BLITAR KAWENTAR – Revitalisasi pasar Kabupaten Blitar belum mendapat tambahan agenda baru tahun ini. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Blitar memastikan belum ada program revitalisasi maupun renovasi tambahan untuk pasar-pasar tradisional di wilayah Bumi Penataran.
Untuk tahun ini, Disperdagin lebih memprioritaskan perawatan sarana serta pendampingan pembangunan Pasar Kesamben. Pasar tersebut menjadi fokus pembenahan karena kebutuhan renovasinya dinilai paling prioritas dibandingkan pasar tradisional lainnya.
Kepala Disperdagin Kabupaten Blitar, Darmadi, mengatakan sejauh ini belum ada pemetaan tambahan untuk perbaikan maupun renovasi pasar tradisional lain. Kondisi fisik sebagian besar pasar dinilai masih cukup layak untuk menunjang aktivitas jual-beli masyarakat.
Baca Juga: Karhutla Kabupaten Blitar Tembus 11 Kejadian, BPBD Ungkap Penyebab dan Minta Warga Waspada
"Sementara ini belum ada tambahan untuk pasar tradisional lainnya. Memang kebutuhan renovasinya baru untuk Pasar Kesamben, jadi yang lainnya belum ada pemetaan untuk perbaikan atau renovasi," ujar Darmadi, Minggu (16/8).
Kondisi Pasar Dinilai Masih Memadai
Disperdagin Kabupaten Blitar menilai infrastruktur pasar tradisional di sejumlah kecamatan masih cukup memadai. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan sehingga belum ada alokasi revitalisasi, pemeliharaan besar, maupun perbaikan fisik tambahan pada tahun ini.
Menurut Darmadi, sarana pasar yang masih layak membuat perhatian pemerintah saat ini tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik. Disperdagin juga memikirkan bagaimana aktivitas perdagangan di pasar tradisional dapat kembali lebih ramai.
Persoalan yang dihadapi pedagang saat ini bukan semata kondisi bangunan. Sebagian pedagang pasar di Kabupaten Blitar juga mengeluhkan sepinya pembeli sehingga transaksi belum maksimal.
Karena itu, upaya meningkatkan aktivitas ekonomi pasar menjadi salah satu perhatian Disperdagin.
Dorong ASN Berbelanja di Pasar
Salah satu langkah yang tengah diupayakan adalah mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk berbelanja di pasar tradisional setiap bulan. Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan transaksi sekaligus pendapatan pedagang.
Disperdagin melihat peningkatan jumlah pembeli sebagai hal penting untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Dengan lebih banyak transaksi, pedagang diharapkan memperoleh tambahan pendapatan dari aktivitas jual-beli.
"Ini sebagian besar pedagang pasar di Blitar mengeluhkan sepinya pembeli. Kami masih mengupayakan untuk meramaikan transaksi di sana. Sementara kondisi fisik pasar tradisional kita masih dinilai cukup layak," terang Darmadi.
Baca Juga: Damkar Kabupaten Blitar Ajukan Tambahan Armada untuk Wilayah Selatan
Pasar Kesamben Jadi Prioritas
Sementara itu, pembangunan dan pembenahan Pasar Kesamben menjadi salah satu fokus pekerjaan Disperdagin Kabupaten Blitar tahun ini. Prioritas tersebut dilakukan setelah sejumlah pasar sebelumnya telah mendapat pengerjaan fisik.
Darmadi menjelaskan Pemkab Blitar secara bertahap telah menyelesaikan berbagai program perbaikan dan pembenahan infrastruktur pasar pada tahun-tahun sebelumnya. Pekerjaan tersebut dilakukan pada pasar yang masuk dalam skala prioritas.
Pada 2025, misalnya, pengerjaan renovasi dilakukan di Pasar Nglegok. Sebelumnya, Pemkab Blitar juga telah merampungkan perbaikan di Pasar Ponggok.
Setelah pengerjaan di Pasar Nglegok, perhatian kemudian berlanjut pada perencanaan dan pembangunan Pasar Kesamben pada tahun ini.
Dengan kondisi tersebut, revitalisasi pasar Kabupaten Blitar untuk tahun ini belum diperluas ke pasar tradisional lainnya. Disperdagin masih memprioritaskan pembenahan Pasar Kesamben sekaligus mendorong agar aktivitas transaksi di pasar-pasar tradisional kembali meningkat. (jar/c1/sub)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan