BLITAR KAWENTAR – Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar berencana menambah satu unit mobil damkar pada 2027 mendatang. Pengadaan armada baru tersebut disiapkan untuk memperkuat jangkauan pelayanan, khususnya di wilayah Blitar Selatan yang selama ini terkendala jarak tempuh.
Kasi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo mengatakan, tambahan satu armada damkar telah diajukan untuk direalisasikan melalui APBD 2027. Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp2 miliar.
”Kami mengajukan tambahan 1 unit mobil damkar untuk tahun depan. Ini untuk mengoptimalkan pelayanan, terutama di wilayah yang selama ini belum terjangkau secara maksimal,” ujarnya, kemarin (16/8).
Armada yang akan dibeli merupakan jenis truk tangki standar damkar. Rencananya, kendaraan tersebut ditempatkan di salah satu pos damkar yang berada di kawasan Lodoyo Timur (Lotim) atau Lodoyo Barat (Lobar).
Baca Juga: Judol Anggota Keluarga Bisa Bikin Bansos Orang Tua Dibekukan
Penempatan armada di wilayah tersebut dinilai penting untuk mempercepat respons petugas ketika terjadi kebakaran di kawasan Blitar Selatan. Selama ini, sebagian armada harus diberangkatkan dari kantor pusat Damkar Kabupaten Blitar sehingga waktu tempuh menuju lokasi kejadian menjadi lebih panjang.
Bahkan, dalam sejumlah kejadian sebelumnya, petugas mendapati api telah padam ketika tiba di lokasi.
”Kalau harus berangkat dari kantor pusat tentu membutuhkan waktu lebih lama. Beberapa kejadian sebelumnya, ketika kami sampai di lokasi, api sudah padam. Dengan adanya unit yang ditempatkan di Lobar atau Lotim, jarak tempuh ke TKP bisa lebih cepat,” jelasnya.
Tedi menyebut, keberadaan armada tambahan di wilayah selatan diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran sekaligus meminimalkan risiko api meluas. Terlebih, kondisi geografis Kabupaten Blitar yang luas membuat kebutuhan armada pemadam tidak cukup jika hanya mengandalkan unit yang berada di satu lokasi.
Saat ini, Damkar Kabupaten Blitar telah memiliki satu unit armada di Wlingi dan satu unit di Srengat. Namun, wilayah Blitar Selatan masih membutuhkan tambahan armada.
”Jumlah unit saat ini memang belum ideal. Namun, paling tidak kami berharap masing-masing eks kawedanan memiliki 1 unit mobil damkar. Wlingi sudah ada 1 unit, Srengat 1 unit, tinggal wilayah Blitar Selatan,” paparnya.
Baca Juga: KDS Kota Blitar Belajar Praktik Baik Pendampingan Masyarakat di Jombang
Penambahan armada juga perlu diikuti dengan penguatan sumber daya manusia. Sebab, mobil damkar membutuhkan personel yang siap bertugas selama 24 jam untuk merespons laporan masyarakat.
Saat ini, personel yang bertugas dalam piket damkar berjumlah sembilan orang yang terbagi dalam tiga regu. Setiap regu terdiri atas tiga personel dan menjalankan tugas selama 24 jam secara bergantian.
Karena itu, pihaknya berharap pengadaan kendaraan baru nantinya juga dibarengi dengan penambahan personel. Dengan begitu, armada yang tersedia dapat dioperasikan secara optimal dan tidak menambah beban personel yang sudah ada.
”Semoga, dengan bertambahnya unit, personelnya juga bertambah,” pungkasnya. (sub/c1)
Editor : Azahra Meilisani Salma