Pesugihan Tuyul Berujung Tragis, Kisah Pedagang Pindang Cantik yang Diklaim Raup Jutaan per Hari

Rangga Rizki Saputra • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Kisah pesugihan tuyul pedagang pindang yang diklaim raup jutaan per hari berakhir tragis setelah delapan tahun menjalani praktik tersebut.
Kisah pesugihan tuyul pedagang pindang yang diklaim raup jutaan per hari berakhir tragis setelah delapan tahun menjalani praktik tersebut.

CIREBON - Pesugihan tuyul menjadi kisah yang diceritakan Kang Oman setelah diminta membantu seorang pedagang pindang yang mengaku menjalani praktik tersebut selama sekitar delapan tahun. Dalam cerita itu, perempuan berinisial Ana disebut memperoleh uang hingga jutaan rupiah setiap hari sebelum akhirnya berusaha menghentikan praktik tersebut.

Kisah Pesugihan Tuyul Bermula dari Keinginan Menjadi Kaya

Kisah pesugihan tuyul tersebut bermula pada pertengahan 2021, ketika Kang Oman dihubungi seorang temannya bernama Handi. Ia kemudian diperkenalkan dengan perempuan muda berinisial Ana yang mengaku memiliki masalah terkait pesugihan dan ingin menghentikannya.

Baca Juga: Telaga Rambut Monte Blitar, Mengungkap Mitos Pesugihan dan Legenda Ikan Dewa Sengkaring

Menurut cerita Kang Oman, Ana sebelumnya berjualan ikan pindang di pasar. Kondisi ekonominya disebut pas-pasan, sementara ia merasa iri melihat sejumlah teman yang memiliki kehidupan lebih mapan.

Ana kemudian mencari informasi mengenai pesugihan. Ia mendapat saran untuk mendatangi kawasan Gunung Serandil di Cilacap bersama seorang teman.

Di lokasi tersebut, Ana disebut bertemu seorang kuncen. Kang Oman dalam ceritanya mengatakan Ana sempat diberi peringatan mengenai risiko yang mungkin terjadi, tetapi tetap memilih menjalani ritual.

Baca Juga: Kesurupan hingga Pesugihan: Kisah Mistis di Situs Rambut Monte Blitar

Menurut pengakuan yang disampaikan dalam video, Ana kemudian memperoleh sesuatu yang disebut sebagai tuyul. Ia mengklaim terdapat pilihan yang menghasilkan sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta per hari.

Uang Jutaan Disebut Muncul Setelah Ritual

Setelah kembali ke rumah, Ana disebut membawa bunga yang diberikan dalam proses ritual. Kang Oman menceritakan bahwa setelah itu Ana mulai menemukan uang di bawah kasur dan mengaitkannya dengan pesugihan yang dijalaninya.

Klaim tersebut menyebut penghasilan sekitar Rp5 juta per hari terus berlangsung. Jika dihitung selama satu bulan, nominalnya bisa mencapai sekitar Rp150 juta, meski angka tersebut merupakan bagian dari cerita narasumber dan tidak disertai bukti keuangan independen.

Baca Juga: Warung Ghaib: Kuliner Pasar Ghaib Di Pesugihan Jawa Timur

Selama bertahun-tahun, kehidupan Ana dari luar terlihat normal. Warga sekitar disebut tidak mengetahui praktik tersebut dan hanya melihat usaha pindangnya semakin laris.

Menurut Kang Oman, Ana bahkan dapat membeli rumah dan sejumlah aset. Namun, perempuan tersebut disebut mulai merasa tidak nyaman setelah sering mendengar kajian agama mengenai kesyirikan di sebuah musala dekat rumahnya.

Setelah sekitar delapan tahun, Ana akhirnya mengaku ingin berhenti. Ia kemudian meminta bantuan Kang Oman karena sebelumnya disebut mendapat informasi bahwa kontrak pesugihan tersebut berlangsung selama 15 tahun.

Baca Juga: Warung Ghaib: Kuliner Pasar Ghaib Di Pesugihan Jawa Timur

Berusaha Menghentikan Pesugihan, Berakhir dengan Kabar Kematian

Kang Oman kemudian mengaku mendatangi Gunung Serandil bersama Ana untuk mencari jalan keluar. Dalam kisahnya, ia bertemu dengan sosok yang disebut sebagai pihak terkait ritual tersebut dan berusaha meminta agar Ana dapat menghentikan praktik pesugihan.

Setelah pertemuan itu, Kang Oman mengajak Ana menjalani rangkaian doa dan pengajian. Uang yang disebut berasal dari pesugihan juga dikumpulkan untuk tidak digunakan lagi.

Baca Juga: Kesurupan hingga Pesugihan: Kisah Mistis di Situs Rambut Monte Blitar

Dalam salah satu cerita, Kang Oman menyebut jumlah uang tersebut sangat besar hingga mencapai miliaran rupiah. Namun, kembali ditegaskan bahwa nominal dan kaitannya dengan pesugihan merupakan klaim dalam pengalaman yang diceritakan, bukan data yang telah diverifikasi secara independen.

Kang Oman juga mengisahkan bahwa setelah proses tersebut, Ana mengalami berbagai kejadian yang menurutnya berkaitan dengan gangguan gaib. Ia kemudian disebut mulai memperbanyak ibadah dan berusaha meninggalkan praktik yang diyakininya sebagai kesyirikan.

Kabar mengejutkan datang setelah Ana pulang. Kang Oman mengaku mendapat informasi bahwa Ana mengalami kecelakaan lalu lintas pada malam hari dan meninggal dunia.

Baca Juga: Kesurupan hingga Pesugihan: Kisah Mistis di Situs Rambut Monte Blitar

Cerita tersebut kemudian dikaitkan dengan klaim tentang risiko pesugihan yang sebelumnya disebut berlangsung selama 15 tahun. Namun, tidak terdapat bukti independen dalam transkrip yang dapat memastikan bahwa kematian tersebut memiliki hubungan dengan pesugihan.

Kang Oman menutup kisahnya dengan imbauan agar masyarakat tidak mengambil jalan pintas demi mendapatkan kekayaan. Ia menekankan pentingnya mencari rezeki melalui cara yang dianggap halal dan menjauhi praktik yang bertentangan dengan keyakinan agama.

Kisah pesugihan tuyul ini pada akhirnya merupakan pengalaman yang disampaikan Kang Oman dalam sebuah tayangan. Sejumlah klaim supranatural di dalamnya tidak dapat dipastikan kebenarannya hanya berdasarkan kesaksian tersebut.

Baca Juga: Kesurupan hingga Pesugihan: Kisah Mistis di Situs Rambut Monte Blitar

Editor : Rangga Rizki Saputra
Sumber : @MalamMencekam
pesugihan tuyul kisah pesugihan tuyul pedagang pindang Gunung Serandil Cilacap Kang Oman