Gerhana Matahari Total Tak Bisa Dilihat Sembarangan, Ini Alasan Fenomena Langka Terjadi

Arsya Aulia Velinka Putri • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:45 WIB
Gerhana matahari total terjadi saat Bulan menutup seluruh Matahari. Simak perbedaan gerhana total, cincin, sebagian, dan alasan tak terjadi tiap bulan.
Gerhana matahari total terjadi saat Bulan menutup seluruh Matahari. Simak perbedaan gerhana total, cincin, sebagian, dan alasan tak terjadi tiap bulan.

 

JAKARTA - Gerhana matahari total hanya dapat disaksikan dari jalur bayangan Bulan yang sangat terbatas di permukaan Bumi. Fenomena ini terjadi ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari, sedangkan posisi Bulan terhadap Bumi menentukan apakah yang terlihat berupa gerhana total, cincin, atau sebagian.

Gerhana matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga cahaya Matahari tertutup dan menghasilkan bayangan di permukaan Bumi.

Meski fase Bulan baru terjadi setiap bulan, gerhana matahari total tidak otomatis muncul setiap bulan. Posisi Matahari, Bulan, dan Bumi harus berada dalam susunan yang tepat agar bayangan Bulan jatuh ke wilayah tertentu di Bumi.

Baca Juga: Tayo Café Blitar Jadi Pilihan Nongkrong Nyaman, Ada Kopi Kekinian hingga Jus Segar Mulai Rp7 Ribu

Orbit Bulan Menentukan Jenis Gerhana Matahari

Salah satu faktor penting dalam terjadinya gerhana adalah jarak Bulan terhadap Bumi. Orbit Bulan berbentuk elips sehingga jaraknya tidak selalu sama.

Ketika Bulan berada lebih dekat dengan Bumi, posisi tersebut disebut perigee. Sebaliknya, ketika berada lebih jauh, Bulan berada di apogee.

Perbedaan jarak tersebut dapat membuat ukuran tampak Bulan dari Bumi berubah. Kondisi ini berpengaruh terhadap kemampuan Bulan menutupi piringan Matahari.

Diameter Matahari sekitar 400 kali lebih besar dibandingkan Bulan. Namun, Matahari juga berjarak sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi dibandingkan Bulan sehingga keduanya dapat terlihat memiliki ukuran hampir sama jika diamati dari Bumi.

Ketika Bulan berada pada posisi yang lebih jauh dan tampak lebih kecil, piringannya tidak mampu menutup Matahari sepenuhnya. Kondisi tersebut menghasilkan gerhana matahari cincin, ketika bagian luar Matahari masih terlihat seperti lingkaran cahaya.

Sebaliknya, saat Bulan berada lebih dekat dan tampak lebih besar, piringannya dapat menutupi seluruh Matahari. Inilah yang menghasilkan gerhana matahari total.

Baca Juga: 4 Jenderal Bintang Tiga Polri Resmi Naik Pangkat, Ini Rekam Jejak Lengkap Para Komisaris Jenderal Baru

Mengapa Gerhana Tidak Terjadi Setiap Bulan?

Gerhana matahari tidak muncul setiap bulan karena bidang orbit Bulan mengelilingi Bumi memiliki kemiringan sekitar lima derajat terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari.

Kemiringan tersebut membuat bayangan Bulan tidak selalu jatuh tepat ke permukaan Bumi. Pada sebagian fase Bulan baru, bayangan bisa berada terlalu tinggi atau terlalu rendah dari posisi yang memungkinkan terjadinya gerhana.

Gerhana hanya terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam posisi yang cukup segaris. Jika Bulan hanya menutupi sebagian piringan Matahari, fenomena tersebut disebut gerhana matahari sebagian.

Dalam proses gerhana matahari total, Bulan menghasilkan dua bagian bayangan, yaitu umbra dan penumbra. Umbra merupakan bagian bayangan tempat seluruh piringan Matahari tertutup oleh Bulan.

Bayangan umbra tersebut berbentuk seperti kerucut dan memanjang hingga sekitar 400.000 kilometer di belakang Bulan. Namun, bagian yang mencapai permukaan Bumi relatif sempit.

Totalitas Hanya Terjadi di Jalur Umbra

Ukuran umbra yang terbatas membuat tidak semua wilayah di Bumi dapat melihat gerhana matahari total. Pengamat harus berada tepat di jalur lintasan bayangan umbra agar dapat menyaksikan fase totalitas.

Karena itu, seseorang yang berada di jalur totalitas memiliki kesempatan melihat fenomena yang sangat istimewa. Transkrip menyebut fenomena totalitas dapat kembali terjadi di wilayah yang sama kira-kira setiap 375 tahun.

Gerhana matahari total sendiri disebut dapat terjadi sekitar satu setengah tahun sekali di suatu tempat di Bumi. Sementara itu, gerhana matahari sebagian lebih sering terjadi dan dapat muncul setidaknya dua kali dalam setahun di suatu tempat.

Durasi totalitas juga sangat terbatas. Dalam kondisi tertentu dan pada lokasi yang tepat, fase gerhana matahari total dapat berlangsung paling lama sekitar tujuh menit.

Dengan demikian, gerhana matahari total bukan sekadar fenomena Bulan yang menutupi Matahari. Jarak Bulan dari Bumi, bentuk orbit, kemiringan bidang orbit, serta posisi ketiga benda langit tersebut menjadi faktor yang menentukan apakah suatu wilayah dapat mengalami totalitas.

 

Source: Youtube/@obsbosscha

Editor : Arsya Aulia Velinka Putri
Gerhana Matahari Total Gerhana Matahari Sebagian Gerhana Matahari Cincin Orbit Bulan gerhana matahari