Istana Gebang Blitar, Rumah Masa Muda Bung Karno yang Simpan Mobil Mercedes hingga Tongkat Komando

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Istana Gebang Blitar menyimpan jejak remaja Soekarno, lima kamar, perabot lama, mobil bersejarah, hingga sumur tua sedalam 30 meter.
Istana Gebang Blitar menyimpan jejak remaja Soekarno, lima kamar, perabot lama, mobil bersejarah, hingga sumur tua sedalam 30 meter.

 

Blitar - Istana Gebang Blitar menjadi salah satu jejak penting kehidupan Soekarno sebelum menjadi Presiden pertama Republik Indonesia. Rumah bersejarah di Jalan Sultan Agung ini berdiri sejak 1884 dan menyimpan berbagai peninggalan keluarga, mulai dari kamar Bung Karno, perabot kuno, sumur tua, hingga mobil Mercedes-Benz.

Istana Gebang Berdiri di Lahan 1,7 Hektare

Istana Gebang Blitar berada di kawasan Kota Blitar, Jawa Timur, dengan luas kompleks sekitar 1,7 hektare atau hampir 20.000 meter persegi. Rumah induknya dibangun pada 1884 dan awalnya dihuni Christian Portier, seorang pegawai kepala perusahaan kereta api Belanda pada masa itu.

Bangunan tersebut kemudian menjadi tempat tinggal orang tua Bung Karno ketika sang proklamator memasuki usia remaja. Istana Gebang secara resmi menjadi museum yang dikelola pemerintah sejak 1 Januari 2012.

Baca Juga: Gerhana Matahari Total Tak Bisa Dilihat Sembarangan, Ini Alasan Fenomena Langka Terjadi

Lokasinya juga relatif dekat dengan kawasan Makam Bung Karno, yakni sekitar 2 kilometer. Kompleks ini dilengkapi balai kesenian yang juga berfungsi sebagai area penerimaan wisatawan.

Untuk memasuki rumah utama, pengunjung harus melepas alas kaki dan menggunakan tas yang telah disediakan. Tiket kunjungan dalam transkrip disebut sebesar Rp4.000 per orang.

Kamar Bung Karno hingga Tongkat Komando Masih Terjaga

Keunikan utama Istana Gebang terletak pada koleksi dan tata ruangnya yang masih dipertahankan. Sejumlah perabot berasal dari era 1920-an hingga 1950-an dan pengunjung dilarang menduduki atau berbaring di atas perabot tersebut.

Baca Juga: Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa: Watak, Rezeki, Jodoh, Karier, dan Aura Positif yang Dimiliki

Di bagian depan terdapat kamar tamu laki-laki dan perempuan yang dahulu digunakan orang tua Bung Karno untuk menerima keluarga. Setelah Bung Karno menjadi presiden, kamar tersebut juga digunakan putra-putrinya ketika berkunjung.

Ada pula kamar Bung Karno ketika masih muda. Ruangan tersebut digunakan ketika ia pulang berlibur dari sekolahnya di Surabaya maupun Bandung.

Di ruang tengah terdapat kamar Sukarmini, kakak Bung Karno, yang dahulu ditempati bersama suaminya, Wardoyo. Sementara itu, kamar utama sebelumnya digunakan ayah dan ibu Bung Karno.

Setelah ibunya wafat pada 13 September 1958, kamar tersebut menjadi kamar utama Bung Karno ketika berada di Blitar hingga kunjungan terakhirnya pada 1964.

Di kamar utama tersebut tersimpan tiga tongkat komando pribadi Bung Karno. Salah satunya disebut memiliki bagian yang terbuat dari gading gajah dan merupakan pemberian pemuda India.

Baca Juga: Paket Wisata Blitar Raya Segera Terwujud, Kota dan Kabupaten Blitar Susun Rute Terintegrasi Hubungkan Destinasi Unggulan

Koleksi lainnya berupa mesin ketik Royal buatan Belanda tahun 1961, foto keluarga, lukisan, serta galih asem dari pohon asam tua yang tumbuh di belakang rumah.

Sumur Tua dan Mercedes-Benz Jadi Daya Tarik

Bagian belakang Istana Gebang menyimpan dapur, ruang makan, tempat penyimpanan perabot dapur, gamelan, serta berbagai ornamen. Tata letak sejumlah ruangan disebut tidak mengalami perubahan sejak masa lalu.

Salah satu benda yang menarik perhatian adalah sumur tua yang dibangun pada 1884. Sumur tersebut disebut tidak pernah kering meski Blitar mengalami musim kemarau panjang.

Selain sumur, dapur tradisional dengan area memasak juga masih dipertahankan. Bagian ini memberikan gambaran mengenai aktivitas rumah tangga keluarga Bung Karno pada masa lalu

Baca Juga: Primbon Jawa Ungkap Jadwal Jatingarang Nogo Tahun, Hindari Hari Ini untuk Memulai Pekerjaan Penting

Daya tarik lain berada di paviliun sebelah barat, yakni sebuah Mercedes-Benz klasik buatan Jerman. Mobil tipe 190 tersebut diproduksi pada 1960 dan dikirim Bung Karno dari Jakarta ke Blitar pada 1961.

Mobil dengan pelat nomor AG 390 N itu digunakan untuk menjemput Bung Karno maupun mendukung kebutuhan transportasi keluarga besarnya di Blitar.

Kini, Istana Gebang tidak hanya menjadi bangunan bersejarah, tetapi juga destinasi wisata edukasi yang memperkenalkan kehidupan Bung Karno sebelum dan setelah menjadi tokoh nasional. Kawasan ini disebut buka setiap hari pukul 05.00 hingga 17.00 WIB dan dilengkapi area parkir, toilet, tempat istirahat, balai kesenian, layanan pemandu, serta jasa foto berbayar Rp20.000.

cccig

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
blitar Istana Gebang wisata sejarah blitar