Cuaca Ekstrem Picu Ikan Budi Daya Stres, Pembudi Daya Blitar Diminta Kurangi Kepadatan Kolam

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:00 WIB
FAJAR RAHMAD aw/radar blitar

TELITI: Petugas laboratorium Disnakkan Kabupaten Blitar memeriksa sampel air kolam dari warga beberapa waktu lalu.
FAJAR RAHMAD aw/radar blitar
TELITI: Petugas laboratorium Disnakkan Kabupaten Blitar memeriksa sampel air kolam dari warga beberapa waktu lalu.

 

BLITAR KAWENTAR – Cuaca ekstrem yang ditandai perubahan suhu drastis mulai berdampak terhadap ikan budi daya di Kabupaten Blitar.

Kondisi suhu dingin atau bediding yang terjadi saat musim kemarau membuat ikan lebih rentan mengalami stres hingga terserang penyakit.

Ikan budi daya menjadi salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian selama perubahan cuaca.

Baca Juga: Judol Anggota Keluarga Bisa Bikin Bansos Orang Tua Dibekukan

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mengingatkan pembudi daya agar meningkatkan kewaspadaan.

 Perubahan suhu air dari dingin ke panas secara cepat dapat menurunkan daya tahan tubuh ikan dan membuka peluang munculnya penyakit maupun serangan parasit.

Manajer Laboratorium Ikan Disnakkan Kabupaten Blitar, Arief Mustakim, mengatakan kondisi tersebut sudah terlihat dari adanya kasus kematian ikan di sejumlah wilayah.

Baca Juga: KDS Kota Blitar Belajar Praktik Baik Pendampingan Masyarakat di Jombang

Salah satunya terjadi pada benih ikan lele di Kecamatan Selopuro pada Juli lalu.

Hasil pemeriksaan Laboratorium Ikan Disnakkan Kabupaten Blitar terhadap sampel ikan lele yang mati di Selopuro menunjukkan adanya indikasi serangan parasit.

“Berdasarkan hasil pengujian sampel dari Selopuro bulan lalu, kami identifikasi ada serangan parasit,” kata Arief, Minggu (16/8).

Setelah mengetahui penyebab kematian ikan, petugas memberikan rekomendasi penanganan kepada pembudi daya.

 Rekomendasi tersebut meliputi jenis obat yang sesuai, takaran dosis, hingga durasi pengobatan.

Menurut Arief, pembudi daya perlu lebih waspada karena kondisi cuaca saat ini cukup dinamis.

Baca Juga: Pacu PAD dan Tertibkan Piutang, Pemkab Blitar Terapkan Pemutihan Denda Pajak hingga Bebas PBB Untuk Veteran

Suhu yang tidak menentu dapat membuat ikan mengalami stres. Ketika daya tahan tubuh ikan menurun, penyakit dan parasit menjadi lebih mudah menginfeksi.

Untuk mencegah kasus serupa, Disnakkan Kabupaten Blitar meminta pembudi daya melakukan sejumlah langkah pencegahan. Salah satunya dengan memperhatikan kepadatan ikan di dalam kolam.

Arief menyarankan agar pembudi daya mengurangi tingkat kepadatan tebar ikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko ikan mengalami stres, terutama ketika kondisi lingkungan mengalami perubahan suhu.

Baca Juga: Manfaat Membantu Orang Lain dalam Islam, Pahalanya Disebut Lebih Utama dari Ibadah Ini

Selain mengatur kepadatan kolam, pembudi daya juga disarankan menambahkan multivitamin pada pakan ikan.

Asupan tersebut diharapkan membantu menjaga kondisi ikan agar tetap prima di tengah perubahan cuaca.

“Kondisi cuaca dingin lalu panas seperti sekarang ini rentan membuat ikan stres dan memancing munculnya penyakit,” jelasnya.

Baca Juga: HP iPhone vs HP Android Terbaru 2026, Siapa Jawara Adu Kecepatan yang Sebenarnya?

Disnakkan Kabupaten Blitar juga memberikan layanan pemeriksaan bagi pembudi daya yang mengalami persoalan pada ikan maupun kualitas air kolam.

Laboratorium Ikan Disnakkan sebelumnya sempat menyiagakan layanan saat rangkaian Hari Jadi Blitar.

 Pelayanan tersebut mencakup pengujian kualitas air dan identifikasi penyakit ikan secara gratis.

Baca Juga: HUT RI ke-81, Warga Kesamben Blitar Kibarkan Bendera Merah Putih 81 Meter di Bukit Plampangan

Pengujian kualitas air dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan budi daya sekaligus memastikan parameter air masih berada dalam batas aman.

 Sejumlah parameter yang diperiksa antara lain kadar oksigen terlarut atau Dissolved Oxygen (DO), pH, amonia, nitrit, nitrat, fosfat, hingga zat besi (Fe).

Arief mengatakan petugas laboratorium juga rutin melakukan pengujian langsung ke lapangan. Selain itu, laboratorium tetap siaga menerima sampel dari pembudi daya.

Baca Juga: Upacara HUT RI di Tengah Telaga Blumbang Gede, Komunitas Paddle Blitar Sekaligus Promosikan Wisata

Pembudi daya yang menemukan ikan sakit atau ingin memastikan kondisi air kolam dapat membawa sampel ke laboratorium.

Petugas akan melakukan identifikasi mulai dari gejala klinis hingga pemeriksaan laboratorium secara lebih mendalam.

Layanan pemeriksaan tersebut diberikan secara gratis sebagai bagian dari pelayanan publik Disnakkan Kabupaten Blitar kepada para pembudi daya.

Baca Juga: Kabar Menggembirakan, Pemprov Jatim Usulkan Bantuan Perbaikan RTLH untuk Mbah Sumarmi di Kesamben Blitar

 Dengan pemeriksaan lebih awal, penyebab penyakit maupun gangguan kualitas air diharapkan bisa segera diketahui sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar. (jar/c1/sub)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
disnakkan blitar Kualitas air kolam ikan budidaya cuaca ekreme ikan lele