Sejarah Kota Blitar dan Asal Usul Namanya, Berawal dari Aryo Blitar hingga Menjadi Kota Patriot

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 16:15 WIB
Jejak sejarah Blitar tak hanya menyimpan kisah perjuangan, tetapi juga legenda tentang Aryo Blitar dan lahirnya sebuah daerah yang kelak menjadi Kota Patriot. Dari era Majapahit hingga kemerdekaan Indonesia, Blitar terus menorehkan sejarah yang dikenang hingga kini.
Jejak sejarah Blitar tak hanya menyimpan kisah perjuangan, tetapi juga legenda tentang Aryo Blitar dan lahirnya sebuah daerah yang kelak menjadi Kota Patriot. Dari era Majapahit hingga kemerdekaan Indonesia, Blitar terus menorehkan sejarah yang dikenang hingga kini.

JAKARTA – Sejarah Kota Blitar tidak hanya berkaitan dengan perjalanan panjang pemerintahan di Jawa Timur, tetapi juga menyimpan kisah mengenai asal usul nama Blitar yang dikaitkan dengan tokoh Aryo Blitar pada masa Kerajaan Majapahit. Cerita tersebut berkembang sebagai tradisi tutur yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam narasi sejarah yang berkembang di masyarakat, wilayah Blitar awalnya merupakan hamparan hutan lebat yang kemudian dibuka oleh Nila Suwarna, seorang tokoh kepercayaan Kerajaan Majapahit. Dari kisah inilah nama Blitar dipercaya mulai dikenal hingga akhirnya berkembang menjadi daerah penting di Jawa Timur.

Menurut kisah yang diceritakan secara turun-temurun, Nila Suwarna atau Gusti Sudomo merupakan anak Adipati Wilatikta Tuban sekaligus tokoh kepercayaan Kerajaan Majapahit. Ia mendapat tugas untuk menumpas sisa pasukan Tartar dari Mongolia yang bersembunyi di hutan selatan wilayah Blitar.

Baca Juga: 4 Jenderal Bintang Tiga Polri Resmi Naik Pangkat, Ini Rekam Jejak Lengkap Para Komisaris Jenderal Baru

Setelah berhasil menjalankan misi tersebut, Nila Suwarna memperoleh hadiah berupa hak mengelola kawasan hutan yang menjadi lokasi pertempuran. Atas jasanya itu, ia juga dianugerahi gelar Adipati Aryo Blitar I.

Nama Blitar dipercaya berasal dari kata Bali dan Tartar yang kemudian menjadi Balitar sebagai penanda keberhasilan mengusir pasukan Tartar dari wilayah tersebut. Seiring waktu, penyebutannya berubah menjadi Blitar seperti yang dikenal sekarang.

Dalam cerita tersebut, Aryo Blitar I kemudian memimpin wilayah baru di bawah kekuasaan Majapahit dan membangun pemerintahan di kawasan yang telah dibukanya.

Baca Juga: Mutasi Polri 31 Juli 2026, Brigjen Pol Untung Widyatmoko Resmi Jabat Kadiv Hubinter Polri

Perjalanan sejarah Blitar tidak selalu berjalan mulus. Setelah Aryo Blitar I wafat akibat pemberontakan yang dipimpin Ki Sengguruh, kepemimpinan wilayah sempat berpindah tangan sebelum akhirnya diteruskan oleh Djoko Kandung yang bergelar Aryo Blitar III.

Memasuki tahun 1723 pada masa Kerajaan Kartasura Hadiningrat, wilayah Blitar disebut jatuh ke tangan Belanda setelah Raja Amangkurat menyerahkannya kepada pemerintah kolonial sebagai bentuk balas jasa atas bantuan dalam perang saudara.

Masa kolonial membawa perubahan besar bagi masyarakat Blitar. Penjajahan Belanda berlangsung cukup lama hingga akhirnya pemerintah kolonial membentuk Gemeente Blitar pada 1 April 1906 yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Kota Blitar.

Pada 1928, Blitar juga pernah menjadi pusat karesidenan. Sementara pada 1930, kota ini telah memiliki lambang daerah yang menampilkan Gunung Kelud dan Candi Penataran, dua ikon yang hingga kini identik dengan Blitar.

Saat Jepang menduduki Indonesia pada 1942, status Gemeente Blitar berubah menjadi Shi. Pada masa inilah terjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah nasional, yakni Pemberontakan PETA Blitar yang dipimpin Supriyadi pada 14 Februari 1945.

Meski pemberontakan tersebut hanya berlangsung beberapa jam, peristiwa itu menjadi simbol keberanian rakyat Indonesia melawan penjajah Jepang. Dalam kisah yang berkembang, salah satu anggota PETA juga disebut menjadi orang pertama yang mengibarkan Sang Merah Putih di kawasan markas PETA Blitar.

Baca Juga: Weton Sabtu Legi Dipercaya Miliki Intuisi Tajam, Begini Ramalan Rezeki, Karier, dan Asmara di 2026

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, masyarakat Blitar menyatakan bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selanjutnya pemerintah menetapkan perubahan status menjadi Kota Blitar melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948 sebagaimana disebutkan dalam narasi video.

Kini Blitar dikenal sebagai salah satu kota bersejarah di Jawa Timur. Selain memiliki warisan budaya seperti Candi Penataran dan Gunung Kelud, kota ini juga dikenang sebagai daerah yang memiliki kisah panjang sejak era Majapahit, masa kolonial, hingga perjuangan kemerdekaan Indonesia. Perlu dicatat, sejumlah bagian mengenai asal-usul nama Blitar dan tokoh Aryo Blitar dalam artikel ini berasal dari tradisi lisan dan narasi sejarah yang disampaikan dalam transkrip, sehingga belum seluruhnya merupakan fakta sejarah yang telah diverifikasi secara akademis.

 

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
sejarah kota blitar Asal Usul Blitar Pemberontakan PETA Blitar majapahit Aryo Blitar