BLITAR KAWENTAR – Lereng Gunung Pegat di sisi barat Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, terbakar pada Sabtu (8/8) petang. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan sekitar 500 meter persegi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas kemudian melakukan pemantauan dan penanganan setelah muncul titik api di kawasan puncak Gunung Pegat.
Titik api yang berada di bagian puncak kemudian merambat ke arah bawah. Sementara titik api lainnya merambat ke arah barat hingga masuk wilayah Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok.
Proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena kondisi medan yang terjal. Petugas tidak dapat dengan mudah menjangkau seluruh titik api yang berada di kawasan lereng Gunung Pegat.
BPBD Kabupaten Blitar bersama sejumlah unsur terkait kemudian melakukan asesmen sekaligus upaya pemadaman. Satu unit truk tangki BPBD Kabupaten Blitar dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman.
Selain menggunakan kendaraan, petugas bersama warga melakukan pemadaman secara manual menggunakan gepyok.
"Medannya cukup terjal sehingga menyulitkan proses pemadaman. Petugas melakukan pemadaman menggunakan truk tangki dan secara manual sekaligus terus melakukan pemantauan di lokasi," ujar Wahyudi.
Baca Juga: Pemusnahan Barang Bukti Kejari Blitar Tuntas, 820 Batang Ganja dan 33.402 Pil Dimusnahkan
Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Blitar berkoordinasi dengan AB Jatim, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Ponggok, Pemerintah Desa Kebonduren, RAPI Blitar Barat, KSB Argo Pegat, serta warga sekitar.
Setelah dilakukan penanganan selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB. Petugas kemudian melanjutkan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api maupun kepulan asap yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi area yang terbakar dinyatakan aman dan terkendali. Tidak ditemukan lagi titik api maupun asap yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
BPBD Kabupaten Blitar mencatat luas lahan yang terbakar sekitar 500 meter persegi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti dan petugas masih melakukan pemantauan di kawasan tersebut.
Baca Juga: Kebakaran di Kesamben Blitar, Satu Korban Lansia Alami Luka Bakar 50 Persen Masih Dirawat Intensif
Wahyudi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan, terutama saat kondisi memungkinkan api mudah menjalar.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sisa tanaman maupun limbah pertanian secara sembarangan. Warga juga diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi atau lahan kering. (sub/c1)
Editor : Azahra Meilisani Salma