BLITAR KAWENTAR – Pemanfaatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Blitar masih belum maksimal. Hingga kini, baru sekitar 35 persen masyarakat yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati mengatakan, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan. Padahal, pemeriksaan dalam program CKG ditujukan untuk mendeteksi berbagai penyakit sejak dini.
“Harapannya, masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini, baik yang merasa sehat maupun yang sedang sakit. Karena tujuan utamanya adalah deteksi dini,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (10/8).
Baca Juga: Lereng Gunung Pegat Terbakar, Api Padam Setelah Tiga Jam
Menurut Silvia, CKG menjadi salah satu strategi pemerintah dalam pengendalian penyakit tidak menular. Program tersebut secara khusus menyasar penyakit seperti hipertensi dan diabetes yang ditargetkan dapat dikendalikan hingga 2030.
Masyarakat yang ingin mengikuti pemeriksaan dapat mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan yang terdaftar. Warga cukup membawa KTP dan melakukan pendaftaran pada bulan ulang tahunnya.
Layanan CKG tidak dipungut biaya. Setiap warga juga hanya dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan tersebut satu kali dalam setahun.
Baca Juga: Pemusnahan Barang Bukti Kejari Blitar Tuntas, 820 Batang Ganja dan 33.402 Pil Dimusnahkan
Program CKG telah berjalan sejak tahun lalu. Namun, rendahnya tingkat pemanfaatan membuat Dinkes Kota Blitar berencana kembali memperkuat edukasi kepada masyarakat agar semakin banyak warga yang memanfaatkan layanan tersebut.
“Kami akan terus menggencarkan edukasi supaya masyarakat lebih aktif memanfaatkan CKG. Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan,” pungkasnya. (bud/c1/ady)
Editor : Azahra Meilisani Salma