Cegah Diabetes, Kader Kesehatan di Kediri Dilatih Olah Flaxseed Jadi Pangan Fungsional

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:52 WIB
POLTEKKES KEMENKES MALANG / UNTUK RADAR BLITAR
PEMBERDAYAAN KADER : Tim Pengabmas Kemenkes Malang bersama kader mengembangkan inovasi olahan minyak biji ramai untuk pengendalian diabetes di Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri.
POLTEKKES KEMENKES MALANG / UNTUK RADAR BLITAR
PEMBERDAYAAN KADER : Tim Pengabmas Kemenkes Malang bersama kader mengembangkan inovasi olahan minyak biji ramai untuk pengendalian diabetes di Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri.

 

BLITAR KAWENTAR – Upaya mencegah dan mengendalikan diabetes melitus terus dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan membekali kader kesehatan keterampilan mengolah flaxseed atau biji rami menjadi pangan fungsional.

Program tersebut dilakukan tim pengabdian masyarakat Program Studi D3 Kebidanan Kediri Poltekkes Kemenkes Malang melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Kegiatan berlangsung di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dengan melibatkan 50 kader kesehatan sebagai mitra utama.

Baca Juga: Jual Mobil Rental di Facebook, Residivis Asal Gandusari Dibekuk Polisi

Kader kesehatan di Kediri mendapatkan edukasi mengenai diabetes melitus sekaligus pelatihan pemanfaatan flaxseed.

 Biji rami tersebut dikenalkan sebagai salah satu bahan pangan fungsional yang berpotensi mendukung upaya pencegahan dan pengendalian diabetes melitus.

Program pemberdayaan kader ini dilatarbelakangi tingginya kejadian diabetes melitus di Kota Kediri.

Baca Juga: Cara Cek Saldo PKH dan BPNT lewat HP? Begini Cara Cek Status Penerima Bansos di Cek Bansos

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kediri yang tercantum dalam materi pengabdian, terdapat 12.819 kasus diabetes melitus pada 2024 dan 9.882 kasus pada 2025.

Sementara itu, pada 2026 prevalensi diabetes melitus di Kota Kediri diperkirakan mencapai 4,25 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya promotif dan preventif secara berkelanjutan untuk membantu mengendalikan kasus sekaligus mencegah komplikasi.

Tim pengabdian masyarakat kemudian mendorong strategi berbasis masyarakat melalui pemanfaatan flaxseed atau biji rami.

Bahan pangan tersebut dikenal mengandung serat, asam lemak omega-3, lignan, senyawa fenolik, dan antioksidan.

Dalam materi kegiatan, kandungan tersebut disebut berpotensi membantu memperbaiki metabolisme glukosa, meningkatkan sensitivitas insulin, serta mengurangi risiko komplikasi diabetes melitus.

Baca Juga: Penerima Bansos Jangan Sembarangan Berikan NIK, Data Bisa Disalahgunakan hingga Terindikasi Judol

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam dua pertemuan, yakni pada Mei dan Juli 2026.

Pada pertemuan pertama, para kader mendapatkan edukasi mengenai diabetes melitus, faktor risiko, pola hidup sehat, serta manfaat flaxseed.

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik mengolah flaxseed menjadi menu sehat. Salah satu menu yang diperkenalkan adalah smoothies berbahan alpukat, stroberi, susu, dan kayu manis sebagai pemanis alami.

Baca Juga: Cek Saldo PKH dan BPNT lewat HP, Begini Cara Pakai Livin’ by Mandiri

Pelatihan tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi. Para kader juga diajak berdiskusi, melakukan tanya jawab, dan mempraktikkan langsung pengolahan bahan pangan.

Pada pertemuan kedua, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan salad sayur dengan tambahan flaxseed oil. Metode praktik langsung tersebut diharapkan membuat kader lebih mudah memahami cara pemanfaatan flaxseed dalam menu sehari-hari.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Ira Titisari, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam memanfaatkan flaxseed sebagai pangan fungsional untuk mendukung pencegahan diabetes melitus.

Baca Juga: E-Ticketing Wisata Ngreco Ditunda, Disbudpar Pilih Sistem Tiket Hologram

Kader yang telah memperoleh edukasi dan pelatihan diharapkan dapat menerapkan pengetahuan tersebut di lingkungan keluarga. Selain itu, kader juga diharapkan mampu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan kesehatan.

Posyandu dan Posbindu menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan kader untuk memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat dan pemanfaatan pangan fungsional.

Melalui kegiatan tersebut, kader tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai diabetes melitus, tetapi juga pengalaman praktis dalam mengolah bahan pangan menjadi menu yang lebih sehat.

Baca Juga: KKS Merah Putih Kedaluwarsa? Ini Solusi agar Bansos PKH Tetap Bisa Dicairkan

Tim pengabdian masyarakat berharap sinergi antara perguruan tinggi, kader kesehatan, dan pemerintah daerah dapat terus dikembangkan.

 Pemberdayaan kader dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjalankan upaya promotif dan preventif.

Dengan keterampilan yang diperoleh, kader diharapkan dapat menjadi edukator di tengah masyarakat sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat.

 Pemanfaatan pangan fungsional seperti flaxseed menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut untuk membantu menekan risiko diabetes melitus di Kota Kediri.

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
flaxseed diabetes melitus Poltekkes Kemenkes Malang kader kesehatan Kota Kediri