KDS Kota Blitar Belajar Praktik Baik Pendampingan Masyarakat di Jombang

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:21 WIB
Studi Banding Tim Pengabmas Polkesma Prodi D3  Keperawatan Blitar, Dinkes Dan KDS Kota Blitar ke KDS JCC PLUS Pejuang Sehat
Studi Banding Tim Pengabmas Polkesma Prodi D3 Keperawatan Blitar, Dinkes Dan KDS Kota Blitar ke KDS JCC PLUS Pejuang Sehat

BLITAR KAWENTAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Program Studi D3 Keperawatan Blitar, Poltekkes Kemenkes Malang, bersama Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Kota Blitar dan Dinas Kesehatan Kota Blitar melaksanakan studi banding ke KDS JCC Plus Pejuang Sehat Jombang, Sabtu (8/8). Kegiatan tersebut menjadi sarana bertukar pengalaman sekaligus mempelajari praktik baik dalam pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.

Rombongan dipimpin Ketua Tim Pengabmas Prodi D3 Keperawatan Blitar, Wiwin Martiningsih, M.Kep., PhD.NS., bersama Sri Winarni, S.Pd., M.Kes. dan Andi Hayyun Abiddin, S.ST., M.Sc. sebagai anggota. Kegiatan juga dihadiri drg. Silvia Dewi Kusumawati, M.H., M.M. dan dr. Trianang Setyawan dari Dinas Kesehatan Kota Blitar serta perwakilan KDS Kota Blitar.

Studi banding tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan pengelolaan program KDS. Para peserta mempelajari secara langsung berbagai kegiatan, strategi, hingga inovasi yang telah diterapkan KDS JCC Plus Pejuang Sehat Jombang.

Baca Juga: Pemberdayaan Kader Kesehatan Lewat Daun Kelor untuk Cegah Diabetes, Poltekkes Kemenkes Malang Latih 50 Kader di Kediri

Dr. Trianang Setyawan mengapresiasi pelaksanaan studi banding tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam memperkuat peran KDS di masyarakat.

Ia berharap berbagai hasil pembelajaran dari Jombang dapat diterapkan dan dikembangkan di Kota Blitar dengan menyesuaikan kebutuhan serta kondisi di lapangan.

Hal senada disampaikan drg. Silvia Dewi Kusumawati. Ia mendorong seluruh peserta untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan kebersamaan. Menurutnya, keberhasilan program di masyarakat membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga kesehatan, KDS, dan masyarakat.

Baca Juga: Poltekkes Kemenkes Malang Gembleng 42 Kader Baru di Kepanjenkidul, Perkuat Posyandu ILP dan Serahkan Timbangan Bayi

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan diskusi, berbagi pengalaman, serta melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan KDS JCC Plus Pejuang Sehat Jombang.

Sri Winarni menilai, studi banding memberikan pengalaman penting mengenai bagaimana KDS dapat membangun sistem dukungan yang aktif, terorganisasi, dan berkelanjutan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kegiatan KDS Kota Blitar, terutama dalam penguatan kapasitas anggota, komunikasi, serta pengembangan kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat.

Tim Pengabmas Prodi D3 Keperawatan Blitar bersama KDS Kota Blitar dan Dinas Kesehatan mengikuti studi banding ke KDS JCC Plus Pejuang Sehat Jombang.
Tim Pengabmas Prodi D3 Keperawatan Blitar bersama KDS Kota Blitar dan Dinas Kesehatan mengikuti studi banding ke KDS JCC Plus Pejuang Sehat Jombang.

 Baca Juga: Keberhasilan Poltekkes Kemenkes Malang Tingkatkan Kesadaran Warga Karangrejo, Kini Terampil Deteksi Dini Diabetes hingga Meracik Herbal Pencegahan

“Kegiatan ini memberikan banyak pembelajaran yang dapat kami bawa pulang dan dikembangkan bersama KDS Kota Blitar. Yang paling penting adalah bagaimana membangun kebersamaan, meningkatkan kapasitas anggota, dan memastikan KDS mampu menjalankan perannya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Sri Winarni.

Sementara itu, Andi Hayyun Abiddin menyebut kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat jejaring dan kolaborasi antarkelompok serta antarinstansi.

Menurutnya, KDS memiliki peran strategis karena menjadi bagian dari masyarakat yang dapat memberikan dukungan secara lebih dekat dan berkelanjutan kepada kelompok yang membutuhkan pendampingan.

Baca Juga: Poltekkes Malang Tingkatkan Kemandirian Masyarakat lewat Deteksi Dini Diabetes, Bekali Kader Harus Jadi Teladan Gaya Hidup Sehat

“Kami berharap hasil studi banding ini tidak hanya berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Kota Blitar,” ungkapnya.

Ketua Tim Pengabmas Wiwin Martiningsih juga berharap studi banding tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi menghasilkan pembelajaran yang dapat diadaptasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat Kota Blitar.

Dengan adanya kegiatan tersebut, hasil pembelajaran dari KDS JCC Plus Pejuang Sehat Jombang diharapkan dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan inovasi sekaligus memperkuat kapasitas, kemandirian, dan keberlanjutan KDS Kota Blitar.

Editor : Azahra Meilisani Salma
KDS Kota Blitar Dinas Kesehatan Kota Blitar Poltekkes Kemenkes Malang jombang studi banding