45 Calon PMI Asal Kota Blitar Siap Berangkat, Peminat Hongkong dan Taiwan Paling Dominan

Noormalady Usman • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:23 WIB
ILUSTRASI: Calon pekerja migran Indonesia (PMI) bersiap berangkat ke luar negeri melalui jalur resmi.
ILUSTRASI: Calon pekerja migran Indonesia (PMI) bersiap berangkat ke luar negeri melalui jalur resmi.

 

BLITAR KAWENTAR – Minat warga Kota Blitar untuk bekerja ke luar negeri masih cukup tinggi. Hingga pertengahan Agustus 2026, tercatat sekitar 45 calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Blitar yang masih menunggu proses keberangkatan.

 Mayoritas calon PMI tersebut telah mendapatkan pekerjaan di negara tujuan, tetapi masih harus menanti visa terbit.

Calon PMI asal Kota Blitar tersebut merupakan akumulasi rekomendasi yang diajukan sejak Mei hingga Juni 2026. Saat ini, mereka berada dalam tahap menunggu proses administrasi sebelum dapat berangkat menuju negara tempat mereka akan bekerja.

Baca Juga: Libur Panjang HUT RI, 42.996 Penumpang Gunakan Kereta Api Daop 7 Madiunsu

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UM Naker) Kota Blitar, Andri Susiono, mengatakan proses penerbitan visa memang membutuhkan waktu.

 Calon PMI harus bersabar karena proses tersebut umumnya berlangsung sekitar tiga hingga lima bulan.

Andri menjelaskan, puluhan calon PMI tersebut pada dasarnya sudah memiliki pekerjaan di luar negeri. Kendala yang masih dihadapi adalah proses penerbitan visa dari negara tujuan.

Baca Juga: 9 Anak Binaan LPKA Blitar Langsung Bebas Usai Terima Remisi Kemerdekaan

“Mayoritas teman-teman calon PMI ini sudah mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Saat ini hanya tunggu visa terbit dari negara tujuan,” ungkap Andri.

Dengan demikian, antrean keberangkatan bukan disebabkan karena mereka masih mencari pekerjaan.

Para calon pekerja tersebut telah melalui proses untuk mendapatkan pekerjaan, kemudian harus menyelesaikan tahapan administrasi sebelum benar-benar dapat meninggalkan Indonesia.

Andri menyebut, calon PMI dari Kota Blitar memiliki latar belakang yang beragam. Namun, mayoritas di antaranya merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA).

Faktor ekonomi menjadi salah satu alasan warga memilih mencari pekerjaan ke luar negeri. Selain itu, kondisi keluarga juga disebut ikut memengaruhi keputusan seseorang untuk menjadi pekerja migran Indonesia.

“Selain itu, kondisi keluarga, termasuk status perceraian, juga menjadi salah satu faktor yang mendorong warga mengambil pilihan tersebut,” bebernya.

Baca Juga: Mas Ibin Kecewa Nilai Merah Putih Mulai Dipertanyakan, Ingatkan NKRI Harga Mati dan Persatuan Tak Boleh Pecah

Dari sejumlah negara tujuan penempatan pekerja migran, Hongkong dan Taiwan menjadi dua negara yang paling banyak diminati calon PMI asal Kota Blitar.

Minat terhadap dua negara tersebut masih lebih tinggi dibandingkan negara-negara Eropa. Menurut Andri, negara-negara di kawasan Eropa relatif minim peminat karena persyaratan kerja yang dinilai lebih ketat.

“Latar belakang beda-beda ya, untuk tujuan paling banyak masih ke Hongkong dan Taiwan,” terangnya.

Baca Juga: Buku Penguatan Literasi Siswa SD di Kota Blitar Masih Ditunggu, Kelas 4-6 Jadi Sasaran Penguatan

Tingginya minat terhadap negara tujuan tersebut menunjukkan bahwa peluang bekerja di luar negeri masih menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat Kota Blitar. Terutama bagi mereka yang ingin mendapatkan pekerjaan dan penghasilan di luar daerah maupun luar negeri.

Meski demikian, pemerintah daerah mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mempertimbangkan negara tujuan dan pekerjaan yang akan didapat. Proses keberangkatan juga harus menjadi perhatian agar calon pekerja mendapatkan kepastian dan perlindungan.

Andri menegaskan, angka 45 calon PMI tersebut belum merupakan data final. Jumlahnya masih berpotensi bertambah seiring adanya pengajuan rekomendasi baru dari masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri.

Baca Juga: Makam Bung Karno Dibuka 24 Jam Mulai 15 Agustus, Megawati Titip Pesan Ini agar Peziarah Tak Berjubel

Karena itu, data calon pekerja migran asal Kota Blitar masih dapat mengalami perubahan. Pengajuan rekomendasi baru memungkinkan jumlah calon PMI yang menunggu keberangkatan bertambah.

Di tengah tingginya minat bekerja ke luar negeri, pemerintah daerah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran keberangkatan melalui jalur tidak resmi.

Penggunaan jalur resmi dinilai penting untuk memastikan berbagai kebutuhan calon pekerja, mulai dokumen keberangkatan, pekerjaan yang ditawarkan, hingga perlindungan ketika berada di negara tujuan.

Baca Juga: KDS Kota Blitar Belajar Praktik Baik Pendampingan Masyarakat di Jombang

“Kami mengimbau masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri agar melalui jalur resmi. Ini penting supaya proses keberangkatan maupun kepulangannya lebih mudah dan jelas,” pungkas Andri.

Dengan masih adanya puluhan calon PMI yang menunggu visa, masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri diharapkan memahami seluruh tahapan keberangkatan.

Terutama memastikan proses dilakukan melalui jalur resmi sehingga status pekerjaan dan perlindungan selama berada di negara tujuan lebih jelas. (bud/c1/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
PMI kota blitar calon PMI pekerja migran indonesia taiwan hongkong