Kabar Menggembirakan, Pemprov Jatim Usulkan Bantuan Perbaikan RTLH untuk Mbah Sumarmi di Kesamben Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 20:15 WIB
Mbah Sumarmi, warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben tetap semangat merawat anak sulungnya serta sang adik.
Mbah Sumarmi, warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben tetap semangat merawat anak sulungnya serta sang adik.

BLITAR KAWENTAR – Usai kisah Mbah Sumarmi merawat sang anak yang lumpuh viral di media sosial, kini rumah bersahaja milik nenek 93 tahun tersebut segera diusulkan masuk dalam program bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kepastian penanganan hunian tersebut ditandai dengan diterjunkannya tim survei dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim serta tim JSC UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Blitar pada Kamis (13/8).

Pengawas Bangunan Gedung Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jatim, Fikri Reskyansa Sasmita Nugraha membeberkan, berdasarkan pemetaan kaji cepat di lokasi, bagian belakang hingga area dapur rumah Mbah Sumarmi mendesak untuk dibenahi.

Baca Juga: Pemkot Blitar Gelontorkan Anggaran Rp 350 Juta untuk Meriahkan BEN Carnival 2026

“Bagian depan rumah secara umum masih cukup layak. Namun yang menjadi prioritas utama perbaikan adalah bagian belakang hingga dapur karena kondisinya memang memprihatinkan dan sangat membutuhkan renovasi,” ujar Fikri Reskyansa saat dikonfirmasi, Jumat (14/8).

Proyek perbaikan tempat tinggal Mbah Sumarmi mendapat sokongan stimulus dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebesar Rp 20 juta. Apabila dalam proses pembangunan terdapat kekurangan maupun kelebihan kebutuhan anggaran, penanganannya bakal dikoordinasikan secara berkelanjutan bersama dinsos.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinsos Provinsi Jawa Timur, Arif Ardiansah, menegaskan telah turun langsung mengecek kondisi kesejahteraan Mbah Sumarmi. Hasil verifikasi memastikan bahwa Mbah Sumarmi beserta keluarga telah masuk dalam skema perlindungan sosial pemerintah.

Baca Juga: Trik Memperkuat Fungsi Otak dengan Berpikir Kritis, Jangan Terjebak Keputusan Otomatis

Mbah Sumarmi yang tinggal bersama lima anggota keluarga tersebut tercatat secara sah sebagai penerima bantuan sosial rutin Program Keluarga Harapan (PKH). Tidak hanya itu, program PKH Plus khusus lansia dengan nominal bantuan senilai Rp 500 ribu.

“Kemarin sudah kami cek secara menyeluruh di lapangan, Mbah Sumarmi dipastikan sudah mendapatkan bantuan sosial secara rutin dari pemerintah,” terangnya.

Mbah Sumarmi bertahun-tahun telaten merawat anak sulungnya, supoyo, 64, yang mengalami disabilitas fisik. Supoyo terbaring tak berdaya selama kurang lebih 25 tahun setelah mengalami insiden terjatuh dari pohon.

Melihat beban berat yang dipikul Mbah Sumarmi di usia senjanya, Dinsos Provinsi Jatim turut memberikan opsi penanganan khusus berupa pelayanan perawatan di UPT PSTW Blitar bagi Poyo serta adik Mbah Sumarmi, Suprihatin, 71.

Baca Juga: Cara Belajar yang Efektif dengan Teknik Feynman agar Materi Tak Sekadar Hafal

“Untuk penawaran perawatan pelayanan sosial di UPT PSTW Blitar bagi Pak Poyo dan Bu Suprihatin, saat ini sifatnya masih penawaran dan akan dimusyawarahkan lebih dulu secara kekeluargaan bersama pihak keluarga Mbah Sumarmi,” pungkasnya.(jar/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
Mbah Sumarmi dinsos Jatim perbaikan RTLH Kesamben blitar