Sejarah Kabupaten Blitar, Dari Pengusiran Pasukan Tartar hingga Lahirnya Kota Blitar pada Masa Kolonial

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 16:25 WIB
Berawal dari hutan belantara pada masa Majapahit, Blitar dipercaya lahir dari perjuangan Nila Suwarna menumpas pasukan Tartar. Kisah yang diwariskan turun-temurun ini menjadi salah satu legenda tentang asal usul nama Blitar sekaligus cikal bakal berdirinya Kadipaten Blitar.
Berawal dari hutan belantara pada masa Majapahit, Blitar dipercaya lahir dari perjuangan Nila Suwarna menumpas pasukan Tartar. Kisah yang diwariskan turun-temurun ini menjadi salah satu legenda tentang asal usul nama Blitar sekaligus cikal bakal berdirinya Kadipaten Blitar.

JAKARTA – Sejarah Kabupaten Blitar memiliki perjalanan panjang yang dimulai dari kisah pembukaan hutan pada masa Kerajaan Majapahit hingga berkembang menjadi wilayah penting di Jawa Timur. Dalam tradisi yang berkembang di masyarakat, asal usul nama Blitar dikaitkan dengan perjuangan Nila Suwarna mengusir pasukan Tartar yang bersembunyi di hutan selatan, sebelum akhirnya wilayah tersebut berkembang menjadi Kadipaten Blitar dan kemudian Kota Blitar.

Narasi sejarah tersebut menjadi salah satu cerita yang terus diwariskan hingga kini. Selain memuat kisah pembentukan wilayah, cerita ini juga menggambarkan pergantian kepemimpinan, masa penjajahan Belanda, hingga lahirnya Kota Blitar sebagai daerah administratif pada awal abad ke-20.

Menurut cerita yang disampaikan dalam transkrip, wilayah Blitar pada awalnya merupakan hamparan hutan lebat yang belum dihuni. Nama Blitar dipercaya berasal dari peristiwa pengusiran pasukan Tartar pada 1293 oleh Nila Suwarna sehingga muncul istilah Balitar atau "pulangnya Tartar".

Baca Juga: Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa: Perjalanan Hidup, Rezeki, Asmara, dan Fase Usia yang Perlu Diwaspadai

Mengacu pada penjelasan yang disebut berasal dari laman resmi Pemerintah Kota Blitar, Nila Suwarna atau Gusti Sudomo merupakan putra Adipati Wilatika dari Tuban sekaligus tokoh kepercayaan Kerajaan Majapahit. Ia mendapat tugas membuka hutan sekaligus menumpas pasukan Tartar yang bersembunyi di kawasan selatan.

Pasukan tersebut disebut melakukan pemberontakan yang mengancam stabilitas Majapahit. Setelah berhasil menjalankan misi, Nila Suwarna memperoleh hak mengelola kawasan hutan selatan dan dianugerahi gelar Adipati Aryo Blitar I sebagai pemimpin wilayah baru.

Kisah ini menjadi salah satu versi yang menjelaskan asal usul nama Blitar. Namun, sebagian besar narasi tersebut merupakan cerita sejarah lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga: Weton Sabtu Legi Dipercaya Miliki Intuisi Tajam, Begini Ramalan Rezeki, Karier, dan Asmara di 2026

Masa kepemimpinan Aryo Blitar I disebut tidak berlangsung tanpa hambatan. Dalam cerita tersebut, Ki Sengguruh Kinareja yang menjabat sebagai patih Kadipaten Blitar melakukan pemberontakan hingga menyebabkan Gusti Sudomo atau Aryo Blitar I gugur.

Setelah berhasil merebut kekuasaan, Ki Sengguruh kemudian menyandang gelar Aryo Blitar II dan memimpin Kadipaten Blitar. Peristiwa ini memicu putra Nila Suwarna, Joko Kandung, untuk melakukan perlawanan.

Joko Kandung akhirnya berhasil mengalahkan Ki Sengguruh dan dinobatkan sebagai Aryo Blitar III. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dalam cerita sejarah Kadipaten Blitar sebelum memasuki masa pemerintahan kerajaan-kerajaan berikutnya.

Memasuki sekitar tahun 1723 pada masa Kerajaan Kartasura Hadiningrat di bawah Raja Amangkurat, wilayah Blitar disebut jatuh ke tangan Belanda. Sejak saat itu, masyarakat Blitar mengalami masa penjajahan yang panjang dan penuh penderitaan akibat berbagai kebijakan kolonial.

Selama berada di bawah kekuasaan Belanda, masyarakat Blitar disebut terus melakukan berbagai bentuk perlawanan. Penjajahan yang berlangsung dalam waktu lama mengakibatkan banyak korban jiwa maupun kerugian harta benda sehingga memunculkan semangat persatuan di kalangan rakyat.

Untuk meredam perlawanan tersebut, pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1906 menetapkan pembentukan Gemeente Blitar melalui Staatsblad van Nederlandsch-Indië Nomor 150 tanggal 1 April 1906 sebagaimana disebutkan dalam narasi video.

Baca Juga: Rambut Monte Blitar Jadi Wisata Alam Favorit, Telaga Biru Tosca dan Ikan Dewa Jadi Daya Tarik Utama

Momentum pembentukan Gemeente Blitar inilah yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Kota Blitar. Sejak saat itu, wilayah Blitar berkembang sebagai salah satu kota penting di Jawa Timur dengan sejarah panjang yang dimulai sejak era Majapahit hingga masa kolonial.

Meski demikian, sejumlah kisah mengenai asal usul nama Blitar, tokoh Nila Suwarna, serta perjalanan Aryo Blitar dalam artikel ini bersumber dari tradisi sejarah lokal sebagaimana disampaikan dalam transkrip video. Sebagian narasi tersebut masih menjadi bagian dari cerita yang hidup di masyarakat dan belum seluruhnya didukung bukti sejarah akademik.

 

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
Asal Usul Blitar Nila Suwarna Sejarah Kabupaten Blitar Kota Blitar 1 Aryo Blitar