Asal Usul Nama Blitar Terungkap! Kisah Nila Suwarna Menumpas Pasukan Tartar hingga Lahirnya Kadipaten Blitar

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Konon, dari hutan belantara di selatan Majapahit lahir sebuah wilayah yang kini dikenal sebagai Blitar. Kisah Nila Suwarna menumpas pasukan Tartar menjadi salah satu legenda yang terus diwariskan sebagai asal usul nama Blitar dan awal berdirinya Kadipaten Blitar.
Konon, dari hutan belantara di selatan Majapahit lahir sebuah wilayah yang kini dikenal sebagai Blitar. Kisah Nila Suwarna menumpas pasukan Tartar menjadi salah satu legenda yang terus diwariskan sebagai asal usul nama Blitar dan awal berdirinya Kadipaten Blitar.

JAKARTA – Asal usul nama Blitar dalam salah satu kisah sejarah yang berkembang di masyarakat dikaitkan dengan perjuangan seorang prajurit Majapahit bernama Nila Suwarna. Tokoh yang juga dikenal sebagai Gusti Sudomo itu dipercaya berhasil menumpas sisa pasukan Tartar di kawasan hutan selatan hingga akhirnya membuka wilayah yang kemudian berkembang menjadi Kadipaten Blitar.

Kisah tersebut menjadi salah satu versi yang menjelaskan lahirnya nama Blitar. Dalam narasi yang diwariskan secara turun-temurun, nama daerah itu berasal dari kata Balitar, gabungan kata "Bali" dan "Tartar", sebagai penanda kemenangan Majapahit atas pasukan asing yang mengancam wilayah kerajaan.

Sekitar abad ke-15, wilayah yang kini dikenal sebagai Blitar masih berupa hutan belantara yang lebat dan belum banyak dihuni. Kawasan tersebut disebut menjadi tempat persembunyian sisa-sisa pasukan Tartar yang pernah memasuki Pulau Jawa dan kemudian melakukan pemberontakan terhadap Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Tayo Café Blitar Jadi Pilihan Nongkrong Nyaman, Ada Kopi Kekinian hingga Jus Segar Mulai Rp7 Ribu

Keberadaan kelompok tersebut dinilai mengganggu keamanan kerajaan sehingga diperlukan langkah untuk mengamankan kawasan selatan. Atas perintah kerajaan, Nila Suwarna dipercaya memimpin ekspedisi menuju hutan belantara tersebut.

Dalam cerita itu, Nila Suwarna yang juga dikenal sebagai Gusti Sudomo merupakan putra Adipati Wilatika dari Tuban. Ia digambarkan sebagai sosok yang cerdas, tangguh, serta memiliki kesetiaan tinggi kepada Majapahit.

Perjalanan menuju kawasan selatan tidak berlangsung mudah. Rombongan harus menembus hutan lebat yang dipenuhi binatang buas dan medan yang sulit dilalui sebelum akhirnya menemukan markas utama pasukan Tartar.

Baca Juga: Mutasi Polri 31 Juli 2026, Brigjen Pol Untung Widyatmoko Resmi Jabat Kadiv Hubinter Polri

Pertempuran sengit pun terjadi di tengah belantara. Denting senjata dan semangat para prajurit Majapahit disebut menggema di antara pepohonan hingga akhirnya pasukan Tartar berhasil dipukul mundur dan melarikan diri menuju pesisir.

Keberhasilan Nila Suwarna menjalankan misi tersebut menjadi titik penting dalam kisah asal usul nama Blitar. Sebagai bentuk penghargaan, Kerajaan Majapahit memberikan hak kepada Nila Suwarna untuk mengelola kawasan hutan selatan yang telah berhasil diamankan.

Wilayah baru itu kemudian diberi nama Balitar. Dalam cerita yang berkembang, nama tersebut berasal dari gabungan kata Bali dan Tartar sebagai simbol keberhasilan mengusir pasukan Tartar sekaligus mengembalikan wilayah tersebut ke dalam kekuasaan Majapahit.

Seiring berjalannya waktu, penyebutan Balitar mengalami perubahan pelafalan hingga akhirnya dikenal sebagai Blitar. Nama inilah yang kemudian melekat sebagai identitas wilayah tersebut hingga sekarang.

Narasi ini menjadi salah satu cerita rakyat yang paling sering dikaitkan dengan asal usul nama Blitar. Meski demikian, kisah tersebut merupakan bagian dari tradisi lisan yang diwariskan masyarakat dan belum seluruhnya dapat diverifikasi melalui bukti sejarah akademik.

Setelah berhasil menyelesaikan tugasnya, Nila Suwarna tidak hanya dipercaya mengelola wilayah baru, tetapi juga dilantik sebagai Adipati Ario Blitar I, penguasa pertama Blitar di bawah pemerintahan Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Rambut Monte Blitar Simpan Legenda Ikan Dewa dan Mbah Monte yang Terus Hidup di Tengah Masyarakat

Di bawah kepemimpinannya, kawasan yang sebelumnya berupa hutan perlahan berkembang menjadi permukiman. Lahan pertanian mulai dibuka, masyarakat mulai menetap, dan aktivitas ekonomi perlahan tumbuh sehingga wilayah tersebut berkembang menjadi daerah yang subur.

Dalam kisah tersebut, keberhasilan Nila Suwarna bukan hanya dipandang sebagai kemenangan militer, tetapi juga sebagai awal terbentuknya Kadipaten Blitar. Semangat perjuangan, kesetiaan kepada kerajaan, serta keberanian membuka wilayah baru menjadi nilai yang terus dikenang dalam cerita masyarakat.

Hingga kini, kisah asal usul nama Blitar melalui tokoh Nila Suwarna masih sering diceritakan sebagai bagian dari warisan budaya lokal. Terlepas dari perdebatan mengenai aspek historisnya, cerita tersebut tetap menjadi simbol perjuangan dan pengabdian yang melekat dalam identitas masyarakat Blitar.

 

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
Nila Suwarna sejarah blitar Asal usul Nama Blitar Aryo Blitar kerajaan majapahit