KLATEN - Kisah tuyul Klaten kembali menjadi perhatian setelah seorang warga mengaku mengalami kehilangan uang secara misterius. Mas Rizki, warga Desa Carat, Kecamatan Juwiring, Klaten, menyebut kejadian serupa juga dikeluhkan sejumlah tetangganya selama bertahun-tahun.
Cerita tuyul Klaten tersebut kemudian viral setelah Rizki menyampaikan imbauan melalui pengeras suara masjid. Ia meminta siapa pun yang disebut memiliki tuyul untuk menghentikan perbuatannya dan mencari rezeki melalui cara yang baik.
Uang Warga Disebut Hilang Berulang Kali
Dalam wawancara yang dikutip dari video podcast, Rizki menceritakan pengalaman kehilangan uang sejak sekitar 2015. Saat itu, ia menjalankan bisnis pupuk menggunakan truk dan biasa mengambil uang dari bank untuk kebutuhan operasional, termasuk membeli solar.
Baca Juga: Telaga Rambut Monte Blitar, Mengungkap Mitos Pesugihan dan Legenda Ikan Dewa Sengkaring
Uang tersebut disimpan di dashboard truk yang telah ditutup dan dikunci. Namun, Rizki mengaku uang sekitar Rp100 ribu beberapa kali hilang meski menurut pengakuannya tidak menemukan tanda adanya orang yang mengambil.
"2015 ya itu 100-an, cuman 100," ujar Rizki saat menceritakan pengalaman tersebut.
Ia mengatakan kasus uang hilang tidak hanya dialaminya. Sejumlah warga di lingkungan tempat tinggalnya juga disebut pernah mengalami kejadian serupa, termasuk ketika menyimpan uang tunai di rumah.
Rizki mencontohkan warga yang memperoleh uang dari hasil penjualan padi. Uang yang awalnya disimpan dalam jumlah jutaan rupiah, menurut ceritanya, perlahan berkurang hingga nominalnya semakin kecil.
Baca Juga: Teror Lampor Bikin Warga Meninggal Mendadak, Sesepuh Sebut Akibat Pesugihan
Kisah Tuyul Klaten Disebut Berlangsung Bertahun-tahun
Menurut Rizki, fenomena uang hilang tersebut sudah menjadi keluhan warga sebelum dirinya tinggal di wilayah Klaten. Ia menyebut kondisi itu berlangsung cukup lama dan membuat sebagian warga memilih tidak banyak membicarakannya.
Cerita semakin menarik ketika sejumlah warga mengaku pernah melihat sosok yang mereka tafsirkan sebagai tuyul. Dalam narasi yang disampaikan Rizki, sosok tersebut digambarkan berukuran kecil seperti anak-anak.
Salah satu cerita bahkan menyebut seorang warga mengaku melihat sosok kecil pada malam hari. Ada pula kisah warga yang mengaku kehilangan Rp100 ribu dari uang Rp150 ribu yang telah disiapkan untuk kebutuhan sekolah anak.
Baca Juga: Warung Ghaib: Kuliner Pasar Ghaib Di Pesugihan Jawa Timur
Namun, seluruh cerita tersebut merupakan kesaksian dan kepercayaan warga yang disampaikan dalam podcast. Tidak ada bukti dalam transkrip yang dapat memastikan bahwa kehilangan uang tersebut benar-benar disebabkan oleh makhluk gaib.
Rizki sendiri juga mengatakan belum mengetahui siapa yang diduga memiliki tuyul. Ia menegaskan tidak ingin menuduh warga tertentu karena tidak mempunyai bukti.
Imbauan Lewat Masjid Disebut Bikin Uang Tak Lagi Hilang
Setelah mengalami kehilangan uang sekitar Rp100 ribu dari uang tunai yang disimpan di mobil pada 2025, Rizki akhirnya menyampaikan imbauan melalui pengeras suara masjid.
Baca Juga: Kupas Tuntas Misteri Pesugihan Gunung Kawi di Jawa Timur, Ini Faktanya
Ia meminta warga yang merasa memiliki tuyul agar bertobat dan tidak mengambil uang milik tetangga. Menurut Rizki, cara tersebut dipilih karena ia tidak mengetahui siapa orang yang dianggap bertanggung jawab.
"Kalau mau kaya ya kerja. Ngapain pelihara tuyul?" kata Rizki dalam video tersebut.
Rizki mengklaim setelah imbauan disampaikan, uang miliknya tidak kembali hilang. Ia berharap kondisi tersebut terus berlanjut dan warga tidak lagi mengalami keresahan serupa.
Baca Juga: Warung Ghaib: Kuliner Pasar Ghaib Di Pesugihan Jawa Timur
Di sisi lain, cerita tuyul Klaten ini juga memunculkan perdebatan di media sosial. Sebagian orang mempertanyakan keberadaan tuyul di zaman modern, sementara kisah warga tentang uang hilang tetap menjadi bahan pembicaraan.
Pada akhirnya, kisah tersebut memperlihatkan bagaimana kepercayaan terhadap tuyul masih muncul dalam cerita masyarakat. Pesan yang disampaikan dalam podcast pun menekankan pentingnya mencari penghasilan dengan cara yang baik, bukan melalui cara instan atau merugikan orang lain.
Editor : Rangga Rizki SaputraSumber : @RJL5-FAJARADITYA