BLITAR KAWENTAR – Persiapan menghadapi POPDA Jatim 2026 mulai dimatangkan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memetakan cabang olahraga (cabor) yang berpotensi diikuti sekaligus mengidentifikasi atlet pelajar yang dinilai memiliki peluang memperkuat kontingen Kota Blitar.
Ajang POPDA Jatim 2026 dijadwalkan berlangsung November mendatang. Namun, hingga kini Dispora Kota Blitar masih menunggu informasi resmi dari Dispora Jawa Timur terkait jumlah kuota atlet yang nantinya dapat diterjunkan. Kepastian tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kontingen.
Plt Kepala Dispora Kota Blitar Heru Eko Pramono mengatakan, pemetaan cabor menjadi tahapan awal persiapan menghadapi kompetisi olahraga pelajar tingkat Jawa Timur tersebut. Dispora ingin mengetahui cabor mana saja yang memiliki potensi untuk diikuti sebelum menentukan komposisi atlet.
Baca Juga: Remisi Lapas Blitar Berbuah Kebebasan, 341 Napi Dapat Potongan Hukuman dan 5 Orang Langsung Pulang
Pemetaan Atlet Jadi Prioritas
Heru menjelaskan, sembari menunggu kepastian kuota dari Dispora Jatim, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Pertemuan tersebut rencananya digelar pada pekan depan dengan melibatkan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Blitar.
Koordinasi dengan Cabdindik dinilai penting karena POPDA merupakan kompetisi yang mempertandingkan atlet dari kalangan pelajar. Dengan melibatkan sektor pendidikan, Dispora berharap dapat memperoleh data lebih lengkap mengenai siswa yang memiliki kemampuan maupun prestasi di bidang olahraga.
Pemetaan tersebut terutama diarahkan kepada siswa yang mempunyai potensi pada cabor yang nantinya diproyeksikan masuk dalam pertandingan POPDA Jatim 2026.
Baca Juga: 19.602 Warga Kota Blitar Dapat Beras Bantuan, Ini Bedanya dengan Penyaluran Sebelumnya
Data mengenai prestasi dan kemampuan siswa akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan atlet yang disiapkan memperkuat Kota Blitar.
Menurut Heru, pihaknya memang belum dapat memastikan secara rinci seluruh cabor yang akan diikuti. Nomor pertandingan maupun cabor yang bisa diikuti masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Fokus pada Cabor Berpeluang Medali
Meski demikian, Dispora Kota Blitar memastikan pemilihan cabor tidak dilakukan secara sembarangan. Potensi atlet yang dimiliki Kota Blitar akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menyusun kontingen.
Cabor yang dinilai memiliki peluang untuk mendulang medali akan mendapatkan perhatian lebih. Strategi tersebut dilakukan agar atlet yang dikirim benar-benar sesuai dengan potensi yang tersedia di Kota Blitar.
Artinya, jumlah cabor yang diikuti tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan persiapan. Ketersediaan atlet potensial dan peluang prestasi juga akan menjadi pertimbangan penting.
Baca Juga: Enam Kepala OPD Kota Blitar Resmi Dilantik, Sekda dan Direktur RSUD Masih Menunggu
Dispora juga menyadari bahwa tidak seluruh cabor dapat diikuti. Sejumlah cabang olahraga belum memiliki atlet potensial yang dapat diproyeksikan untuk bertanding di ajang tersebut. Salah satu cabor yang disebut belum bisa diikuti adalah berkuda.
Libatkan Pengurus Cabor
Selain berkoordinasi dengan Cabdindik, Dispora Kota Blitar juga akan meminta masukan dari pengurus masing-masing cabor. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi atlet sekaligus memetakan peluang perolehan medali.
Pengurus cabor nantinya diajak berdiskusi mengenai atlet yang layak diproyeksikan mengikuti POPDA. Masukan dari masing-masing cabang olahraga diharapkan dapat membuat proses seleksi atlet menjadi lebih terarah.
Baca Juga: Kirab Takir Binangun Meriahkan HUT Ke-81 RI, Warga Hidupkan Gotong Royong dan Tradisi Lokal
Dengan tahapan tersebut, persiapan kontingen Kota Blitar menuju POPDA Jatim 2026 dilakukan secara bertahap. Mulai dari pemetaan cabor, pendataan atlet pelajar, koordinasi dengan sektor pendidikan, hingga melihat potensi medali dari masing-masing cabang olahraga.
Kepastian jumlah kuota dari Dispora Jatim masih menjadi salah satu informasi yang ditunggu. Setelah kuota dan cabor yang dipertandingkan diketahui, pemetaan atlet diharapkan dapat dilakukan dengan lebih spesifik.
Dispora Kota Blitar pun kini mulai menyiapkan fondasi kontingen dengan mengandalkan data potensi atlet yang tersedia. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan komposisi atlet yang benar-benar sesuai kebutuhan Kota Blitar dalam menghadapi POPDA Jatim 2026. (sub/c1/ady)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan