HORMAT GRAK: Seorang warga hormat kepada bendera merah putih raksasa di Bukit Plampangan di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Senin (17/8).
BLITAR KAWENTAR - Ada pemandangan berbeda di Dusun Plampangan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Senin (17/8/2026). Bendera merah putih sepanjang 81 meter itu dibentangkan di Bukit Plampangan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Bendera raksasa itu dikibarkan oleh warga setempat sebagai wujud perayaan kemerdekaan. Pengibaran bendera tersebut berlangsung penuh khidmat. Sudah sejak pagi warga bersiap melaksanakan upacara bendera di bukit tersebut.
Camat Kesamben, Amir Bharata mengatakan, pengibaran bendera raksasa itu untuk peringatan HUT Kemerdekaan RI. Warga Desa Jugo juga ikut melakukan upacara di bukit tersebut. Bendera lantas dikibarkan saat detik-detik proklamasi sekitar pukul 10.00 WIB.
Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam yang Jarang Diketahui Bisa Dukung Imunitas hingga Tulang
“Kenapa sepanjang 81 meter persegi, karena menyesuaikan dengan usia kemerdekaan. Selain itu, pengibaran bendera raksasa ini sebagai wujud rasa cinta rakyat kepada bangsa dan negaranya,” ujarnya.
Selain pengibaran bendera raksasa, juga dilanjutkan dengan pertunjukkan tari kolosal yang diikuti 481 pelajar se-Kecamatan Kesamben. Pertunjukan itu dipusatkan di Lki Arena.
Penari tersebut mengenakan pakaian sekolah dengan atribut kain merah putih di sampingnya. Ada juga pasukan barongan yang beratraksi di antara mereka dan tampil selama kurang lebih 6 menit.
Baca Juga: Cara Membuat Bakso Ayam Enak untuk Jualan, Lengkap dengan Pangsit dan Tahu
Amir menyebut tari kolosal ini menjadi spesial dan meriah karena diikuti ratusan pelajar. Mereka mempersiapkan momen penampilannya dalam beberapa hari dan melakukan gladi resik langsung di Lki Arena.
”Tari kolosal ini sudah sering dilakukan di kecamatan lain. Kami hanya memoles dan memodifikasi gerakannya. Apalagi harus memanfaatkan tempatnya yang luas dengan konsep enak dilihat,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang penari asal SMK Putra 3 Kesamben, Fathiyah Hanun Arifah, membeberkan bahwa masa latihan intensif di lingkungan sekolah hanya memakan waktu selama satu minggu.
Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam Ternyata Segudang, Tapi Cara Mengolahnya Tak Boleh Asal
Fathiyah menjelaskan, sajian tari kolosal tersebut mengusung konsep persatuan budaya. Beragam tarian khas dari berbagai pelosok daerah di Indonesia dipadukan secara apik dalam satu koreografi utuh. ”Persiapan latihan di sekolah sekitar satu minggu. Kemudian untuk pemantapan latihan gabungan di lokasi acara ini cuma sekitar empat kali pertemuan,” katanya.
Delisa Prilia Saputri mengaku sangat bangga dan antusias bisa menjadi bagian dari pengisi acara helatan Hari Kemerdekaan tahun ini. Terlebih, pengalaman menari kolosal di tingkat kecamatan ini merupakan kali pertama bagi dirinya dan rekan-rekannya.
Rasa gugup di atas panggung seketika sirna berganti semangat membara begitu musik pengiring diputar dan sorak penonton membahana.
”Pastinya sangat semangat. Karena kita menari bareng-bareng dari berbagai sekolah, jadi rasanya excited banget. Apalagi ini pengalaman pertama (first time) buat kami tampil di panggung tari kolosal HUT RI," pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah