BLITAR KAWENTAR – Tidak semua perjalanan besar dimulai dengan langkah besar. Bagi Natasya Sharla Kirana, 22, perjalanan menuju panggung finalis Raki Jawa Timur 2026 justru berawal dari sebuah kesempatan di Kota Blitar. Dari sana, perempuan muda tersebut perlahan membangun pengalaman, memperluas jejaring, hingga mendapat kesempatan membawa nama daerah di panggung provinsi.
Menjadi finalis Raki Jawa Timur bukan sekadar pencapaian yang ingin dibanggakan Natasya. Dia memandang kesempatan tersebut sebagai ruang untuk belajar sekaligus bertemu dengan anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki perhatian terhadap budaya dan pariwisata.
”Momen paling berkesan bagi saya adalah ketika menyadari bahwa langkah kecil yang saya mulai di Kota Blitar akhirnya membawa saya ke ruang yang lebih besar, yaitu Jawa Timur," tuturnya.
Baca Juga: Karhutla Kabupaten Blitar Tembus 11 Kejadian, BPBD Ungkap Penyebab dan Minta Warga Waspada
Sebelum berada di tingkat provinsi, Natasya lebih dulu dipercaya menjadi Diajeng Kota Blitar. Pengalaman tersebut membuat pandangannya terhadap peran seorang duta daerah berubah. Baginya, seorang duta tidak cukup hanya mengenakan selempang atau hadir dalam seremoni. Lebih dari itu, ada tanggung jawab untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemikiran tersebut kemudian mendorongnya membangun TemuBerdaya Indonesia. Wadah tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Ketika kesempatan mengikuti pemilihan Raki Jawa Timur datang, Natasya tidak melihatnya sebagai tujuan akhir. Dia justru menjadikannya sebagai jembatan untuk memperluas jaringan kolaborasi yang telah dibangun dari Blitar.
Baca Juga: Makam Bung Karno Dibuka 24 Jam Mulai 15 Agustus, Megawati Titip Pesan Ini agar Peziarah Tak Berjubel
Perjalanan menuju panggung provinsi juga menuntut kesiapan fisik dan mental. Selama masa karantina, tantangan terbesar yang dirasakan Natasya adalah menjaga konsistensi di tengah jadwal yang padat. Rasa lelah menjadi bagian yang tidak bisa dihindari.
Namun, dia memilih mengingat kembali alasan berada di ajang tersebut. Bukan semata-mata untuk memenangkan kompetisi, melainkan untuk belajar, bertumbuh, sekaligus membangun relasi dengan anak muda dari seluruh Jawa Timur.
Dukungan keluarga juga menjadi energi penting bagi Natasya. Dia menyebut keluarga sebagai alasan utama untuk terus melangkah. Selain itu, dukungan dari relawan, komunitas, dan mitra kolaborasi TemuBerdaya Indonesia membuatnya semakin yakin untuk bergerak.
Baca Juga: Damkar Kabupaten Blitar Ajukan Tambahan Armada untuk Wilayah Selatan
”Ketika semakin banyak generasi muda memilih berkolaborasi daripada berjalan sendiri, saya yakin budaya akan semakin lestari dan pariwisata akan semakin berkualitas," ujarnya.
Kini, Natasya bersiap menjalani tahapan sebagai finalis Raki Jawa Timur 2026. Apa pun hasil akhirnya nanti, dia ingin pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk memperluas manfaat yang selama ini dimulai dari Kota Blitar. (sub/c1)
Editor : Azahra Meilisani Salma