Primbon Jawa Ungkap Hari dan Bulan Terbaik Bangun Rumah, Pak Dhe Sebut Selasa Legi Paling Istimewa

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Primbon Jawa mengungkap hari dan bulan terbaik membangun rumah, termasuk Selasa Legi yang disebut paling istimewa menurut penjelasan Pak Dhe.(Pinterest)
Primbon Jawa mengungkap hari dan bulan terbaik membangun rumah, termasuk Selasa Legi yang disebut paling istimewa menurut penjelasan Pak Dhe.(Pinterest)

JAKARTA – Primbon Jawa masih menjadi rujukan sebagian masyarakat dalam menentukan waktu terbaik untuk membangun rumah. Tradisi turun-temurun tersebut dipercaya dapat menjadi ikhtiar agar proses pembangunan berjalan lancar dan rumah yang ditempati membawa keselamatan, ketenteraman, serta rezeki bagi penghuninya.

Dalam tayangan di kanal YouTube Rivan Harun Channel, seorang sesepuh yang akrab disapa Pak Dhe menjelaskan bahwa Primbon Jawa mengenal berbagai pepetungan atau perhitungan untuk menentukan bulan, hari, hingga jam yang dianggap baik saat memulai pembangunan rumah.

Ia menegaskan bahwa penjelasan tersebut merupakan bagian dari pelestarian budaya Jawa. Masyarakat dipersilakan mempercayai ataupun tidak, karena tradisi ini bukanlah aturan yang wajib diikuti.

Baca Juga: Cara Menghitung Nogo Dino Lengkap Menurut Primbon Jawa, Cek Rumus Naga dan Patine Dina

Bulan yang Dianjurkan untuk Memulai Pembangunan

Pak Dhe mengungkapkan terdapat beberapa bulan yang dinilai baik untuk memulai pembangunan rumah. Di antaranya adalah bulan Syawal, Bakda Mulud, Rejeb, dan terutama bulan Besar yang disebut sebagai waktu paling baik.

Menurutnya, bulan Besar memiliki makna simbolis sebagai bulan yang membawa kebesaran, sehingga diharapkan pemilik rumah memperoleh kemuliaan, keberkahan, serta rezeki yang semakin luas. Dalam kalender Masehi, bulan tersebut umumnya bertepatan dengan Juni atau Juli, meski dapat berubah mengikuti penanggalan Jawa.

Sebaliknya, bulan Mulud dan Ruwah disebut sebagai waktu yang lebih jarang dipilih masyarakat untuk memulai pembangunan rumah.

Selasa Legi Dinilai Memiliki Nilai Istimewa

Selain menentukan bulan, penentuan hari juga menjadi bagian penting dalam tradisi Primbon Jawa.

Pak Dhe menjelaskan bahwa Selasa Legi merupakan hari yang memiliki nilai paling istimewa karena mempertemukan hitungan "Kertayasa Candi Raga Sempoyong" dengan "Ringkel Dedel Nabi Sleman".

Menurutnya, perpaduan dua hitungan tersebut dipercaya membawa harapan akan keselamatan, kelancaran, serta keberuntungan bagi pemilik rumah.

Namun, kesempatan memperoleh kombinasi tersebut tidak selalu ada karena hanya muncul pada waktu tertentu dalam satu tahun. Oleh sebab itu, apabila tidak memungkinkan menunggu Selasa Legi, masyarakat masih dapat memilih hari yang memiliki hitungan "tiba candi", yang juga dianggap baik dalam tradisi Jawa.

Jam Peletakan Batu Pertama Tidak Boleh Sembarangan

Tak hanya bulan dan hari, Pak Dhe juga menyoroti pentingnya memilih jam saat memulai pembangunan rumah.

Dalam tradisi Jawa, waktu tersebut dihitung menggunakan siklus "urip, lara, pati". Ia menyarankan agar peletakan pondasi atau batu pertama dilakukan ketika perhitungan jatuh pada posisi "urip", yang melambangkan kehidupan dan harapan baik.

Menurutnya, penentuan jam tersebut berlaku untuk prosesi peletakan pondasi atau batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah.

Ia juga menegaskan bahwa prosesi simbolis itu sebaiknya dilakukan langsung oleh pemilik rumah. Meski hanya meletakkan satu batu, tindakan tersebut dianggap sebagai awal resmi pembangunan sehingga memiliki makna penting dalam tradisi.

Baca Juga: Cara Menghitung Nogo Dino Lengkap Menurut Weton Jawa, Cek Kekuatan dan Patine Dina

Berbeda dengan Membeli Rumah Jadi

Pak Dhe membedakan antara membangun rumah baru dengan membeli rumah yang sudah selesai dibangun.

Untuk rumah yang dibeli dalam kondisi siap huni, perhitungan tidak lagi dilakukan pada proses pembangunan, melainkan saat pemilik akan pindah atau boyongan ke rumah tersebut. Hari perpindahan dianggap lebih penting untuk dipilih dengan baik.

Sementara itu, apabila rumah mengalami renovasi besar hingga mengganti struktur utama bangunan, maka disarankan tetap menggunakan perhitungan sebagaimana membangun rumah dari awal. Namun jika renovasi hanya bersifat ringan, seperti mengganti sebagian atap atau melakukan perbaikan kecil, maka tidak perlu memakai pepetungan khusus.

Di akhir penjelasannya, Pak Dhe kembali mengingatkan bahwa seluruh perhitungan tersebut merupakan warisan budaya Jawa yang telah dilestarikan sejak zaman para leluhur.

Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai Primbon Jawa hanya bertujuan mengenalkan tradisi kepada masyarakat, bukan mengajak ataupun mewajibkan setiap orang untuk mengikuti seluruh perhitungan tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah rumah yang dibangun menjadi tempat tinggal yang membawa keselamatan, ketenangan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh anggota keluarga.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Padepokan Tirto Roso
Selasa Legi hari baik bangun rumah budaya jawa Primbon Jawa peletakan batu pertama