Mas Ibin Kecewa Nilai Merah Putih Mulai Dipertanyakan, Ingatkan NKRI Harga Mati dan Persatuan Tak Boleh Pecah

Noormalady Usman • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:03 WIB
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya generasi penerus, agar menjaga Merah Putih, NKRI, serta persatuan dan kesatuan bangsa.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya generasi penerus, agar menjaga Merah Putih, NKRI, serta persatuan dan kesatuan bangsa.

BLITAR KAWENTAR – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau akrab disapa Mas Ibin menyampaikan kegelisahannya terkait munculnya sikap sebagian generasi penerus yang mulai mempertanyakan Merah Putih dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia mengingatkan agar kekecewaan terhadap kondisi tertentu tidak berkembang menjadi keinginan untuk memecah persatuan.

Pernyataan Mas Ibin disampaikan seusai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus. Menurutnya, nilai Merah Putih dan NKRI seharusnya tetap menjadi fondasi kehidupan berbangsa, terutama bagi generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan para pendahulu.

Mas Ibin menilai, kemerdekaan Indonesia yang dinikmati masyarakat saat ini tidak diperoleh secara cuma-cuma. Para pendiri bangsa dan pahlawan harus mempertaruhkan darah, keringat, air mata, bahkan nyawa untuk merebut Indonesia dari tangan penjajah.

Baca Juga: Jaga Teras Negeri! Kementerian ATR/BPN Perkuat Kedaulatan Pulau Terluar Lewat Sertifikasi Tanah: Warga Merasa Nyaman, NKRI Harga Mati!

“Tetesan darah, keringat, cucuran air mata, apa pun dilakukan oleh para pendiri bangsa, para pahlawan,” ujar Mas Ibin.

Upacara Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni

Menurut Mas Ibin, peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mengingat kembali beratnya perjuangan yang dilakukan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

Karena itu, dia sengaja mengikuti upacara bersama peserta lainnya dalam kondisi terbuka dan panas. Bagi Mas Ibin, suasana tersebut menjadi bagian kecil untuk merasakan bagaimana kondisi yang jauh berbeda dengan kehidupan masyarakat saat ini.

“Saya kira ini bentuk wujud bahwa kita turut merasakan bahwa Indonesia ini diperjuangkan dengan cara yang tidak mudah dari tangan penjajah,” katanya.

Dari momentum tersebut, Mas Ibin kemudian menyoroti fenomena munculnya sikap yang mempertanyakan Merah Putih hingga NKRI. Dia mengaku prihatin jika rasa kecewa terhadap kondisi tertentu justru berujung pada keinginan untuk memisahkan diri atau memecah persatuan bangsa.

Mas Ibin: Jangan Sampai Kekecewaan Memecah Persatuan

Mas Ibin menegaskan, Indonesia dibangun dari keberagaman suku dan daerah. Perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya. Sebaliknya, seluruh perbedaan itu berada dalam satu identitas kebangsaan, yakni Indonesia.

“Aneh sekali ketika hari ini banyak masyarakat, banyak generasi penerus kita yang mempertanyakan Merah Putih, mempertanyakan NKRI. Bahkan, ada yang ingin Indonesia ini disintegrasi. Ini bahaya sekali,” tegasnya.

Dia pun mengingatkan generasi penerus agar tidak kehilangan hubungan dengan sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, memahami kembali pengorbanan para pendahulu menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap Indonesia.

Baca Juga: Gus Iqdam Kunjungi IKN Usai Pengajian di Samarinda, Akui Bangga Jadi Bagian Warga NKRI

Merah Putih dan NKRI Harga Mati

Mas Ibin menekankan bahwa keberagaman merupakan bagian tidak terpisahkan dari Indonesia. Identitas kebangsaan harus ditempatkan di atas sekat-sekat kesukuan maupun asal daerah.

“Tidak ada suku Jawa, luar Jawa, suku-suku bangsa. Yang ada adalah Indonesia,” katanya.

Karena itu, dia mengajak masyarakat, khususnya generasi penerus, untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Kekecewaan terhadap persoalan tertentu, menurutnya, tetap dapat disampaikan dan diperjuangkan tanpa harus mengorbankan keutuhan bangsa.

Bagi Mas Ibin, kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar harus dijaga bersama. Nilai-nilai kebangsaan tidak boleh luntur hanya karena munculnya persoalan atau ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu.

Dia kembali menegaskan pentingnya mempertahankan Merah Putih dan NKRI sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.

“Merah Putih, NKRI itu harga mati, tidak boleh ditawar,” pungkasnya.

Editor : Regina Gavin Agata
nkri wali kota blitar Mas Ibin merah putih persatuan dan kesatuan