan menggabungkan paket wisata yang ada di Kota Blitar dan Kabupaten Blitar untuk diintegrasikan. Saat ini masih dalam proses penyusunan," ujarnya.

Dalam konsep awal yang sedang disusun, sejumlah destinasi wisata telah dipetakan berdasarkan kawasan.

 Untuk wilayah barat Kota Blitar, objek wisata seperti Sumber Udel dan Makam Aryo Blitar direncanakan dipadukan dengan destinasi di wilayah barat Kabupaten Blitar, termasuk kawasan wisata religi pengajian Gus Iqdam.

Melalui konsep tersebut, wisatawan dapat menikmati wisata sejarah, rekreasi, sekaligus wisata religi dalam satu jalur perjalanan tanpa harus menyusun rute secara terpisah.

Baca Juga: Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa: Watak, Jodoh, Rezeki, Karier, dan Aura Positif yang Dimiliki

Sementara itu, untuk kawasan selatan, Disbudpar juga menyiapkan integrasi destinasi Kampung Coklat dengan sejumlah ikon wisata Kota Blitar.

Jalur tersebut dirancang menghubungkan Kampung Coklat dengan Masjid Ar-Rahman, Istana Gebang, hingga Makam Bung Karno yang selama ini menjadi tujuan utama wisata sejarah di Kota Blitar.

Konsep tersebut diharapkan mampu memperluas pilihan wisata sekaligus memperkenalkan kekayaan destinasi yang dimiliki kedua daerah kepada wisatawan dari luar kota.

Baca Juga: Weton Sabtu Legi Punya Aura Tenang dan Berwibawa, Ini Rahasia Daya Tarik Menurut Primbon Jawa

Rike menjelaskan, penyusunan paket wisata lintas daerah tidak hanya bertujuan memperbanyak pilihan destinasi, tetapi juga mendorong pemerataan kunjungan wisatawan.

 Dengan demikian, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha, pengelola destinasi, hingga masyarakat sekitar objek wisata.

Selain meningkatkan daya tarik wisata, kerja sama tersebut diharapkan memperkuat citra Blitar Raya sebagai kawasan wisata terpadu yang memiliki keunggulan sejarah, budaya, religi, hingga wisata edukasi.

Baca Juga: Rambut Monte Blitar Simpan Legenda Mbah Monte dan Ikan Dewa yang Masih Diyakini Masyarakat

Meski konsep rute wisata telah mulai disusun, Disbudpar menegaskan implementasinya belum bisa dilakukan sebelum kedua pemerintah daerah menyepakati bentuk kerja sama melalui MoU dan PKS.

 Setelah seluruh dokumen tersebut selesai, barulah program dapat ditindaklanjuti dalam bentuk pelaksanaan di lapangan.

Sambil menunggu penyelesaian kerja sama, Disbudpar Kota Blitar tetap memprioritaskan pelaksanaan agenda pariwisata yang telah masuk kalender kegiatan daerah.

Baca Juga: Legenda Gunung Kelud dan Candi Penataran Terungkap, Konon Dibangun untuk Meredakan Amarah Gunung Berapi

Salah satu agenda terdekat adalah Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan ini.

Pemerintah berharap berbagai agenda pariwisata tersebut mampu menjaga kunjungan wisatawan sembari menunggu terealisasinya paket wisata lintas daerah yang tengah dipersiapkan.

Apabila kerja sama resmi terjalin, paket wisata Blitar Raya diproyeksikan menjadi salah satu inovasi pengembangan pariwisata yang mampu menghubungkan berbagai destinasi unggulan Kota dan Kabupaten Blitar dalam satu perjalanan.

Baca Juga: Kampung Coklat Blitar Punya Wahana hingga Feeding Hewan, Tiket Terusan Rp35 Ribu

 Kehadiran rute wisata terintegrasi ini juga diharapkan meningkatkan daya saing pariwisata daerah sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis sektor wisata di Blitar Raya. (bud/c1/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
Paket Wisata Blitar Raya Blitar Ethnic National Carnival 2026 wisata kabupaten blitar wisata kota blitar disbudpar kota blitar