BLITAR KAWENTAR – Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar mengambil langkah antisipasi setelah muncul kabar pengamanan salah satu pegawainya berinisial B yang diduga terseret kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Blitar, Nurcholis Muhaimin, mengatakan pihaknya berencana mendatangi Mapolres Blitar Kota untuk meminta klarifikasi resmi. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keabsahan status hukum oknum petugas damkar tersebut sebagai dasar penentuan sikap kepegawaian.
Selain meminta klarifikasi, Damkar Kabupaten Blitar juga menyiapkan tes urine bagi seluruh pegawai. Pemeriksaan tersebut nantinya diperluas ke seluruh jajaran Satpol PP Kabupaten Blitar.
Baca Juga: 10 Alasan Samsung Galaxy A07 Layak Dibeli, HP Rp1 Jutaan dengan Fitur Lengkap
"Sebagai langkah antisipasi dan pembenahan internal setelah adanya kejadian ini, kami akan menggelar tes urine bagi seluruh pegawai damkar. Pemeriksaan ini nantinya juga akan meluas ke seluruh jajaran Satpol PP Kabupaten Blitar," tegas Nurcholis.
Nurcholis menegaskan, tes urine dilakukan sebagai bentuk pembenahan internal sekaligus deteksi dini. Pemeriksaan akan menyasar seluruh personel tanpa terkecuali agar kejadian serupa dapat diantisipasi.
Pelaksanaan tes urine massal tersebut akan melibatkan tim medis dan penyidik dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Saat ini, pihak dinas masih melakukan koordinasi terkait kesiapan teknis serta jadwal pelaksanaan pemeriksaan.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07 Punya Helio G99 dan UFS, tapi 4 Kekurangan Ini Perlu Dipertimbangkan
Meski begitu, Nurcholis belum dapat memastikan kapan tes urine dilakukan. Dia hanya menyebut pemeriksaan tersebut akan digelar dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Polres Blitar Kota mengungkap kasus narkotika yang menyeret nama salah satu petugas Damkar Kabupaten Blitar pada Juli lalu. Namun, berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, yang bersangkutan hingga kini tidak ditahan karena menjalani rehabilitasi jalan.
Di sisi lain, Damkar Kabupaten Blitar menampik anggotanya terjerat kasus narkoba. Pihaknya menyebut yang bersangkutan masih bekerja dan dalam kondisi sehat. Berdasarkan pengakuannya, ia hanya sebatas berteman dengan tersangka pengedar dan tidak mengonsumsi obat terlarang tersebut. (jar/c1/ady)
Editor : Azahra Meilisani Salma